Perjalanan Spiritual Angelina Sondakh: Dari Cinta Hingga Kehidupan yang Berubah
Angelina Sondakh, aktris ternama yang kini dikenal sebagai sosok muslimah, memiliki kisah perjalanan spiritual yang tidak mudah. Awalnya, ia memutuskan masuk Islam karena cinta kepada mendiang suaminya, Adjie Massaid. Namun, perubahan besar dalam hidupnya dimulai setelah kepergian suaminya dan masa hukumannya di penjara.
Awal Kehidupan Sebagai Muslimah
Sudah bertahun-tahun, Angelina menjalani kehidupan dengan hijab dan sering menghadiri acara-acara kajian agama. Namun, proses ini bukanlah hal yang tiba-tiba. Ia mengungkapkan bahwa awalnya ia hanya mengikuti keinginan Adjie. Saat itu, ia belum benar-benar memahami makna agama yang dianutnya.
“Yang pasti saya jadi mualaf gara-gara cowok ganteng, gara-gara Mas Adjie Massaid. Tapi pada saat itu ya ikut aja, seikut-ikutnya aja,” ujarnya.
Proses pernikahannya juga tidak mudah. Adjie melamar beberapa kali, namun ditolak oleh ayahnya. Akhirnya, dengan bantuan seorang ustaz dan penghulu, Angelina langsung memutuskan untuk masuk Islam dan menikah.
Ujian Hidup Setelah Kematian Suami
Setelah kematian Adjie, kehidupan Angelina berubah drastis. Ia harus menghadapi berbagai ujian, termasuk kasus hukum yang membuatnya menjalani hukuman selama 10 tahun di penjara.
Pada masa awal di penjara, ia masih menjalani ibadah secara biasa saja. Namun, ketika merasa kesedihan dan kemarahan tidak membantu, ia mulai merenungi hidupnya lebih dalam.
“Terus duit makin hari makin habis, Keanu (anaknya) semakin hari semakin mengerti. Nah, kayaknya di situ akhirnya saya Alhamdulillah ditaruh di sel besar. Saya mulai belajar tahajud,” katanya.
Titik Balik dalam Hidup
Pertemuan dengan teman satu sel menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Ia mulai belajar membaca Al-Qur’an dengan benar dan lebih sungguh-sungguh. Ia merasa bahwa Allah sangat dekat dan memberikan petunjuk dalam hidupnya.
“Pertolongan Allah sungguh dekat dan saya merasakan bahwa Allah tuh dekat banget. Akhirnya, saya merasa bahwa kalau saya dekat Allah juga dekat. Di situlah mungkin akhirnya benar-benar Cahaya itu datang,” jelasnya.
Sejak saat itu, ia merasakan perubahan besar dalam dirinya. Ia mulai menjalani ibadah dengan hati yang lebih tenang dan penuh kesadaran. Keinginan untuk menghafal Al-Quran pun tumbuh perlahan. Ia memulainya dari kebiasaan membaca setiap hari.
Pandangan tentang Politik
Meskipun pernah menghadapi hukuman penjara, Angelina tidak menyesali keputusannya untuk terjun ke dunia politik. Baginya, politik bukanlah sesuatu yang kotor. Justru, ia memandang politik sebagai alat yang mulia jika dimainkan oleh orang yang tepat.
“Politik itu harusnya kalau terdistribusikan dan dimainkan oleh orang-orang yang baik InsyaAllah hasilnya baik juga,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa tantangan terbesar adalah melawan sistem yang korup. Menurutnya, perlawanan itu bukan sekadar melawan individu, melainkan melawan budaya kolektif yang telah menormalisasi praktik-praktik kotor.
Harapan untuk Masa Depan
Alih-alih kapok, pengalaman pahitnya justru memperkuat keyakinannya bahwa politik membutuhkan lebih banyak orang baik. Bahkan, jika putranya ingin terjun ke dunia yang sama, ia tidak akan melarang.
“Saya enggak pernah melarang Keanu tuh untuk beraktivitas baik secara politik nantinya pun, karena kalau misalkan orang-orang yang baik ini enggak ada dalam politik, siapa lagi ya?” tandasnya.
