Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan Pedagang Soto Daging
Pada Minggu (1/2/2026) dini hari, terjadi kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pedagang soto daging bernama Abdus Samad (75 tahun). Kejadian tersebut terjadi saat korban sedang mendorong gerobak di pinggir Jalan HR Muhammad, Dukuh Pakis, Surabaya. Korban ditabrak oleh mobil Nissan Evalia yang diduga sedang dalam pengaruh alkohol.
Jenazah Abdus Samad kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga besar di kompleks pemakaman umum di Desa Majengan, Jrengik Sampang, Jatim, pada Minggu pagi. Selain korban utama, terdapat pedagang lain yang juga menjadi korban kecelakaan, yaitu pedagang tahu telur bernama PN (55 tahun), yang mengalami luka ringan.
Sementara itu, pengemudi mobil Nissan Evalia dengan plat nomor L-1969-XM, yakni KK (31 tahun), tidak mengalami cedera. Namun, pihak keluarga korban menyampaikan kekecewaan terhadap penanganan kasus ini, khususnya karena pengemudi tidak dilakukan penahanan meskipun diduga kuat dalam pengaruh minuman beralkohol.
Pengemudi Diduga Melaju Ugal-ugalan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu cucu korban, Achmad Rizal, pengemudi mobil tersebut diduga melaju ugal-ugalan dan nyaris menabrak pengendara motor di kawasan Jalan Mayjend Jonosewojo, Pradah Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya. Bahkan, salah satu teman kampus Rizal sempat mengaku hampir ditabrak oleh mobil tersebut.
Rizal menyatakan bahwa kejadian tersebut membuat pihak keluarga sangat prihatin. Ia juga menyampaikan kekecewaan terhadap penyidik Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya yang hanya melakukan penyitaan barang bukti dan SIM pelaku tanpa melakukan penahanan. Hal ini menunjukkan kurangnya itikad baik dari pihak pengemudi terhadap keluarga korban.
Pihak Keluarga Berencana Melaporkan Kasus Ini
Pihak keluarga berencana membuat laporan ke Mapolrestabes Surabaya bersama tim penasehat hukum. Rizal menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia juga menyatakan bahwa jika pihak pengemudi tidak menunjukkan itikad baik, maka pihak keluarga akan melaporkan kejadian ini secara resmi.
Selain itu, Rizal menambahkan bahwa empat orang penumpang dalam mobil tersebut juga akan dilaporkan, karena diduga turut serta dalam kelalaian berkendara si pengemudi.
Sosok Abdus Samad di Mata Keluarga
Menurut Rizal, Abdus Samad adalah sosok yang pendiam namun cekatan dan pekerja keras. Di usia senja, ia masih aktif berjualan soto daging dengan mendorong gerobak sendirian. Meski keluarga sudah melarangnya untuk berhenti berjualan, ia tetap memilih menjalani aktivitas tersebut.
Keluarga korban juga mengungkapkan rasa kehilangan setelah kejadian ini. Terutama sang ibunda, yang sebelumnya telah kehilangan anaknya Mashudulhaq akibat insiden ambruknya bangunan Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo pada bulan Oktober 2025.
Penyelidikan oleh Pihak Kepolisian
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengonfirmasi bahwa korban Abdus Samad meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Soetomo Surabaya. Korban mengalami luka parah pada bagian kepala belakang, paha kaki kanan, dan siku tangan kanan.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini, termasuk memeriksa pengemudi mobil dan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Data Kecelakaan di Surabaya
Dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025, Satlantas Polrestabes Surabaya melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sepanjang tahun 2025 mencapai 180 orang. Angka ini menunjukkan tren penurunan sekitar satu persen dibandingkan tahun 2024, yakni 182 orang.
Namun, jumlah kejadian kecelakaan pada tahun 2025 meningkat sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2025 tercatat 1.762 kasus, sedangkan tahun 2024 sebanyak 1.488 kasus.
Pihak kepolisian mengedepankan penindakan pelanggaran melalui E-TLE dan melakukan penilangan terhadap pelanggaran lalu lintas yang cukup fatal.
