Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Apakah Indonesia Siap Bayar Rp 16 Triliun Jadi Anggota BOP Trump?

Hendra Susanto
Last updated: February 4, 2026 11:45 pm
Hendra Susanto
Share
6 Min Read
SHARE



JAKARTA,

Indonesia telah secara resmi menjadi salah satu anggota Dewan Perdamaian atau Board Of Peace (BOP), sebuah organisasi internasional yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keanggotaan ini ditandatangani langsung oleh Presiden RI Joko Widodo saat menghadiri pembentukan BOP di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyatakan bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam BOP merupakan momen penting untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menyelesaikan konflik Gaza. Ia menilai bahwa ini adalah kesempatan bersejarah untuk mencapai perdamaian di wilayah tersebut.

BOP dibentuk sebagai organisasi baru yang bertujuan untuk mengawal transisi, rekonstruksi, dan stabilitas Gaza pasca-konflik dengan Israel. Pembentukan badan ini merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap) dan telah mendapatkan dukungan Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803 (2025).

Resolusi tersebut juga merujuk pada pembentukan struktur pemerintahan Gaza yang bersifat teknokratis dan non-politis melalui National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).

Tidak ada syarat khusus bagi suatu negara untuk bergabung dalam BOP. Namun, terdapat perbedaan antara keanggotaan sementara dan permanen. Anggota permanen harus membayar biaya sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,9 triliun. Jika tidak, keanggotaan hanya berlaku selama tiga tahun.

Rencananya, iuran ini akan digunakan untuk mendanai rekonstruksi Gaza, namun bisa juga diperluas untuk menangani konflik lain. Dalam surat dan draf piagam yang dilihat Reuters, dewan ini akan dipimpin oleh Donald Trump seumur hidup meski ia sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden AS.

Indonesia belum membahas status keanggotaan permanen

Meskipun telah resmi bergabung dalam BOP, Indonesia belum membahas apakah keanggotaan mereka akan berstatus sementara atau permanen. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela dalam jumpa pers, Kamis.

Menurut Nabyl, hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai pembayaran tersebut. Namun, ia menekankan bahwa keanggotaan di BOP tidak mengharuskan pembayaran, terutama jika tidak untuk keanggotaan permanen.

Apakah Indonesia perlu menjadi anggota permanen?

Guru Besar Tetap Ilmu Sejarah FIB UI Yon Machmudi menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu menjadi anggota permanen dalam organisasi bentukan Trump tersebut. Mengingat BOP dibentuk bukan untuk menjadi organisasi yang membawahi PBB, melainkan untuk penyelesaian konflik Palestina.

Yon menilai bahwa selama tujuan pembentukan BOP dapat segera diselesaikan, maka BOP tidak lagi memiliki peran signifikan dalam diplomasi luar negeri Indonesia. Ia menyarankan agar fokus pada efektivitas peran Indonesia dalam menyelesaikan masalah Gaza, tanpa perlu buru-buru menjadi anggota permanen.

Namun, jika BOP berlanjut sebagai lembaga yang dianggap antitesa terhadap PBB, maka keterlibatan Indonesia perlu ditinjau ulang.

Pertanyaan tentang perwakilan Palestina

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal mempertanyakan mengapa perlu ada biaya fantastis 1 miliar dolar AS untuk menjadi anggota permanen. Menurutnya, hal ini mengesankan BOP sebagai gerakan yang sangat transaksional dan elitis.

Ia juga menegaskan bahwa Kemenlu RI perlu menjawab sejumlah pertanyaan publik terkait bergabungnya Indonesia ke BOP. Pemerintah harus secara gamblang memperlihatkan hak dan kewajiban Indonesia sebagai negara anggota BOP dan menjamin proses di dalamnya tidak menjadi proyek real estate Trump di Gaza.

Selain itu, Dino mempertanyakan perwakikan Palestina dalam BOP, karena saat ini Amerika dan Israel sudah menjadi anggota BOP. Ia menanyakan, jika ada PM Israel Netanyahu dalam Dewan Perdamaian, bagaimana dengan perwakilan Palestina?

Menarik diri jika merugikan Palestina

Guru Besar Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam Sudarnoto Abdul Murad turut menyampaikan pendapatnya atas keputusan Presiden Jokowi. Atas nama Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia, Sudarnoto meminta Jokowi untuk mempertimbangkan secara serius menarik diri dari forum buatan Trump tersebut.

Upaya ini bisa dilakukan jika ke depan terbukti BOP ternyata hanya untuk memuluskan jalan Israel menganeksasi Gaza. Ia menyarankan agar Indonesia mempertimbangkan secara serius untuk menarik diri secara terhormat dari forum internasional mana pun apabila terbukti benar-benar menyimpang dari prinsip keadilan dan kemerdekaan Palestina.

Permintaan ini bukan tanpa alasan. Sudarnoto mengatakan, ada masalah besar dalam struktur BOP yang sangat serius. Misalnya, keterlibatan Israel sebagai anggota setara, bukan sebagai occupying power yang harus dimintai pertanggungjawaban atas kekerasan di Gaza.

Model ini berisiko menggeser isu dari keadilan dan kemerdekaan menjadi sekadar manajemen konflik dan stabilitas kawasan. Sudarnoto juga menegaskan bahwa pemerintah seharusnya mematok resolusi PBB sebagai patokan untuk mewujudkan perdamaian di Gaza. Hukum humaniter internasional dan self-determination harus tetap menjadi dasar yang tidak dapat ditawar.

Jalan lain yang bisa dipertimbangkan di luar BOP, Indonesia bisa memperkuat peran bersama negara lain dan masyarakat global secara konsisten terkait kemerdekaan Palestina. Memperkuat engagement dan koordinasi antara pemerintah dengan kekuatan/organisasi civil society dalam mendukung kemerdekaan Palestina, serta mendorong agar Israel diberi sanksi internasional atas semua kejahatan yang dilakukan.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByHendra Susanto
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Rismon Sianipar Bocorkan Aktor Rahasia di Balik Kasus Ijazah Jokowi

April 9, 2026
Politik

KDM Bela Pedagang Telur yang Diancam Akibat Kritik Jalan Rusak di Garut

January 8, 2026
Politik

Trump Bocorkan Chat Pribadi dengan Macron dan Jens Stoltenberg soal Greenland

January 25, 2026
Politik

Ketua Fraksi PAN Bantah Tuduhan ART Cubit Anggota DPRD Bengkulu

March 10, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?