Keterlibatan Bupati Tulungagung dalam Partai Politik
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang diusung oleh Partai Gerindra dalam Pilkada 2024 ternyata belum menjadi kader partai berlambang kepala burung garuda tersebut. Meski telah mendaftar sebagai kader, statusnya masih terhambat oleh restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.
Proses Pendaftaran dan Tantangan yang Dihadapi
Ketua OKK DPD Gerindra Jawa Timur, Hidayat, mengakui bahwa Gatut Sunu Wibowo memang sudah mendaftar sebagai kader Partai Gerindra. Namun, keanggotaannya belum resmi terdaftar. “Masih belum (terdaftar sebagai kader Gerindra),” ujar Hidayat dalam keterangannya.
Hidayat juga menyebutkan bahwa sebenarnya Gatut sempat akan bergabung dengan Gerindra dalam waktu dekat. Sayangnya, pendaftaran Gatut harus terhalang oleh restu DPP Gerindra. Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan bahwa Gatut Sunu diusung oleh banyak partai saat mengikuti Pilkada 2024. Namun, hingga saat ini, Gatut masih belum terdaftar sebagai kader Gerindra.
Barulah setelah terpilih menjadi Bupati Tulungagung, Gatut Sunu kemudian mendaftar sebagai kader Gerindra. “Baru setelah jadi bupati, belum lama, dia mendaftar menjadi kader Gerindra,” kata Dasco.
Status Kader Partai Lain
Selain itu, PDIP juga memberikan pernyataan terkait status keanggotaan Gatut Sunu Wibowo. Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jatim, Budi “Kanang” Sulistyono, menegaskan bahwa Gatut tidak lagi menjadi kader partai tersebut sejak sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
“Ketika seseorang anggota PDI Perjuangan sudah mencalonkan diri menjadi calon eksekutif dan legislatif dari partai lain maka tanpa proses pemecatan pun sudah otomatis gugur keanggotaan partainya,” ujar Kanang.
Penegasan ini disampaikan setelah Gatut Sunu terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (10/4/2026) malam.
Pilkada 2024 dan Pasangan Calon
Pada Pilkada 2024, Gatut diusung oleh Partai Gerindra, Golkar, dan PKS sebagai calon bupati berpasangan dengan Ketua DPC Gerindra Tulungagung, Ahmad Baharudin, sebagai calon wakil bupati. Pasangan tersebut memenangkan Pilkada dengan perolehan 297.882 suara atau 50,72 persen dan dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Operasi Tangkap Tangan KPK
Sehari setelahnya, Gatut Sunu terjaring OTT KPK. Informasi yang didapat, KPK datang ke Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah anggota Satpol PP yang berjaga disita ponselnya. Personel KPK juga terlihat mengeledah kantor Dinas PUPR di dalam area kantor Pemkab Tulungagung.
Pada Jumat malam, sejumlah pejabat Pemkab Tulungagung mendatangi Polres Tulungagung untuk diperiksa KPK. Salah satu yang datang dengan mobil personel KPK adalah Yulius Rama Isworo. Kabag Umum ini turun disusul personel KPK, lalu menurunkan kardus-kardus berisi berkas. Sebelumnya Dwi Yoga, ajudan bupati juga datang dengan minibus bersama personel KPK. Mereka kemudian menurunkan koper diduga berisi dokumen.
Sejumlah pejabat datang sendiri, seperti Kabag Kesra Makrus Mannan, Kabag Pemerintahan Arif Effendi, Kepala Satpol PP Hartono, Direktur RSUD Iskak Zuhrotul Aini, dan Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo. Sementara seorang perwira di Polres Tulungagung mengatakan, Plt Sekda Soeroto dan Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo sudah lebih dulu datang.
Penyitaan Uang Ratusan Juta
KPK tidak hanya mengamankan belasan orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (10/4/2026) malam. Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan lembaga antirasuah juga turut menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya penyitaan uang dalam giat penindakan yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Sabtu (11/4/2026) pagi. “Ada uang ratusan juta rupiah,” kata Fitroh memberikan konfirmasi terkait temuan barang bukti dari operasi tersebut.
Adapun penangkapan pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten Tulungagung itu sebelumnya juga telah dibenarkan oleh Fitroh pada Jumat malam.
