Kesiapan Polsekwas Pelabuhan Semayang Menghadapi Arus Nataru
Kepolisian Sektor Kawasan (Polsekwas) Pelabuhan Semayang, Balikpapan, telah mempersiapkan langkah-langkah pencegahan dan pengamanan untuk menghadapi arus lalu lintas yang diperkirakan meningkat selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Letak pelabuhan yang berdekatan dengan jalan raya berukuran terbatas serta banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan dinilai rentan menyebabkan kemacetan.
Kapolsekwas Pelabuhan Semayang, AKP Hari Purnomo, menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi kepada seluruh personel untuk siaga penuh, khususnya di area depan pelabuhan. “Kerawanan lebih ke kemacetan. Untuk itu, kami sudah perintahkan anggota agar selalu siaga di depan pelabuhan guna mengatur arus lalu lintas,” ujarnya.
Pengamanan Diperketat di Titik Strategis
Selain pengaturan lalu lintas, Polsekwas Semayang juga menyiapkan langkah pengamanan menyeluruh untuk memastikan kelancaran dan keamanan aktivitas penumpang. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, baik di ruang tunggu maupun di kawasan pelabuhan secara keseluruhan.
“Personel kami siagakan di pintu satu, dua, dan tiga pelabuhan. Total selama Operasi Natal dan Tahun Baru kami menyiapkan sekitar 15 personel yang dibagi dalam tiga sif. Setiap sif terdiri dari lima personel di bawah kendali satu perwira,” jelasnya.
Jika terjadi lonjakan aktivitas penumpang atau adanya permintaan tambahan dari PT Pelni maupun otoritas pelabuhan, jumlah personel dipastikan akan ditambah sesuai kebutuhan.
Cegah Calo, Imbauan dan Penyuluhan Digencarkan
Dalam rangka mencegah praktik percaloan tiket, Polsekwas Semayang telah memasang berbagai imbauan di area pelabuhan, terutama di ruang tunggu dan pintu masuk. “Imbauan sudah kami pasang di ruang tunggu maupun di bagian depan pelabuhan, agar masyarakat tidak membeli tiket melalui calo dan langsung melalui Pelni,” ujar Hari.
Selain pemasangan imbauan, penyuluhan langsung kepada calon penumpang juga dilakukan setiap hari oleh jajaran Binmas. Penyuluhan menyasar penumpang kapal Pelni maupun kapal perintis.
“Setiap hari anggota kami melakukan penyuluhan dan imbauan langsung kepada penumpang. Sampai saat ini belum ditemukan penumpang yang secara terbuka menggunakan tiket calo. Situasinya masih relatif landai,” jelasnya.
Meski demikian, Hari menegaskan pihak kepolisian tetap menyiapkan langkah tegas jika ditemukan praktik percaloan. “Kalau ditemukan, tentu akan ada penindakan sesuai ketentuan,” tegasnya.
X-ray Temukan Senjata Tajam
Dari sisi keamanan, seluruh penumpang diwajibkan melewati pemeriksaan X-ray. Dalam pemeriksaan tersebut, polisi sempat menemukan senjata tajam yang dibawa penumpang.
“Ada temuan senjata tajam dari pemeriksaan X-ray. Langsung kami amankan di pelabuhan dan kemudian diserahkan ke Polsek,” jelas AKP Hari.
Menurut pengakuan penumpang, senjata tajam tersebut merupakan barang bawaan pribadi. “Katanya untuk keperluan di kampung, biasanya orang dari hutan membawa saja. Tapi tetap kami amankan demi keselamatan bersama,” tuturnya.
Sebagai catatan, pada periode mudik Lebaran lalu, Polsekwas Semayang berhasil mengamankan 186 bilah senjata tajam, yang mayoritas terdeteksi melalui mesin X-ray di terminal Pelabuhan Semayang Balikpapan.
Posko Angkutan Nataru Resmi Dibuka
Seiring meningkatnya mobilitas penumpang, Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru Pelabuhan Semayang Balikpapan resmi dibuka. Posko mulai beroperasi sejak Rabu (18/12) pukul 16.30 Wita dan akan berlangsung selama 22 hari hingga 8 Januari 2026.
Kepala KSOP Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu, mengatakan posko ini merupakan tindak lanjut arahan Posko Nasional Kementerian Perhubungan untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran angkutan laut selama libur akhir tahun.
Penumpang Diprediksi Naik 20 Persen
Menurut Frederik, jumlah penumpang di Pelabuhan Semayang selama periode Nataru diperkirakan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KSOP memberikan dispensasi penambahan kapasitas kapal dengan tetap mengutamakan keselamatan.
“Kapal Pelni yang kapasitas normalnya sekitar 1.900 penumpang dapat diberikan dispensasi hingga 2.946 penumpang, sedangkan kapal roro dari sekitar 800 penumpang bisa hingga 1.200 penumpang,” jelasnya.
Namun, dispensasi tersebut diberikan secara selektif setelah kapal dinyatakan laik laut melalui pemeriksaan RAM check oleh Marine Inspector dan Pengamat Keselamatan Kapal.
Faktor cuaca juga menjadi perhatian utama dengan pemantauan dilakukan secara real time melalui Posko Nataru. “Jika cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan kapal akan ditunda hingga kondisi benar-benar aman,” pungkas Frederik.
