Peristiwa Siswa SD di NTT yang Diduga Mengakhiri Hidupnya
Peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa SD berinisial YBR (10 tahun) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan publik. YBR ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya di kebun dekat pondok bambu yang menjadi tempat tinggalnya bersama neneknya di Desa Nenowea. Peristiwa ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga pendidikan.
Penyebab Dugaan Bunuh Diri
Berdasarkan informasi yang diperoleh, YBR diduga mengakhiri hidupnya akibat tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolah, khususnya buku dan pulpen. Hal ini terungkap dari secarik kertas tulisan tangan yang ditemukan oleh polisi. Kertas tersebut menyiratkan bahwa YBR merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan belajarnya. Meski demikian, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian ini.
Tanggapan Pihak Sekolah
Kepala UPTD SD Negeri Rutojawa, Maria Ngene, memberikan respons terkait informasi kurangnya perlengkapan belajar YBR. Ia mengatakan bahwa pihak sekolah tidak mengetahui secara rinci kondisi YBR. Menurut Maria, pemantauan kebutuhan pribadi siswa biasanya dilakukan oleh wali kelas masing-masing. Selama proses belajar mengajar, YBR tidak pernah menyampaikan keluhan atau menunjukkan kendala yang menonjol.
“Saya belum menerima informasi soal kekurangan perlengkapan belajar. Biasanya wali kelas yang lebih mengetahui. Apalagi ini awal semester, mungkin kebutuhannya belum sempat dipenuhi,” ujar Maria.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak sekolah memiliki keterbatasan dalam memantau kondisi sosial siswa secara detail, terutama karena jumlah peserta didik yang banyak dan minimnya laporan langsung dari siswa maupun keluarga.
Profil Keluarga YBR
YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak berusia 1 tahun 7 bulan, ia diasuh oleh neneknya yang bernama Welumina Nenu (80 tahun). Keduanya tinggal di gubuk bambu yang berukuran sekitar 2×3 meter. Ibunya, Maria Goreti Te’a (47 tahun), tinggal bersama empat kakak YBR di rumah terpisah. Ayah YBR merantau ke Kalimantan selama 12 tahun.
Menurut ibu YBR, pada hari kejadian, YBR mengeluh pusing sehingga tidak mau pergi ke sekolah. Namun, Maria Goreti meminta YBR tetap masuk sekolah karena khawatir anaknya ketinggalan pelajaran. Sayangnya, pada siang hari, ia mendapat kabar dari tetangga bahwa anaknya telah meninggal.
Pengakuan Nenek YBR
Nenek YBR, Welumina Nenu, menyampaikan bahwa YBR dikenal sebagai anak pendiam dan penurut. Ia tidak pernah menunjukkan perilaku aneh selama hidupnya. Semasa hidup, YBR pernah mengeluh tentang buku tulis dan pulpen untuk sekolah. “Kami selalu berusaha penuhi semampu kami,” kata sang nenek.
YBR juga sering membantu neneknya menjual sayur, ubi, dan kayu bakar. Untuk makanan, mereka mengandalkan hasil kebun seperti pisang dan ubi.
Perhatian dari Pihak Berwajib
Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, menyampaikan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa tragis tersebut. “Ini sangat-sangat menjadi atensi, bahkan bukan hanya menjadi kasus lokal NTT, namun sudah sampai ke Istana,” ujarnya.
Menurut Rudi, berdasarkan penyelidikan awal dan hasil olah TKP, terdapat indikasi faktor ekonomi yang menjadi pemicu. Meskipun demikian, hal tersebut masih terus didalami oleh penyidik.
Peringatan Penting
Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi, atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, pembaca bisa menghubungi Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes (021-500-454) atau LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com.
