Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Warga Kampung Bilik Jakbar Tidak Siap Direlokasi ke Rusun, Meski Bantah Klaim Wali Kota

Harini Umar
Last updated: January 24, 2026 4:44 am
Harini Umar
Share
6 Min Read
SHARE

Rencana Relokasi Warga Kampung Bilik Masih Tanda Tanya

Rencana relokasi warga Kampung Bilik, Kalideres, Jakarta Barat untuk dijadikan tempat pemakaman umum (TPU) Pegadungan hingga kini masih menuai tanda tanya. Warga mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas dan transparan terkait kepastian relokasi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat.

Contents
  • Rencana Relokasi Warga Kampung Bilik Masih Tanda Tanya
  • Bantah Pernyataan Wali Kota
  • Asal di Jakarta Barat
  • Tak Diajak Dialog
  • Jangan Mepet Lebaran
  • Bakal Jadi TPU
  • Relokasi Dua Tahap
  • 127 Keluarga

Salah satu warga Kampung Bilik, Lusi, mengatakan hingga saat ini mayoritas warga belum benar-benar memahami rencana relokasi tersebut. Menurutnya, informasi yang diterima warga masih simpang siur dan belum pernah disampaikan secara resmi dalam forum bersama.

“Rencana relokasinya kayaknya sih belum transparan ya. Warga itu masih belum ngerti banget, belum tahu jelasnya seperti apa,” ujar Lusi saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/1/2026).

Bantah Pernyataan Wali Kota

Lusi pun membantah pernyataan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah yang menyebut sudah ada 20 warga Kampung Bilik siap direlokasi ke Rusun sebelum Ramadan tahun ini. Lusi menyebut dari ratusan warga yang terdampak, baru sekitar 10 orang yang menyatakan bersedia direlokasi.

Namun, kata dia, masih sebatas pernyataan lisan dan belum ada kepastian atau konfirmasi resmi dari pihak pemerintah.

“Yang mau itu baru sekitar 10 orang, tapi katanya juga belum ada. Ini cuma ucapan aja, belum ada konfirmasi,” ucapnya.

Asal di Jakarta Barat

Lusi juga menyinggung informasi yang sempat disampaikan bahwa Pemkot Jakarta Barat telah menyiapkan dua rumah susun, yakni Rusun Pesakih dan Rusun Tegal Alur, sebagai lokasi relokasi warga Kampung Bilik. Menurutnya, apabila relokasi benar-benar dilakukan ke Rusun Tegal Alur atau Pesakih, sebagian besar warga bersedia untuk pindah.

“Kalau memang di Tegal Alur atau Pesakih sih oke aja. Warga juga mau,” katanya. Namun, ia menegaskan warga menolak jika harus direlokasi ke wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, atau Jakarta Timur. Warga Kampung Bilik berharap tetap direlokasi di wilayah Jakarta Barat.

“Kalau ke utara, selatan, atau timur warga enggak mau. Maunya tetap di Jakarta Barat,” jelas Lusi.

Meski demikian, hingga kini warga mengaku belum menerima kepastian apakah relokasi benar-benar akan dilakukan ke Rusun Tegal Alur atau Pesakih.

“Belum ada kepastian sama sekali,” ujarnya.

Tak Diajak Dialog

Lusi juga membenarkan bahwa Wali Kota Jakarta Barat sempat datang ke Kampung Bilik pekan lalu. Namun, kunjungan tersebut disebut hanya sebatas peninjauan lokasi tanpa berdialog langsung dengan warga yang terdampak.

“Iya memang datang, tapi enggak ketemu warga. Katanya cuma ninjau aja,” ungkapnya. Ia menilai seharusnya pemerintah mengajak warga berdialog dan mengumpulkan masyarakat terdampak agar rencana relokasi bisa dipahami bersama.

“Harusnya warga yang terdampak dikumpulin, diajak bicara,” katanya.

Jangan Mepet Lebaran

Terkait tenggat waktu relokasi yang disebut-sebut sampai setelah Lebaran, Lusi mengatakan warga berharap adanya perpanjangan waktu. Menurutnya, jadwal tersebut terlalu mepet dan memberatkan warga.

“Kalau masyarakat sih maunya ada perpanjangan. Habis Lebaran itu kan ada yang pulang kampung, silaturahmi ke saudara. Terlalu mepet,” tuturnya.

Bakal Jadi TPU

Diketahui, Kampung Bilik nantinya akan dijadikan lahan TPU Pegadungan untuk mengatasi krisis makam di Jakarta Barat. Pemkot Jakarta Barat mengklaim lahan yang ditempati warga Kampung Bilik adalah milik Pemprov DKI Jakarta. Nantinya, warga Kampung Bilik yang ber-ktp Jakarta akan direlokasi ke dua rusun yang ada di Jakarta Barat yakni Rusun Pesakih dan Rusun Tegal Alur.

Relokasi Dua Tahap

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, relokasi warga Kampung Bilik akan dilakukan dua tahap yakni untuk warga ber-KTP Jakarta dan luar Jakarta. Saat ini Pemkot Jakarta Barat terus mendata terkait jumlah warga yang tinggal di lahan yang nantinya akan dijadikan TPU Pegadungan.

“Untuk yang ber-KTP DKI, kita akan data kembali. Kemarin kita sudah data berapa banyak anak-anak, berapa banyak lansia, ada juga yang kemarin yang sakit jiwa,” kata Iin kepada wartawan, Rabu (14/1/2026). Sementara itu, untuk warga yang ber-KTP Jakarta, 21 orang di antaranya mengaku sudah setuju untuk direlokasi ke rumah susun. Total ada dua rusun yang disiapkan yakni Rusun Pesakin dan Rusun Tegal Alur. Rencananya, relokasi awal dilakukan sebelum Ramadan tahun ini.

“Kemudian yang kedua, yang terkait dengan ber-KTP DKI, ada 21 orang yang sudah siap akan kita relokasi di awal sebelum bulan Ramadan,” kata Iin. Iin mengatakan, dirinya telah meminta kepada pengelola rusun agar fasilitas unit yang akan ditempati warga eks Kampung Bilik harus berfungsi.

“Kemarin saya lihat ada beberapa yang harus perlu di-follow up ya, tapi kepala UPT Rusun akan melaksanakan tindak lanjuti beberapa poin-poin yang kami lakukan kemarin ada evaluasi,” ujarnya.

127 Keluarga

Diketahui, total ada 127 keluarga yang selama ini menempati lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal terdampak penggusuran dalam waktu dekat. Dari total 127 KK, sebanyak 113 KK ber-KTP DKI, sementara sisanya berasal dari luar daerah, seperti Tangerang.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByHarini Umar
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Reaksi Al Haris Terkait Namanya Disebut dalam Sidang Korupsi DAK Disdik Jambi

March 23, 2026
Politik

Makna kata rasisme, hubungan rasisme dengan serangan AS dan Israel ke Iran yang viral

March 4, 2026
Politik

Israel Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian, Pakar UI: Tidak Ada Keseimbangan, Solusi Dua Negara Tak Terwujud

February 14, 2026
Politik

Perdebatan Pemakzulan Trump Memuncak, Amendemen ke-25 Jadi Senjata Terakhir

January 29, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?