Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Ekonomi

BBM Non-Subsidi Naik, Ekonom UNP Waspadai Kenaikan Biaya Produksi di Sumbar

admin
Last updated: April 22, 2026 9:03 pm
admin
Share
4 Min Read
SHARE

Kenaikan Harga BBM Non Subsidi dan Dampaknya terhadap Inflasi

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di Indonesia telah memicu kenaikan inflasi jenis cost push inflation. Hal ini terjadi sejak 18 April 2026, ketika harga BBM seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite mengalami penyesuaian. Penyebab utamanya adalah naiknya harga bahan minyak mentah dunia, sehingga kebijakan ini berlaku secara nasional.

Contents
  • Kenaikan Harga BBM Non Subsidi dan Dampaknya terhadap Inflasi
  • Dampak pada Transportasi dan Produksi
  • Langkah Pemerintah Daerah dalam Mengatasi Inflasi
  • Respons Masyarakat terhadap Kenaikan Harga BBM
  • Tidak Terlalu Terpengaruh

Pakar Ekonom dari Universitas Negeri Padang (UNP), Hasdi Aimon menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM ini dapat menyebabkan cost push inflation. Cost push inflation merupakan jenis inflasi yang terjadi akibat lonjakan biaya produksi, seperti bahan baku, upah tenaga kerja, dan energi. Fenomena ini memaksa produsen untuk menaikkan harga jual barang atau jasa agar bisa mempertahankan margin keuntungan, meskipun permintaan pasar tidak meningkat.

“Naiknya harga BBM tentu menyebabkan cost push inflation, yakni meningkatnya harga bahan baku, upah tenaga kerja hingga energi,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dampak pada Transportasi dan Produksi

Di Sumatera Barat, kenaikan harga BBM non subsidi juga berdampak pada biaya transportasi dan produksi. Selain itu, kenaikan ini juga berpotensi mendorong inflasi daerah. Menurut Hasdi, hal ini terkait dengan aksesibilitas barang dan orang.

“Dampaknya ke masyarakat, tentu daya beli akan menurun, dan berdampak juga kepada UMKM. Karena biaya produksi produknya meningkat,” tegasnya.

Langkah Pemerintah Daerah dalam Mengatasi Inflasi

Untuk mengatasi cost push inflation, pemerintah daerah (pemda) dapat memberikan subsidi berupa voucher BBM. Voucher ini dapat diprioritaskan terhadap UMKM agar harga produknya tidak naik. Tujuan lainnya adalah agar masyarakat masih mampu mempertahankan daya beli.

“Pemda kita dapat memberi subsidi voucher BBM kepada UMKM, agar harga produk tidak naik,” kata Hasdi.

Di sisi lain, masyarakat disarankan untuk membentuk pola konsumsi BBM dengan mengurangi perjalanan yang tidak bermanfaat. Ia menyarankan agar masyarakat menggunakan BBM non subsidi hanya untuk kepentingan yang benar-benar tidak bisa ditunda.

“Maka, berpergian saja sesuai dengan kebutuhan perjalanan. Jangan gunakan BBM untuk perjalanan yang tidak bermanfaat,” tambahnya.

Respons Masyarakat terhadap Kenaikan Harga BBM

Dalam laporan sebelumnya, sejumlah warga masih bersyukur karena BBM seperti Pertamax dan Pertalite tidak ikut naik. Di Padang, Sumatera Barat, Pertamax saat ini dibanderol Rp12.900 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter.

Namun, sejumlah BBM non-subsidi mengalami kenaikan signifikan. Contohnya, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp20.250 per liter dari sebelumnya Rp13.650 per liter, atau naik sekitar Rp6.600. Pertamina Dex melonjak menjadi Rp24.950 per liter dari harga sebelumnya Rp15.100 per liter, meningkat sekitar Rp9.850. Sementara Dexlite kini menjadi Rp24.650.

Annisa, seorang warga yang ditemui di SPBU Kayu Gadang, mengatakan: “Syukurlah Pertamax tidak ikut naik hari ini, apalagi Pertalite.”

Tidak Terlalu Terpengaruh

Annisa mengaku tidak terlalu terganggu dengan kenaikan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. “Saya tidak terganggu karena memang tidak memakai itu,” jelasnya.

Warga lainnya, Cacan, yang juga bukan pengguna BBM tersebut mengaku tidak terlalu terganggu dengan kenaikan harga BBM non-subsidi. “Yang terpenting itu jangan Solar yang naik. Kalau Solar sampai naik, kami yang di lapangan ini pusing jadinya karena berdampak ke mana-mana,” tambahnya lagi.

Menurut Cacan, jenis BBM yang mengalami kenaikan hari ini jarang digunakan oleh masyarakat umum, melainkan lebih banyak dikonsumsi oleh kalangan kelas atas atau kendaraan plat merah.

Irfan, seorang sopir truk yang sedang mengantre solar juga berharap jangan sampai harga solar yang naik. Apalagi jika mengisi solar harus melewati antrean yang sangat panjang.

“Solar kalau naik tentu terasa sekali tekanannya ditambah antreannya panjang begini. Kami harap setidaknya stoknya selalu ada,” pungkas Irfan.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Ekonomi

Wisatawan asing melonjak di atas 31 juta pada 2025

December 29, 2025
Ekonomi

Koperasi Bantu Pemulihan Ekonomi Daerah Bencana

January 14, 2026
Ekonomi

Harga BBM turun Rp 550, daftar terbaru Selasa 10 Februari 2026

February 12, 2026
Ekonomi

Pertalite Rp15 Ribu per Botol, Kenaikan Harga Pangan Tekan Bulukumba dan Sinjai Pasca Idulfitri

March 26, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?