Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kriminal

Dua Bukti Keluarga Diduga Bunuh Evia Maria, Kain di Leher Janggal

Wahyudi
Last updated: January 4, 2026 8:27 am
Wahyudi
Share
4 Min Read
SHARE

Keluarga Evia Maria Curiga Kematian Putrinya Bukan Bunuh Diri

Keluarga Evia Maria Mangolo mulai meragukan kematian putrinya yang dinyatakan sebagai bunuh diri. Mereka percaya bahwa kematian Evia bukanlah akhir dari hidupnya, melainkan tindakan pembunuhan. Hal ini muncul setelah menemukan dua bukti yang dianggap janggal dalam kondisi korban ketika ditemukan.

Contents
  • Keluarga Evia Maria Curiga Kematian Putrinya Bukan Bunuh Diri
  • Otopsi untuk Mengungkap Fakta
  • Sahabat Mengungkap Pengalaman Evia
  • Akun Instagram Oknum Dosen
  • Alumni Ikut Berbicara

Salah satu bukti yang menjadi perhatian adalah posisi kain yang melilit leher korban. Menurut kuasa hukum keluarga, Cyprus Tatali, posisi kain tersebut dinilai tidak biasa. Kain pada kasus gantung diri biasanya terpilin tidak rapi dan menunjukkan tanda-tanda tarikan ekstrem. Namun, kain yang digunakan untuk mengikat Evia terlihat rapi dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang biasanya terjadi akibat beban tubuh.

Selain itu, ditemukan luka lebam di bagian tubuh lain seperti pinggang kiri dan paha atas Evia. Hal ini juga mencurigakan karena biasanya luka lebam pada korban gantung diri hanya muncul di area leher akibat jeratan. Temuan ini memperkuat dugaan keluarga bahwa Evia dibunuh.

Otopsi untuk Mengungkap Fakta

Untuk memastikan penyebab kematian Evia Maria, keluarga memutuskan melakukan otopsi. “Agar supaya tidak ada multi tafsir, maka diputuskan untuk diadakan otopsi,” kata Cyprus Tatali kepada Tribunmanado di rumah persemayaman jenazah di Perum CBA Gold Mapanget, Minut, Jumat (2/1/2026).

Otopsi menjadi langkah penting agar semua kecurigaan dapat dijawab dengan fakta. Dengan hasil otopsi, keluarga berharap bisa menemukan jawaban yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Evia.

Sahabat Mengungkap Pengalaman Evia

Sebelum meninggal, Evia Maria sempat membuat surat laporan tentang pelecehan yang dialaminya. Salah satu sahabat dekatnya, Nadia, mengungkap kesaksian tentang keadaan Evia sebelum kematian. Nadia mengaku menjadi teman curhat Maria sejak mereka sama-sama sekolah di SMK Negeri 1 Siau Timur, Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OKTP).

Nadia menyampaikan bahwa Evia sering bercerita tentang masalah yang dialaminya. Beberapa waktu sebelum meninggal, Evia datang ke kos Nadia dan menunjukkan rencana foto studio seperti foto kelulusan SMA. Saat itu, ia menangis dan menceritakan pengalaman pelecehan dari seorang dosen.

Evia juga sempat mengirimkan pesan suara kepada Nadia, mengaku telah melaporkan dugaan pelecehan tersebut kepada Wakil Dekan III (WD III). Pada 15 Desember, saat ulang tahun Nadia, Evia kembali menangis dan mengungkapkan ketakutannya terhadap dosen tersebut.

Akun Instagram Oknum Dosen

Dosen yang diduga melakukan pelecehan terhadap Evia memiliki akun Instagram dengan 313 pengikut. Namun, akun tersebut terlihat tidak aktif. Unggahan terakhirnya dibuat pada 27 Agustus 2015, di mana ia memamerkan foto bersama seorang wanita yang diduga adalah istrinya. Dalam unggahan tersebut, dosen tersebut sering membagikan potret bersama keluarganya.

Akun ini kini menjadi sorotan setelah nama dosen tersebut disangkutkan dengan kasus Evia Maria. Ulasan di akun tersebut banjir komentar negatif terkait dugaan pelecehan yang dilakukan.

Alumni Ikut Berbicara

Kasus yang menimpa Evia Maria juga membuat alumni PGSD Unima marah. Seorang alumni bernama Wulandari Albarzanji memberikan pernyataan melalui unggahan Instagram. Ia menyampaikan kekecewaannya terhadap dugaan pelecehan yang dialami Evia.

Wulan mengungkapkan bahwa nama dosen yang disebutkan oleh Evia sama dengan sosok dosen yang pernah melakukan hal serupa 10 tahun lalu. Ia meminta semua pihak, terutama alumni, untuk ikut mengawal kasus ini agar tidak terjadi lagi korban.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByWahyudi
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kriminal

Pengakuan Putri Monica: Baliho Sindir Suami PPPK Selingkuh dan KDRT

December 3, 2025
Kriminal

Jejak Karier Gus Alex yang Berujung pada Kasus Korupsi Haji

January 19, 2026
Kriminal

Kronologi kematian Lula Lahfah: Ruangan terkunci, jenazah ditemukan

January 29, 2026
Kriminal

Hasil Autopsi Buka Fakta Mengerikan: 12 Tahun Bunuh Ibu dengan 26 Luka Tusuk

December 31, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?