Peristiwa Kekerasan yang Melibatkan Warga Negara Asing di Denpasar
Sebuah kejadian penganiayaan yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal Italia berinisial JF (41 tahun) terjadi di kawasan rumah korban, yaitu Kadek R (29 tahun), di Jalan Gunung Soputan, Gang Ulun Suwi, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. Kejadian ini sedang viral di media sosial dan menimbulkan banyak perhatian dari masyarakat.
Peristiwa tersebut dipicu oleh JF yang merasa terganggu dengan aktivitas pagi di rumah korban. Saat itu, istri korban sedang memasak di dalam rumah. Istri korban kemudian mengunggah video kejadian tersebut melalui akun Instagram @yuniliawt, yang menunjukkan saat penamparan dan kerusakan pada motornya.
Tindakan Kasar yang Berulang
Dalam video yang beredar, korban menjelaskan bahwa istrinya sedang memasak di dalam rumah. “Ini rumah saya dan istri saya sedang memasak,” ucap suami korban dalam unggahan video.
Menurut kronologi yang dibagikan, insiden pemukulan terjadi pada Rabu pagi, 8 April 2026 sekitar pukul 08.00 WITA. “Di sini saya lagi masak di atas jam 8 pagi. Dia marah getok-getok tembok karena katanya dia masih tidur,” ungkap istri korban.
Ia juga menyebutkan bahwa JF marah-marah dan menendang motor miliknya hingga rusak bagian belakang. Dalam video tersebut, terlihat kondisi motor yang mengalami kerusakan pada bagian bingkai lampu belakang.
Sikap kasar dari WNA tersebut bukan kali pertama diterima oleh keluarga korban. “Kejadian sebelumnya tanggal 23 Februari 2026 malam dan 24 Februari 2026 pagi, dia juga datang ke sini lempar-lempar helm dan barang lain. Waktu itu saya tidak ada bukti jadi saya tidak berani melapor,” ujarnya.
Aktivitas Harian yang Selalu Disengaja
Lebih lanjut, korban mengatakan bahwa setiap dirinya beraktivitas di belakang selalu disambut dengan ketukan pada tembok oleh WNA tersebut. “Setiap saya beraktivitas seperti mandi, nyuci, nyapu, atau masak dia pasti selalu marah dengan getok-getok tembok di sebelah, kebetulan kamar mandi dan dapur bersebelahan dengan kamar dia,” paparnya.
Dalam unggahan terbarunya di Instagram Story, istri korban mengaku dirinya trauma untuk beraktivitas malam, bahkan sekadar ke dapur mengambil air minum. Hal itu terungkap dalam unggahan pesan yang ia kirim kepada pasangan WNA tersebut.
“Mbak aku yang belum bisa damai. Mbak nggak tau gimana aku di sini beberapa bulan ini, nggak ada yang tau gimana tertekannya aku mau beraktivitas mbak,” tulisnya dalam isi pesan itu.
“Sampai aku marahin anakku terus kalau dia berisik, suamiku lewat jam 10 nggak aku kasih dia ke dapur walaupun cuma ambil air, itu karena aku bener-bener ketakutan sendiri mbak,” sambungnya.
Proses Hukum yang Terus Dilanjutkan
Ia juga menekankan bahwa proses hukum akan terus dilanjutkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dalam keterangan resmi kepolisian pada Jumat, 10 April 2026, WNA Italia tersebut sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Sat Reskrim Polresta Denpasar.
Penyebab dan Dampak yang Menonjol
- Pemicu kejadian: JF merasa terganggu dengan aktivitas pagi di rumah korban.
- Kerugian materi: Motor korban mengalami kerusakan pada bagian bingkai lampu belakang.
- Trauma psikologis: Istri korban mengalami trauma dan takut untuk beraktivitas di malam hari.
- Tindakan berulang: JF sering melakukan tindakan kasar, termasuk melempar helm dan barang lain.
