Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Mengapa Amerika Serikat Menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro?

Zaiful Aryanto
Last updated: January 8, 2026 12:36 am
Zaiful Aryanto
Share
5 Min Read
SHARE

Pada dini hari hari Sabtu (3/1/2026), Amerika Serikat meluncurkan serangan militer besar-besaran terhadap Venezuela, yang mengakibatkan ledakan di ibu kota Caracas dan beberapa wilayah lainnya. Operasi ini tidak hanya menargetkan infrastruktur militer tetapi juga berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump melalui media sosialnya Truth Social mengklaim bahwa pihaknya telah berhasil menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Menurut Trump, keduanya telah dibawa keluar dari negara tersebut.

Alasan Penangkapan Nicolas Maduro

Alasan utama di balik tindakan drastis ini adalah tuduhan kriminal berat yang sudah lama menjerat Maduro di pengadilan AS. Sejak tahun 2020, Departemen Kehakiman AS telah mendakwa Maduro atas tuduhan “narkoterorisme” atau perdagangan gelap narkotika yang menggunakan terror untuk melindungi operasinya.

Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menyatakan bahwa Maduro dan istrinya akan menghadapi dakwaan di New York atas konspirasi terorisme dan penyelundupan narkotika. Dalam pernyataannya, Bondi menyebut bahwa Maduro didakwa dengan konspirasi Narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat destruktif, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur terhadap Amerika Serikat.

Pemerintah AS juga menuduh Maduro memimpin kartel narkoba yang disebut dengan “Cartel de los Soles”. Pemimpin Venezuela itu dituduh bekerja sama dengan kelompok gerilya kolombia untuk menyelundupkan berton-ton kokain ke Amerika Serikat. Itulah yang dijadikan dasar hukum oleh otoritas AS untuk menuntut ekstradisi dan penuntutan terhadap Maduro di pengadilan AS setelah penangkapan tersebut.

Proses Penangkapan Maduro dan Istrinya

Operasi militer yang diberi kode “Operation Southern Spear” ini disebut-sebut melibatkan pasukan elit Delta Force. Menurut laporan New York Times, penangkapan ini dibantu oleh informan internal dari dalam pemerintahan Maduro sendiri yang bekerja sama dengan CIA.

Dua sumber yang mengetahui penangkapan tersebut mengatakan, Maduro dan istrinya ditangkap saat tidur dan diseret keluar dari kamar mereka. Maduro kemudian dilaporkan dibawa dari Venezuela menggunakan kapal perang AS, USS Iwo Jima, menuju New York untuk diadili.

Trump sempat merilis foto Maduro berada di kapal perang milik AS tersebut. Dalam foto yang diunggah Trump, Maduro terlihat menggunakan penutup mata, penutup telinga, dan jaket berwarna abu-abu dengan dalaman putih. Maduro juga terlihat sedang memegang botol air kemasan dan di sampingnya ada petugas yang memeganginya.

Respons Pemerintah Venezuela

Sebelum foto Maduro tersebut dirilis, pihak Venezuela menolak mengakui penangkapan tersebut secara resmi dan menuntut bukti nyata. Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mendesak Washington untuk memberikan “bukti kehidupan” atas keberadaan Maduro dan istrinya.

“Menghadapi serangan brutal ini, saat ini kami tidak mengetahui lokasi di mana Presiden Nicolas Maduro berada Bersama istrinya. Sehingga kami menuntut Presiden Donald Trump untuk memberikan bukti kehidupan Presiden Nicolas Maduro dan ibu negara Cilia Flores,” kata Rodriguez.

Pemerintah Venezuela juga menyebut tindakan ini sebagai “agresi imperialis” dan meminta Dewan Keamanan PBB segera bertindak atas pelanggaran kedaulatan negara mereka.

Rencana AS Terhadap Venezuela Setelah Penangkapan Maduro

Setelah operasi militer yang menangkap Presiden Nicolás Maduro, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS akan “menjalankan” Venezuela untuk sementara waktu hingga adanya transisi pemerintahan yang aman dan teratur. Trump mengatakan negaranya akan mengelola Venezuela sebagai bagian dari upaya stabilisasi dan transisi, meskipun ia tidak merinci secara jelas mekanisme atau durasi keterlibatan itu.

Fokus Amerika Serikat tidak hanya terbatas pada masalah hukum Maduro, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi, khususnya cadangan minyak Venezuela yang merupakan terbesar di dunia. Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk melibatkan perusahaan-perusahaan Amerika dalam memulihkan sektor tersebut.

Dampak Penangkapan Maduro bagi Hubungan Internasional

Penangkapan Maduro oleh AS menimbulkan ketegangan geopolitik baru di Amerika Latin. Kolombia bahkan menempatkan pasukan di perbatasan karena kekhawatiran arus pengungsi dari Venezuela. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menjadi salah satu pemimpin negara tetangga yang pertama kali merespons situasi ini.

Selain Kolombia, Brasil juga menyebut serangan telah “melintasi batas yang tidak dapat diterima” dan menyerukan respons dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga angkat bicara mengenai serangan AS ke Venezuela tersebut. Melalui juru bicaranya, Guterres menyebut serangan militer ini sebagai preseden yang berbahaya.

Respons beragam ditunjukkan oleh pemimpin negara di seluruh dunia. Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz misalnya, menuntut agar transisi kepemimpinan di Venezuela dilakukan secara demokratis, damai, dan menghormati keinginan rakyat agar tidak terjadi ketidakstabilan politik di negara tersebut.

Sedangkan negara-negara lain seperti China dan Rusia melalui kementerian luar negerinya mengaku terkejut dan mengecam keras tindakan AS terhadap Venezuela. Sementara itu, Inggris menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam operasi militer tersebut.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByZaiful Aryanto
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Gubernur Khofifah Jadi Pembicara Utama Jatim Talk, Beber Strategi Hadapi Perubahan Global

April 7, 2026
Politik

Refleksi 2025: Wajah Pecah di Akhir Tahun

January 4, 2026
Politik

Aturan Bantuan Sosial 2026 Hanya untuk Desil 1–5, Cek Nama Anda Sekarang!

January 8, 2026
Politik

Prabowo Marah, Bupati Umrah Ternyata Tinggalkan Warga Kebanjiran, Ini Bukan Desersi Tapi Pengkhianatan

December 10, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?