Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Oposisi Bantah 500 Korban Tewas dalam Demo Iran

Adriatno Majid
Last updated: January 14, 2026 1:20 am
Adriatno Majid
Share
5 Min Read
SHARE

Contents
  • Kekerasan dalam Protes di Iran
  • Opsi yang Dibahas oleh Pemerintah AS
  • Awal Protes dan Perluasan Kekerasan
  • Pernyataan PBB dan Pemakaman Nasional
  • Ancaman dan Perspektif Politik

Kekerasan dalam Protes di Iran

Pada hari Minggu, sebuah kelompok hak asasi manusia dari kelompok oposisi melaporkan bahwa lebih dari 500 orang telah tewas dalam protes yang terjadi di Iran. Angka tersebut berasal dari aktivis di dalam dan luar negeri, dengan kelompok HRANA yang berbasis di Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka telah memverifikasi kematian 490 demonstran dan 48 personel keamanan. Selain itu, lebih dari 10.600 orang ditangkap dalam dua pekan kerusuhan.

Iran belum memberikan angka resmi, dan data ini belum dapat diverifikasi secara independen. Protes yang meluas di seluruh Iran telah membuat pemerintah Teheran mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS jika Presiden Donald Trump melaksanakan ancamannya untuk campur tangan atas nama para demonstran.

Dengan rezim ulama Republik Islam menghadapi demonstrasi terbesar sejak 2022, Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan jika kekerasan digunakan terhadap para demonstran. Pada hari Senin, Trump dijadwalkan bertemu dengan penasihat senior pada Selasa 13 Januari 2026 untuk membahas opsi bagi Iran.

Opsi yang Dibahas oleh Pemerintah AS

Menurut laporan Wall Street Journal, opsi yang dibahas mencakup serangan militer, penggunaan senjata siber rahasia, perluasan sanksi, dan pemberian bantuan daring kepada sumber-sumber anti-pemerintah. Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan Washington agar tidak melakukan “kesalahan perhitungan”.

“Kami ingin jelas: Jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel) serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kami,” kata Qalibaf, mantan komandan Garda Revolusi elit Iran.

Awal Protes dan Perluasan Kekerasan

Protes dimulai pada 28 Desember sebagai tanggapan terhadap kenaikan harga yang melonjak, sebelum kemudian berbalik melawan penguasa ulama yang telah memerintah sejak Revolusi Islam 1979. Pihak berwenang Iran menuduh AS dan Israel memicu kerusuhan dan menyerukan demonstrasi nasional pada Senin 12 Januari 2026 untuk mengutuk “tindakan teroris yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel”, lapor media pemerintah.

Arus informasi dari Iran terhambat oleh pemadaman internet sejak Kamis. Rekaman yang diunggah di media sosial pada Sabtu dari Teheran menunjukkan kerumunan besar berbaris di malam hari, bertepuk tangan dan meneriakkan slogan. Kerumunan itu “tidak ada ujung maupun awal,” terdengar suara seorang pria berkata.

Rekaman dari kota Mashhad di timur laut menunjukkan asap mengepul ke langit malam dari kebakaran di jalan, para demonstran bermasker, dan jalan yang dipenuhi puing-puing. Ledakan pun terdengar. Televisi pemerintah menayangkan puluhan kantong mayat di lantai kantor koroner Teheran, dan mengatakan bahwa para korban tewas adalah korban dari peristiwa yang disebabkan oleh “teroris bersenjata”.

Pernyataan PBB dan Pemakaman Nasional

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan terkejut dengan laporan kekerasan yang dilakukan oleh otoritas Iran dan mendesak pengekangan maksimal. “Hak atas kebebasan berekspresi, berasosiasi, dan berkumpul secara damai harus sepenuhnya dihormati dan dilindungi,” katanya melalui platform X.

Otoritas pada Ahad menyatakan tiga hari berkabung nasional “untuk menghormati para martir yang gugur dalam perlawanan terhadap Amerika Serikat dan rezim Zionis”, menurut media pemerintah. Televisi pemerintah Iran menyiarkan prosesi pemakaman di kota-kota bagian barat seperti Gachsaran dan Yasuj untuk personel keamanan yang tewas dalam protes.

Ancaman dan Perspektif Politik

Ancaman Trump terhadap Iran semakin kuat, dengan unggahan di media sosial pada Sabtu, ia menyatakan: “Iran sedang mengincar KEBEBASAN, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!”

Dalam percakapan telepon pada Sabtu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas kemungkinan intervensi AS di Iran. Beberapa anggota parlemen AS pada Ahad mempertanyakan kebijaksanaan mengambil tindakan militer terhadap Iran. Senator Republik Rand Paul dan Senator Demokrat Mark Warner memperingatkan bahwa alih-alih melemahkan rezim, serangan militer terhadap Iran dapat menggalang rakyat melawan musuh dari luar.

Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang tinggal di AS dan didukung oleh Israel, mengatakan Trump telah mengamati “keberanian yang tak terlukiskan” dari rakyat Iran. “Jangan tinggalkan jalanan,” tulis Pahlavi di X.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByAdriatno Majid
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum PBNU Nafi Intervensi

January 19, 2026
Politik

Dua Jenderal Sulsel Lulusan Akpol 94 Pernah Jabat Kapolrestabes

March 19, 2026
Politik

Bingung, Nadiem Makarim: Harga Chromebook Dianggap Mahal

February 9, 2026
Politik

Jatuhkan 2 Pesawat Tempur AS, Iran Buru Pilotnya dengan Hadiah

April 7, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?