Persebaya Surabaya kembali menunjukkan keunggulannya sebagai salah satu klub yang mampu menghasilkan bakat-bakat terbaik dalam sepak bola Indonesia. Lima pemain muda mereka, yang berasal dari tim senior maupun EPA U-20, dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-20 pada periode 2–10 Desember 2025 di Garudayaksa Football Academy Bekasi. Pemanggilan ini memicu antusiasme besar di kalangan suporter Persebaya atau dikenal dengan Bonek.
Berikut adalah lima pemain muda yang menjadi perhatian utama:
Ichsas Baihaqi
Ichsas Baihaqi muncul sebagai kandidat kuat untuk masuk skuad final Timnas U-20. Sebagai gelandang serbabisa, ia bisa bermain di posisi central midfield, attacking midfield, maupun defensive midfield. Meski baru tampil dua kali di Super League musim ini dengan total 50 menit, performanya cukup menarik perhatian pelatih. Passing accuracy-nya mencapai 59 persen, tetapi yang membuat Bonek terkesan adalah gaya bermainnya yang agresif dan penuh semangat. Beberapa suporter memberikan pujian seperti “Ichas main e ngenyel wani koyok Toni” yang menggambarkan semangatnya yang tak kenal takut. Nilai pasar Ichsas saat ini mencapai 869,08 juta rupiah, menunjukkan ekspektasi tinggi terhadap bakatnya.
Muhammad Ilham Al-Arif
Muhammad Ilham Al-Arif, kiper berusia 18 tahun, juga turut serta dalam seleksi. Ia bergabung dengan tim senior Persebaya pada 1 Juli 2025 dan terus mendapat pembinaan di Persebaya U-20. Kualitas refleks cepat dan ketenangan di bawah mistar menjadi nilai tambahnya. Kehadirannya memperkuat kompetisi di posisi penjaga gawang selama TC.
Dimas Wicaksono Putra
Dimas Wicaksono Putra merupakan pemain sayap yang memiliki fleksibilitas bermain sebagai right winger maupun right-back. Ia telah tampil empat kali di Super League dengan total 31 menit bermain dan passing accuracy sebesar 80 persen. Meskipun belum mencetak gol atau assist, nilai pasarnya mencapai 434,54 juta rupiah, menunjukkan potensi yang menjanjikan.
Ahmad Mutjaba Ilham
Ahmad Mutjaba Ilham, bek kiri berusia 18 tahun, menjadi kejutan dalam daftar panggilan. Meski hanya tampil satu menit di Super League U-20 musim ini, ia dinilai layak karena disiplin dan mobilitas tinggi di sisi kiri lapangan. Performanya tidak terlalu banyak terlihat, tetapi potensinya masih terpantau oleh pelatih Timnas U-20.
Aleandro Alan Maulana
Aleandro Alan Maulana menjadi sorotan utama di antara kelima pemain tersebut. Sebagai gelandang tengah, ia menjadi motor permainan Persebaya U-20. Dalam 23 pertandingan musim ini, ia tampil selama 1.550 menit, mencetak tiga gol dan dua assist. Selain itu, ia juga mencatat empat kartu kuning yang menunjukkan aktivitasnya dalam duel dan transisi permainan. Performanya yang stabil menjadikannya sebagai kandidat terkuat untuk naik level.
Kabar ini langsung disambut meriah oleh Bonek di kolom komentar Instagram. Banyak suporter menyampaikan dukungan seperti “Persebaya for timnas” hingga doa agar semua pemain muda bisa lolos. Beberapa juga menulis harapan agar semua pemain mampu membuktikan kemampuan terbaiknya selama seleksi.
Tradisi Persebaya Surabaya sebagai penghasil pemain timnas kembali terasa kuat melalui pemanggilan besar-besaran ini. Klub terus menonjol berkat sistem pembinaan yang baik dan memberi ruang bagi pemain muda untuk berkembang. Kesempatan ikut seleksi Timnas U-20 menjadi momen penting bagi para wonderkid ini untuk membuktikan diri.
Mereka kini berada di jalur yang tepat untuk melangkah ke level yang lebih tinggi selama mampu tampil konsisten dan menunjukkan mental yang kuat. Persebaya Surabaya pun semakin memantapkan diri sebagai pilar penting dalam regenerasi sepak bola Indonesia. Pemanggilan lima wonderkid ini menjadi bukti kuat bahwa Green Force masih menjadi produsen talenta terbaik untuk Merah Putih.
