Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Gus Salam Menganggap Board of Peace Hanya Alat Tawar Tarif Impor AS-Indonesia

Harini Umar
Last updated: February 17, 2026 12:09 am
Harini Umar
Share
5 Min Read
SHARE

Kritik terhadap Kesepakatan Dagang Indonesia-AS dan Agenda Board of Peace Gaza

Pada tanggal 19 Februari 2026, rencana penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menimbulkan kritik dari berbagai pihak. Salah satu tokoh yang menyampaikan kekhawatiran adalah KH Abdussalam Shohib atau dikenal sebagai Gus Salam, pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Contents
  • Kritik terhadap Kesepakatan Dagang Indonesia-AS dan Agenda Board of Peace Gaza
  • Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke AS

Gus Salam mengungkapkan bahwa momentum kesepakatan dagang tersebut memiliki potensi keterkaitan dengan agenda politik global, khususnya terkait isu Palestina. Hal ini semakin memperkuat perhatian publik karena pada hari yang sama juga dijadwalkan rapat perdana Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden AS, Donald Trump, yang akan membahas masa depan Gaza.

“Publik tentu membaca adanya momentum yang beriringan antara ratifikasi ART dan pertemuan perdana BoP. Ini wajar jika memunculkan pertanyaan: apakah ada relasi kepentingan di balik dua agenda besar tersebut?” ujar Gus Salam dalam pesan yang diterima, Sabtu (14/2/2026).

Ia menilai bahwa kekhawatiran ini muncul setelah pemerintah menyampaikan keberhasilan menurunkan tarif impor AS terhadap produk Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tarif berhasil ditekan dari 32 persen menjadi 19 persen. Pernyataan senada juga disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang mengaitkan momentum tersebut dengan agenda pertemuan BoP.

Di sisi lain, Gus Salam menyoroti perubahan sikap sebagian kalangan yang sebelumnya lantang mengkritik keikutsertaan Indonesia dalam BoP Gaza. Kritik itu disebut mulai mereda setelah pemerintah mengundang pimpinan ormas keagamaan, pesantren, dan mantan menteri luar negeri ke Istana Negara.

“Sikap yang sebelumnya kritis terhadap BoP mendadak berubah. Padahal sejak awal banyak pihak menilai skema itu lebih menguntungkan kepentingan Amerika dan Israel ketimbang rakyat Palestina,” kata dia.

Lebih jauh, Gus Salam mempertanyakan klaim 20 poin program BoP yang dikenal sebagai New Gaza Project. Skema itu disebut akan mentransformasi Gaza menjadi pusat ekonomi modern dengan sistem pemerintahan baru yang terbebas dari Hamas. Namun, menurutnya, proyek tersebut justru berisiko menghapus kedaulatan dan peradaban Palestina.

“Alih-alih memperjuangkan kemerdekaan Palestina, skema ini berisiko menjadi pola baru penindasan dan kolonialisme dengan kemasan perdamaian,” ujarnya.

Di tengah gencarnya narasi perdamaian, dia menegaskan kondisi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat masih memburuk. Dia merujuk laporan media Gaza yang mencatat ratusan korban jiwa serta dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel.

“Jika fakta di lapangan menunjukkan pelanggaran terus terjadi, lalu di mana letak perdamaian yang dijanjikan?” katanya.

Menurut dia, keterlibatan Indonesia dalam BoP Gaza berpotensi menguji konsistensi politik luar negeri RI yang secara konstitusional menolak segala bentuk penjajahan.

“Dalam perspektif konstitusi, kebijakan politik luar negeri Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai anti-penjajahan dan perikemanusiaan. Posisi Indonesia terhadap Palestina itu normatif, mengikat, dan final,” ujar Gus Salam.

Sebagai langkah konkret, dia mendorong agar isu BoP Gaza dibahas secara mendalam dalam forum Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama yang direncanakan berlangsung pada bulan Syawal 1447 Hijriah.

“Saya berharap persoalan ini dikaji secara kritis dalam perspektif fiqih oleh ulama pesantren dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama, misalnya melalui Musyawarah Nasional Alim Ulama yang berbarengan dengan Konbes PBNU mendatang, dan atau Bahtsul Masail pesantren di Indonesia,” kata Gus Salam.

Menurutnya, bagi NU, isu Palestina bukan semata urusan politik internasional, melainkan bagian dari konsistensi sejarah dan sikap moral organisasi sejak awal berdiri.

“Ini bukan sekadar soal diplomasi dagang. Ini soal komitmen terhadap kemerdekaan dan keadilan bagi Palestina,” pungkas dia.

Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke AS

Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri acara di Amerika Serikat pada 19 Februari mendatang. Salah satu agenda yang akan dihadiri Presiden yakni, penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff atau tarif impor yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (11/2/2026).

“Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART, Agreement on Reciprocal Tariff,” ujar Airlangga.

Airlangga belum mau mengungkapkan berapa besaran tarif impor yang disepakati Indonesia-AS untuk kemudian diteken Presiden Prabowo Subianto. Menurut Airlangga angka pasti tarif impor menunggu hari penandatanganan.

“Kan kita sudah turun dari (tarif) 32 ke 19 (persen), kemudian ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai,” tuturnya.

Untuk diketahui dalam kunjungannya ke AS, nanti Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir dalam pertemuan Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace. Indonesia telah menerima undangan pertemuan tersebut.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByHarini Umar
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

1.332 korban tewas di Iran sejak serangan militer AS dan Israel dimulai

March 14, 2026
Politik

PPP Kemenkumham 2026 Dibuka, Ini Persyaratan, Formasi, dan Tahapan Seleksi yang Harus Diketahui Peserta

January 14, 2026
Politik

Pemerintah Pantau ASN WFH via GPS, Tanggapan Harus 5 Menit

April 9, 2026
Politik

Peneliti BRIN Berharap Kasus Ijazah Jokowi Tidak Naik P21

December 29, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?