Manfaat Bermain Game Strategi untuk Otak
Bermain video game sering kali dianggap sebagai kegiatan yang tidak produktif. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa jenis permainan, khususnya strategi dan action, bisa memberikan manfaat signifikan bagi otak. Bahkan, hasil riset menunjukkan bahwa bermain game tertentu bisa membuat otak tampak lebih muda hingga empat tahun dibandingkan usia kronologis pemainnya.
Jenis Game yang Membantu Pemrosesan Informasi Otak
Para peneliti menemukan bahwa game yang membutuhkan strategi, kecepatan berpikir, dan pengambilan keputusan kompleks dapat melatih otak bekerja lebih efisien. Sebaliknya, game yang minim tantangan kognitif tidak menunjukkan efek serupa. Menurut Aaron Seitz, professor psikologi sekaligus direktur Brain Game Center for Mental Fitness and Well-being di Northeastern University, bermain video game merupakan bentuk latihan keterampilan otak yang kompleks.
Dalam wawancaranya dengan outlet media The Washington Post, Seitz menjelaskan bahwa seseorang yang sering bermain video game secara tidak langsung melatih kemampuan otak dalam memproses informasi dan beradaptasi dengan lingkungan dinamis. Hal ini berbeda dengan game “latihan otak” konvensional yang biasanya dirancang terlalu sederhana tanpa unsur merangsang kemampuan kognitif otak manusia.
Peran Game StarCraft II dalam Penelitian
Studi yang terbit di jurnal Neurolmage pada tahun 2024 menempatkan game StarCraft II sebagai objek penelitian. StarCraft II termasuk dalam genre permainan strategi yang memaksa pemain mengatur sumber daya, mengoordinasikan pasukan, dan berpikir cepat di bawah tekanan. Riset yang dilakukan oleh Carlos Coronel dan timnya menelaah bagaimana karakter permainan strategi waktu nyata memengaruhi cara kerja otak manusia.
Secara keseluruhan, ada 62 subjek penelitian yang terlibat, dengan rincian 31 orang merupakan pemain StarCraft II berpengalaman, sementara 31 lainnya dari kalangan non-gamer. Uji coba dilakukan melalui pemindaian otak untuk melihat perbedaan cara otak keseluruhan subjek dalam memproses informasi. Hasilnya, kelompok gamer berpengalaman memiliki efisiensi pemrosesan informasi yang lebih baik, dibanding non-gamer. Gamer berpengalaman juga tercatat memiliki konektivitas yang lebih tinggi pada area otak yang berperan dalam perhatian visual dan fungsi eksekutif.
Manfaat Konsisten pada Genre Strategi dan Action
Penelitian lanjutan tahun 2025 yang dipublikasikan di Nature Communications menunjukkan bahwa otak gamer berpengalaman tampak hingga empat tahun lebih muda dibandingkan usia kronologis mereka. Menurut Coronel, hasil tersebut mengindikasikan bahwa kompleksitas kognitif dalam bermain game mirip dengan aktivitas kreatif seperti seni atau musik, di mana keduanya sama-sama dapat membantu mempertahankan koneksi saraf yang rentan terhadap penuaan.
Aktivitas bermain game strategi juga meningkatkan kapasitas otak dalam memproses informasi, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechSpot.
Gamer Pemula Juga Bisa Mendapat Manfaat
Yang menarik, efek bermain video game bergenre strategi ternyata tidak hanya ditemukan pada pemain lama. Paparan dalam durasi terbatas pun menunjukkan perubahan. Bagi non-gamer yang menghabiskan sekitar 30 jam dalam beberapa minggu untuk mempelajari StarCraft II, tercatat mengalami perlambatan penuaan otak dibandingkan peserta yang memainkan game kartu berbasis aturan seperti Hearthstone.
Coronel menegaskan bahwa meskipun latihan lebih lama memberi manfaat lebih besar, peningkatan kognitif sudah mulai terlihat bahkan ketika sebelum peserta mencapai tingkat mahir.
Pentingnya Keseimbangan dalam Bermain Game
Meskipun hasil riset ini terdengar menjanjikan karena bisa membuat otak lebih muda hingga empat tahun, para peneliti mengingatkan bahwa bermain video game secara berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan otak. Coronel secara khusus menekankan pentingnya keseimbangan antara bermain game, dengan hal lain seperti aktivitas fisik, interaksi sosial, dan tidur. Adapun durasi bermain yang dianjurkan oleh Professor Seitz yaitu berkisar antara 30 hingga 60 menit.
