Pemkab Bone Bolango Usulkan 50 Sekolah untuk Direvitalisasi Tahun 2026
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya, khususnya melalui pembenahan infrastruktur sekolah. Salah satu langkah utamanya adalah mengusulkan sebanyak 50 satuan pendidikan untuk masuk dalam program revitalisasi pada tahun 2026. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kondisi bangunan sekolah yang layak digunakan sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango, Basir Noho, menjelaskan bahwa jumlah usulan tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, hanya 12 sekolah yang masuk dalam program revitalisasi, termasuk 6 SD, 3 TK, dan 3 SMP. Sementara itu, tahun ini pihaknya mengajukan 50 sekolah dengan harapan dapat terakomodir.
“Kalau tahun kemarin kita ada 12 sekolah, terdiri dari 6 SD, 3 TK, dan 3 SMP yang masuk program revitalisasi. Tahun ini kita ajukan 50 sekolah dan mudah-mudahan bisa terakomodir,” ujar Basir Noho saat diwawancarai.
Menurutnya, tingginya jumlah usulan tidak lepas dari masih banyaknya kondisi bangunan sekolah yang memerlukan perhatian, terutama yang sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, ia mengakui bahwa realisasi program sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dari pemerintah pusat. Tidak semua usulan dipastikan dapat langsung direalisasikan pada tahun berjalan.
“Paling tidak 50 persen dari jumlah itu bisa teralokasikan. Karena memang ada keterbatasan penganggaran di pusat, sehingga sisanya akan kita siapkan kembali dari sisi data untuk diajukan pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pengajuan revitalisasi tidak hanya sekadar memasukkan daftar sekolah, tetapi juga harus didukung kelengkapan administrasi serta validasi data yang akurat agar prioritas benar-benar tepat sasaran. Lebih jauh, Basir menekankan bahwa pembenahan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Kalau infrastrukturnya baik, tentu proses belajar mengajar juga bisa lebih maksimal. Ini yang terus kita dorong,” katanya.
Program Pendukung Lainnya di Tahun 2026
Selain fokus pada perbaikan fisik sekolah, Dinas Pendidikan Bone Bolango juga menjalankan berbagai program lain sepanjang 2026. Salah satunya adalah pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan kesetaraan. Pemerintah daerah menargetkan seluruh layanan pendidikan dasar dapat memenuhi standar nasional yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, sejumlah agenda pengembangan siswa juga tengah dipersiapkan, seperti tes kemampuan akademik, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Tak hanya aspek akademik, pelestarian budaya lokal turut menjadi perhatian. Pemerintah daerah berencana melanjutkan revitalisasi budaya daerah, termasuk setelah bahasa Suwawa ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah pusat.
Produk budaya seperti kerajinan Bumalo juga telah mendapatkan pengakuan. Program penanganan anak tidak sekolah (ATS) juga terus didorong, dengan fokus pada pendataan ulang serta intervensi langsung ke masyarakat guna menekan angka putus sekolah.
Konsep Sekolah Ramah Lingkungan
Menariknya, tahun ini juga mulai diperkenalkan konsep sekolah ramah lingkungan melalui program Climate Change and Green School. Program ini mendorong kegiatan berbasis lingkungan, seperti pemanfaatan pekarangan, kebun sekolah, hingga taman edukatif.
“Sekolah tidak hanya jadi tempat belajar di kelas, tapi juga ruang untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini,” tutup Basir.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Bone Bolango berharap kualitas pendidikan tidak hanya meningkat dari sisi akademik, tetapi juga didukung fasilitas yang memadai, karakter siswa yang kuat, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya lokal.
