Proyek Besar PSIS Semarang untuk Menjadi Klub Superior
PSIS Semarang sedang menjalani proyek besar yang tidak biasa. Di bawah kendali CEO Datu Nova Fatmawati, Laskar Mahesa Jenar diarahkan untuk membangun identitas sebagai klub superior. Proyek ini bertumpu pada pemain-pemain berlabel timnas, mental juara, serta pengalaman di level Piala Dunia dan kompetisi Asia.
Langkah ini dilakukan karena situasi kritis yang dihadapi PSIS Semarang di Championship 2025–2026. Klub yang terpuruk di dasar klasemen Grup B hingga pekan ke-13 dengan hanya lima poin, kini berada di persimpangan sejarah: bangkit atau terjerembab ke kasta ketiga. Tekanan makin berat karena persaingan di Grup B semakin ketat. Klub-klub papan tengah menunjukkan grafik performa menanjak, sehingga setiap laga tersisa bernilai final bagi PSIS.
Dalam kondisi krisis inilah manajemen memilih jalan ekstrem: perombakan besar-besaran skuad, bukan sekadar tambal sulam. Hasilnya, setidaknya 10 pemain baru resmi didatangkan untuk putaran kedua Championship. Mereka bukan pemain sembarangan, melainkan figur berpengalaman, bermental juara, dan sebagian besar pernah mencicipi atmosfer tim nasional, bahkan panggung Piala Dunia zona Asia.
DNA Proyek: Timnas, Juara, dan Pengalaman
Komposisi pemain anyar PSIS Semarang menunjukkan satu benang merah: pengalaman di situasi tekanan tinggi. Ada eks penggawa Timnas Indonesia, mantan pemain Timnas Brasil kelompok umur, hingga sosok yang terbiasa bertarung di level atas kompetisi nasional. Inilah fondasi proyek klub superior yang sedang dibangun di Semarang.
Berikut daftar 10 Pemain Baru PSIS Semarang. Sementara pemain baru yang ke-11 berpeluang didatangkan.
-
Tegar Infantrie
Gelandang bertahan eks Persita Tangerang ini direkrut pada 29 November 2025. Usianya 26 tahun, matang secara fisik dan pengalaman, menjadi jangkar baru lini tengah. -
Gustur Cahyo Putro
Bek kanan berusia 28 tahun ini didatangkan dari PSMS Medan. Diperkenalkan 2 Desember 2025, Gustur dikenal disiplin dan kuat dalam duel. -
Fahmi Al-Ayyubi
Sayap kanan berusia 30 tahun eks Gresik United. Pengalamannya di sayap diharapkan menambah agresivitas serangan PSIS. -
Wawan Febrianto
Eks Persela Lamongan, pemain 31 tahun ini memperkuat sektor sayap kiri dengan pengalaman panjang di kompetisi kasta atas. -
Ocvian Chanigio
Gelandang serang 26 tahun yang juga datang dari Persela Lamongan. Mobilitas dan kreativitasnya dibutuhkan untuk memecah kebuntuan. -
Alberto Goncalves
Nama besar dengan mental juara. Striker naturalisasi Timnas Indonesia berusia 44 tahun ini membawa aura kepemimpinan dan pengalaman internasional. Selama berseragam Persela Lamongan, klub selumnya, sudah mencatatkan 10 penampilan dengan 1 gol dan 1 assist musim ini. Bersama timnas Indonesia, sudah tampil beberapa kali dengan pencapaian yang tidak main-main. Di level klub, Beto sudah membela banyak tim, salah satunya bersama Persipura Jayapura dan menjadi kunci kejayaan Tim Mutiara Hitam. -
Esteban Gabriel Vizcarra
Eks winger naturalisasi Timnas Indonesia. Meski berusia 39 tahun, Vizcarra masih menjadi simbol pengalaman dan ketenangan di laga krusial. Pengalaman bermain di banyak klub di Indonesia menjadi modal penting PSIS Semarang bangkit dari keterpurukan. -
Otavio Dutra
Bek tengah naturalisasi Timnas Indonesia, 42 tahun. Pernah tampil di Kualifikasi Piala Dunia zona Asia, Dutra membawa aroma pengalaman panjang langsung ke jantung pertahanan PSIS. -
Aldair Simanca
Bek asing berusia 27 tahun eks Borneo FC. Datang untuk memperkuat lini belakang dengan kekuatan fisik dan duel udara. -
Rafinha
Striker asal Brasil berusia 33 tahun. Mantan pemain terbaik Liga 2 yang membawa PSIM Yogyakarta promosi. Rafinha menjadi simbol harapan baru di lini depan PSIS. Pemain bernama lengkap Rafael de Sa Rodrigues ini, memang dikenal sebagai penyerang yang tajam. Kariernya sepak bolanya dimulai dari Duque de Caixas, yang diperkuatnya selama empat musim dari tahun 2012 hingga 2015. Kemudian pindah rumput ke Mogi Mirim dan bermain tiga pertandingan, sebelum tahun berikutnya menjajal peruntungan di Estonia bersama Nomme Kalju. Rafihna kemudian kembali ke kampung halamannya di Brasil membela Mesquita, dengan catatan 25 penampilan dan 11 gol. Lalu, hijrah ke Benua Asia dengan bermain untuk Lao Toyota di Laos pada 2019. Kariernya terus berlanjut di Liga 3 Thailand bersama Wat Bot City pada musim 2020-21, dan sukses mencatat 14 penampilan dan sumbangsih 12 gol. Ia kembali lagi bermain di Laos bersama Master 7 musim berikutnya, dan kembali ke Thailand membela Muang Loei United. Semusim setelahnya pun ia kembali ke Master 7 Laos, dan mencetak 18 gol dalam semusim. Ia lalu merasakan bermain di Indonesia, dengan memperkuat PSCS Cilacap di Liga 2 musim 2023-2024. Meski mencetak 9 gol dari 17 penampilannya, namun PSCS musim itu terlempar dari Liga 2. Pemain kelahiran Recife ini kemudian bermain untuk PSIM, dan sukses mengemas 20 gol dari 22 pertandingan. Ia bahkan sukses mengantar Laskar Mataran promosi ke Super League, dan menyabet penghargaan pemain terbaik Liga 2 musim 2024-2025. -
Denilson Rodrigues
Proyek PSIS belum berhenti. Nama Denilson Rodrigues turut melengkapi daftar pemain asing. Gelandang berusia 25 tahun itu pernah membela Timnas Brasil U-15 dan U-17, menorehkan empat penampilan di level internasional usia muda. Terakhir, Denilson bermain untuk CA Atenas, klub Divisi 2 Uruguay, dengan catatan 12 penampilan dan satu assist. Meski singkat, pengalamannya di Amerika Selatan dan timnas Brasil usia muda memberi nilai lebih.
Misi Penyelamatan Dimulai
Dengan kuota pemain asing hampir lengkap dan skuad baru bertabur pengalaman, PSIS Semarang kini bersiap menjalankan misi keluar dari zona degradasi. Seluruh pemain anyar baru bisa diturunkan setelah pendaftaran pemain Pegadaian Championship dibuka pada 10 Januari 2026. Saat itulah proyek klub superior PSIS Semarang benar-benar diuji di lapangan.
Bagi Mahesa Jenar, ini bukan sekadar bertahan. Ini adalah pertaruhan identitas, harga diri, dan masa depan klub.
