Persaingan Film Arab di Oscar 2026
Persaian menuju ajang Academy Award ke-98 semakin ketat. Dari total 86 negara yang berpartisipasi, terdapat 15 film yang masuk dalam shortlist untuk kategori Best International Feature Film. Ini menjadi momen penting bagi dunia perfilman internasional, terutama bagi para sineas dari kawasan Timur Tengah.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Oscar, empat film Arab berhasil masuk dalam shortlist tersebut. Keempatnya merupakan karya-karya yang menggambarkan perlawanan terhadap krisis kemanusiaan yang masih berlangsung hingga saat ini. Berikut adalah empat film yang berhasil menembus batas dan menjadi perwakilan dari kawasan tersebut:
1. All That’s Left of You (2025)
Film ini menceritakan kisah Noor (Muhammad Abed Elrahman) yang terseret dalam aksi protes di Tepi Barat, Palestina pada akhir tahun 1980-an. Nasib keluarganya berubah selamanya setelah kejadian tersebut. Ibunya, Hanan (Cherien), lalu membuka kembali luka lama dengan menceritakan sejarah panjang yang membawa mereka ke titik tersebut. Mulai dari pengusiran kakeknya dari Jaffa pada tahun 1948 hingga kehidupan di bawah pendudukan selama puluhan tahun.
All That’s Left of You menjadi satu dari empat film Arab yang berhasil masuk dalam shortlist di ajang Oscar tahun ini. Ditulis dan disutradarai oleh Cherien Dabis, wakil Yordania ini merangkum sejarah penindasan rakyat Palestina yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui garis keturunan.
2. Palestine 36 (2025)

Film ini berlatar di Palestina pada tahun 1936, saat seluruh desa bersatu melawan penjajah Inggris. Yusuf (Karim Daoud Anaya) yang terombang-ambing antara kekacauan di kampung halaman dan pusat kota Yerusalem merindukan masa depan yang damai. Namun naas, situasi semakin memanas dengan melonjaknya jumlah imigran Yahudi yang melarikan diri dari anti-Semitisme di Eropa.
Mendapatkan 15 menit standing ovation di TIFF 2025, Palestine 36 menjadi perwakilan Palestina dalam kategori Best International Feature Film. Sutradara sekaligus penulis naskah, Annemarie Jacir, mengulik akar permasalahan dari krisis kemanusiaan yang telah berlangsung di tanah kelahirannya selama puluhan tahun seakurat mungkin.
3. The President’s Cake (2025)

Berlatar di Irak pada tahun 1990-an, Lamia (Banin Ahmad Nayef) yang masih berusia sembilan tahun mengemban tugas untuk membuat kue ulang tahun untuk Saddam Hussein. Di tengah keterbatasan ekonomi, Lamia bersama sahabat dan ayam peliharaannya berkeliling kota demi mencari bahan-bahan kue karena jika gagal maka nyawa dan keselamatan keluarganya dalam bahaya.
Pertama kalinya berpartisipasi di Cannes Film Festival, Irak melalui The President’s Cake langsung menyabet penghargaan Caméra d’Or. Bukan hal yang mengherankan jika wakil Irak ini masuk dalam shortlist Oscar 2026 mengingat sutradara Hasan Hadi dengan bantuan sinematografer Tudor Vladimir Panduru merekam kehidupan di bawah kediktatoran Irak yang menghimpit rakyat kecil dari sudut pandang seorang gadis kecil yang polos.
4. The Voice of Hind Rajab (2025)

Gaza, 29 Januari 2024. Sebuah mobil keluarga menjadi sasaran dari serangan militer Israel. Hind Rajab, gadis berusia enam tahun, menjadi satu-satunya yang selamat. Selama berjam-jam terjebak di dalam mobil bersama jenazah kerabatnya, ia tetap terhubung melalui sambungan telepon dengan relawan Bulan Sabit Merah memohon untuk diselamatkan.
Memenangkan Silver Lion dan meraih 23 menit standing ovation di Venice Film Festival, The Voice of Hind Rajab dengan mudah masuk ke dalam shortlist Oscar 2026. Sutradara Kaouther Ben Hania lantang menyuarakan dukungan akan krisis kemanusiaan lewat rekonstruksi kisah memilukan dengan menggunakan rekaman audio asli berdurasi sekitar 70 menit dari percakapan telepon Hind dengan petugas penyelamat.
Tahap Seleksi Masih Berlangsung
Tahap seleksi belum selesai. Dari shortlist tersebut, The Academy akan menyaringnya kembali melalui proses voting yang berlangsung pada 12-16 Januari 2026 untuk menentukan lima kandidat terkuat yang berhak mendapatkan nominasi di kategori Best International Feature Film. Nominasi Oscar 2026 sendiri akan diumumkan pada 22 Januari 2026 mendatang.
Dengan adanya empat film Arab yang masuk dalam shortlist, ini menjadi bukti bahwa kisah-kisah dari kawasan tersebut semakin diakui secara internasional. Mereka tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga mengangkat isu-isu penting yang relevan dengan realitas yang sedang dialami oleh banyak orang.
