Kasus Penipuan yang Melibatkan Adly Fairuz
Adly Fairuz, seorang aktor, penyanyi, dan politisi Indonesia, kini tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan. Dugaan ini bermula dari tindakan yang dilakukannya untuk meyakinkan korban agar menyerahkan uang senilai Rp 3,65 miliar dengan iming-iming meloloskan anaknya ke Akademi Kepolisian (Akpol).
Korban, Abdul Hadi, mengaku telah memberikan uang tersebut pada tahun 2023 hingga 2024. Awalnya, ia percaya bahwa uang itu diberikan kepada sosok bernama “Jenderal Ahmad”. Namun, kecurigaan muncul ketika ternyata Jenderal Ahmad itu adalah Adly Fairuz sendiri.
“Awalnya disampaikan uang itu diserahkan ke ‘Jenderal Ahmad’. Saya sebagai keluarga besar Polri justru kaget, karena tidak mengenal sosok Jenderal Ahmad,” ujar Farly Lumopa, kuasa hukum korban.
Saat diminta bertemu langsung dengan “Jenderal Ahmad”, Farly terkejut karena yang ditunjukkan adalah Adly Fairuz. Ia juga menyebut bahwa nama “Ahmad” diambil dari nama lengkap Adly Fairuz, yaitu Ahmad Adly Fairuz.
Selain menggunakan gelar “Jenderal”, Adly diduga meyakinkan korban dengan mengklaim memiliki akses kuat di lingkungan kepolisian serta hubungan kekerabatan dengan mantan pejabat tinggi negara. Tidak hanya itu, ia juga menyebut bahwa Agung Wahono, yang disebut sebagai orang yang membantu, diperintah oleh Adly Fairuz untuk mencari orang-orang yang ingin masuk ke kepolisian.
Ingkar Janji dan Jalur Hukum
Setelah anak korban gagal lolos seleksi Akpol dua kali, pihak Adly Fairuz sempat menunjukkan itikad baik dengan membuat kesepakatan di hadapan notaris pada 2025. Dalam kesepakatan tersebut, uang akan dikembalikan dengan skema cicilan sebesar Rp 500 juta per bulan.
Namun, realisasinya tidak sesuai kesepakatan. “Baru bayar satu kali di awal 2025. Setelah itu ia menghilang. Setiap kali ditagih, hanya janji-janji saja,” tegas Farly.
Karena tidak adanya itikad baik lebih lanjut, Abdul Hadi akhirnya menempuh jalur hukum. Gugatan perdata dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Januari 2026 atas dasar wanprestasi. Nilai tuntutan hampir Rp 5 miliar. Selain itu, kasus ini juga dilaporkan secara pidana ke Polres Metro Jakarta Timur dengan tuduhan tindak pidana penipuan dan penggelapan.
Adly Fairuz Digugat Cerai Usai Disomasi
Sementara itu, kabar tentang gugatan cerai yang dilayangkan oleh istri Adly Fairuz, Angbeen Rishi, ramai beredar setelah pihaknya melakukan somasi. Maman Ade Rukiman, kuasa hukum dari pihak istri, menduga bahwa somasi tersebut turut memengaruhi kehidupan pribadi Adly Fairuz.
“Setelah somasi sampai, tiba-tiba muncul pemberitaan soal perceraian. Padahal sebelumnya Adly dikenal jauh dari gosip miring dan memiliki rekam jejak karier yang baik,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Adly Fairuz terkait gugatan tersebut. Adly sendiri dikabarkan harus menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, 8 Januari 2026, terkait gugatan perceraian tersebut.
Profil Adly Fairuz
Adly Fairuz, atau Ahmad Adly Fayruz, adalah aktor, penyanyi, dan politisi Indonesia keturunan Sunda yang lahir pada 14 April 1987 di Jakarta atau Tangerang. Ia dikenal luas melalui peran Aldo di sinetron Cinta Fitri dan terus aktif di hiburan hingga kini.
Saat ini usianya menginjak 38 tahun. Adly Fairuz merupakan putra sulung dari H. Agus Irianto dan Hj. Lutfiah, dengan empat adik. Ia menikah dengan Angbeen Rishi pada 28 Maret 2020 dan memiliki anak bernama Ardashir Behrouz Al Barraq yang lahir 1 Januari 2021.
Agamanya Islam, hobi termasuk main bola dan riding, serta aktif di Instagram @adlyfayruz.
Karier keratisannya dimulai tahun 2006 dengan memenangkan Supermama Selebconcert dan debut di sinetron Tikus dan Kucing Mencari Cinta. Terobosan besar datang lewat peran Aldo di Cinta Fitri (2007–2011) selama 7 musim, yang membawanya memenangkan SCTV Awards 2009 dan 2010 sebagai Aktor Pendamping Paling Ngetop.
Tidak hanya itu, Aldy Fairuz juga membintangi Jodoh Wasiat Bapak (2017–2019) sebagai Zulkifli Adam, nominasi Festival Film Bandung 2017. Baru-baru ini muncul di Cinta di Bawah Tangan (2025) dan FTV.
Di musik, grup The Adly’s merilis album Perjalanan Hidup (2010) dan Dengarkanlah Sahabatku (2011).
