Jadwal Penerbitan SBN 2026 dan Jenis-Jenisnya
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah merilis jadwal penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) untuk tahun 2026. Tahun ini, investor ritel kembali diberikan berbagai pilihan SBN, baik yang bersifat konvensional maupun berbasis syariah. Setiap jenis SBN memiliki karakteristik dan skema imbal hasil yang berbeda, sehingga cocok untuk berbagai profil risiko investor.
Seluruh SBN ritel 2026 dirancang khusus untuk investor individu warga negara Indonesia (WNI) dengan profil risiko relatif rendah. Selain itu, pembayaran pokok dan imbal hasil dari SBN dijamin langsung oleh negara, sehingga menjadi pilihan favorit bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara aman sekaligus berkontribusi pada pembangunan nasional.
Surat Berharga Negara atau SBN adalah instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana hasil penerbitan SBN digunakan untuk mendukung berbagai program dan proyek strategis pemerintah.
Berikut adalah daftar lengkap jenis SBN 2026 beserta jadwal penawarannya:
1. Obligasi Negara Ritel (ORI029 dan ORI030)
Obligasi Negara Ritel (ORI) merupakan SBN konvensional yang ditawarkan khusus kepada investor individu di pasar perdana melalui mitra distribusi resmi. ORI memberikan kupon tetap yang nilainya tidak berubah hingga jatuh tempo, sehingga cocok bagi investor yang menginginkan kepastian imbal hasil.
Jadwal penawaran ORI 2026:
– ORI029: 26 Januari–19 Februari 2026
– ORI030: 6–30 Juli 2026
2. Sukuk Ritel (SR024 dan SR025)
Sukuk Ritel adalah SBN berbasis syariah yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga memberikan fleksibilitas lebih bagi investor. Instrumen ini menawarkan imbal hasil tetap hingga jatuh tempo. Pada 2026, pemerintah kembali menerbitkan dua seri Sukuk Ritel.
Jadwal penawaran Sukuk Ritel 2026:
– SR024: 6 Maret–15 April 2026
– SR025: 21 Agustus–16 September 2026
3. Sukuk Tabungan (ST016 dan ST017)
Sukuk Tabungan adalah SBN ritel berbasis syariah dengan skema imbal hasil mengambang dengan batas minimal. Instrumen ini cocok bagi investor yang ingin mengikuti pergerakan suku bunga, namun tetap memiliki perlindungan imbal hasil minimum.
Jadwal penawaran Sukuk Tabungan 2026:
– ST016: 8 Mei–3 Juni 2026
– ST017: 6 November–2 Desember 2026
4. Savings Bond Ritel (SBR015)
Savings Bond Ritel (SBR) merupakan SBN non-tradable dengan imbal hasil mengambang dan batas minimal. Keunggulan utama SBR adalah adanya fasilitas early redemption, yakni pencairan sebagian dana sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan yang berlaku.
Jadwal penawaran SBR015 berlangsung pada 28 September–22 Oktober 2026.
5. Sukuk Wakaf Ritel (SWR007)
Sukuk Wakaf Ritel atau Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) merupakan instrumen wakaf uang yang diterbitkan pemerintah. Berbeda dengan SBN lainnya, imbal hasil SWR tidak diterima investor, melainkan disalurkan oleh nazhir untuk mendukung program sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.
Jadwal penawaran SWR007 berlangsung pada 4 September–21 Oktober 2026.
Sebagai catatan, pembelian SBN ritel hanya dapat dilakukan selama masa penawaran melalui mitra distribusi resmi yang ditunjuk pemerintah, seperti perbankan, perusahaan sekuritas, maupun platform fintech.
Dengan beragam pilihan SBN yang tersedia, masyarakat dapat menyesuaikan instrumen investasi sesuai tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta preferensi risiko masing-masing.
