Penemuan Benda Mengejutkan di Dalam Mobil Pengemudi yang Viral
Polisi menemukan sejumlah benda yang mengejutkan dari dalam mobil yang dikemudikan oleh seseorang yang viral karena aksi ugal-ugalan di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (25/2/2026) lalu.
Pengemudi mobil Toyota Calya bernama Hafiz Mahendra ternyata diam-diam membawa dua senjata tajam. Pemuda berusia 25 tahun itu kepergok membawa golok dan badik. Selain itu, di dalam mobilnya juga ditemukan empat buah pelat nomor kendaraan yang berbeda-beda.
“Kita langsung melakukan penggeledahan di dalam mobil yang digunakan oleh pengendara, didapati ada empat buah atau empat pasang TNKB (pelat nomor) berlainan. Kemudian juga ditemukan ada satu senjata api mainan dan dua senjata tajam jenis golok dan badik. Itu yang kami temukan,” ungkap Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin.
Akibat dari aksinya, Hafiz kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian pasca-insiden. Tak hanya diperiksa, Hafiz juga menjalani tes urine untuk memastikan apakah ia menggunakan narkoba. Hasil tes urine yang dilakukan hari ini, Kamis (26/2/2026), menunjukkan bahwa Hafiz negatif terhadap narkoba.
Meskipun hasilnya negatif, Hafiz tetap tidak bisa lepas dari jerat hukum. Ia terancam dijerat dengan ancaman Pasal 311 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Ancaman hukuman yang menghadangnya adalah penjara maksimal selama empat tahun dan denda sebesar Rp8 juta.
“Pengendara yang mengendarai kendaraannya dengan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain di Pasal 311 ayat 1, mengakibatkan kerugian materiil di ayat 2, dan ayat 3-nya ada korban luka,” kata Kombes Komarudin.
Perhatian Terhadap Pacar Pelaku
Selain sosok Hafiz yang menjadi sorotan dalam insiden mobil ugal-ugalan di Gunung Sahari, publik juga mulai membicarakan tentang pacar pelaku. Ternyata, di dalam mobil yang dikemudikan Hafiz secara serampangan itu juga ada sang kekasih.
Dalam video yang beredar saat insiden, pacar Hafiz terlihat duduk di kursi depan. Saat Hafiz menabrak sejumlah motor dan mobil, aksi sang pacar di dalam mobil menjadi perbincangan. Pasalnya, pacar Hafiz terlihat sempat mengacungkan jarinya ke arah warga yang mengerumuni mereka.
Namun, ada netizen yang beranggapan bahwa pacar Hafiz sempat mengacungkan jari tengah. Sementara itu, beberapa netizen lain mengatakan bahwa pacar Hafiz tidak mengacungkan jari tengah, melainkan telunjuk. Beberapa komentar netizen antara lain:
- “Padahal itu di sampingnya cewenya ya. Cewenya gk ngajarin apa itu buat gk bertindak kaya gitu,”
- “Pada ngeuh gaa sii pas ceweknya dadah2 sambil tangan kanannya ngasih jari tengahh,”
- “Iya kayaknya jari telunjuknya de kak, karena dia lagi megang hp sambil nunjuk ya,”
- “Greget bgt sama si cewek nya,”
- “Kayanya setres tu cewe ngapain dia dadah2,”
Pengakuan Pengemudi
Sebelumnya, Hafiz Mahendra telah memberikan pengakuan mengejutkan usai aksinya ugal-ugalan di Gunung Sahari membuat resah. Menurut Hafiz, alasannya ia melakukan aksi ugal-ugalan karena panik karena tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) serta tidak membawa STNK mobil yang ia kemudikan.
Karenanya, saat bertemu dengan mobil polisi di jalanan, Hafiz bertingkah berlebihan. Alih-alih berhenti saat berpapasan dengan mobil polisi, Hafiz malah memutar balik kendaraannya lalu nekat melawan arah.
“Karena saya enggak bawa SIM, enggak punya SIM dan enggak bawa STNK. Jadinya saya takut sama polisi, takutnya ditilang,” akui Hafiz Mahendra.
Selain tidak membawa SIM, Hafiz juga melawan arah karena tidak tahu jalanan di Jakarta. Hafiz merupakan warga Sidoarjo, Jawa Timur, awalnya hendak menuju ke Ancol, Jakarta Utara, ke rumah sang pacar.
“(Saya) enggak tahu jalan. (Saya) dari Surabaya terus ke Karawang terus menuju ke Ancol ke rumah pacar saya,” kata Hafiz.
Terkait dengan aktivitasnya sebelum tragedi ugal-ugalan di Gunung Sahari itu terjadi, Hafiz blak-blakan. Ia mengaku baru saja membeli makanan dimsum dengan sang kekasih. Tanpa pikir panjang, Hafiz langsung melawan arah saat bertemu dengan polisi di jalan.
Hal itu mengakibatkan sejumlah kendaraan motor dan mobil rusak hingga seorang warga luka-luka.
“Karena udah lawan arah, udah enggak bisa berhenti. Panik banget,” akui Hafiz.
