Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Daerah

Rindu kampung terbayar di Pantai Pukan, Pantai Bangka sambut Tahun Baru 2026 dengan ramai

Wahyudi
Last updated: January 4, 2026 8:27 am
Wahyudi
Share
9 Min Read
SHARE

Perayaan Tahun Baru di Pantai Pukan dan Pantai Pasir Padi

Perempuan paruh baya itu larut dalam suasana hangat dan penuh keceriaan. Setelah belasan tahun merantau, rindu pada kampung halaman akhirnya terbayar. Waktu dan tempat pun sengaja dipilih untuk melengkapi kebahagiaan menyambut pergantian tahun.

Yulita (53), warga Kota Pangkalpinang, tampak menikmati canda dan tawa bersama rekan-rekannya di sebuah saung di tepi Pantai Pukan, Dusun Mudel, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Rabu (31/12) malam. Belasan tahun menetap dan bekerja di Bengkulu, momen akhir tahun menjadi alasan kuat baginya untuk pulang kampung.

Pergantian tahun sengaja dipilih Yulita sebagai waktu yang tepat untuk melepas rindu. Bukan hanya suasana kebersamaan yang dinantikan, ia juga ingin melihat langsung perkembangan wisata di tanah kelahirannya.

“Kalau dulu, waktu kami masih SMA, ke pantai itu pakai tenda. Ribet sekali,” kenangnya saat ditemui Bangka Pos, Rabu (31/12).

Yulita mengaku datang langsung dari Bengkulu dan tiba di Pulau Bangka pada Selasa (30/12) malam. Keesokan harinya, ia bersama rombongan langsung menuju Pantai Pukan.

“Saya ini asli Pangkalpinang, cuma sudah lama kerja di Bengkulu. Pas tahun baru memang niat pulang. Selain ketemu kawan dan keluarga, saya juga kangen pantai di Bangka. Menurut saya, pantai di sini jauh lebih indah,” ujarnya.

Bagi Yulita, Pantai Pukan kini menjadi salah satu wajah pariwisata Bangka yang patut dibanggakan. Ia menilai kawasan pantai tersebut jauh lebih tertata dibandingkan masa lalu.

“Alhamdulillah sekarang makin bersih, makin bagus, dan arealnya luas. Bisa menampung banyak wisatawan. Cocok sekali untuk mengajak orang luar datang ke Bangka supaya makin dikenal secara nasional,” katanya.

Perubahan paling terasa, lanjut Yulita, adalah hadirnya saung-saung permanen yang membuat wisata pantai lebih nyaman dan praktis.

“Sekarang sudah ada saung, tempat salat, tempat mandi, semuanya lengkap. Tidak ribet lagi. Buat yang hobi ke pantai, ini terobosan luar biasa,” ujarnya sambil menyiapkan buah semangka untuk disantap bersama.

Ia juga mengapresiasi kebersihan Pantai Pukan yang dinilainya semakin terjaga.

“Tadi saya lihat ibu-ibu dan bapak-bapak ikut menyapu. Pantainya bersih, pengunjungnya juga datang dari mana-mana,” katanya.

Soal keamanan, Yulita mengaku merasa tenang meski pantai dipadati ribuan pengunjung.

“Terasa aman. Barangbarang aman, tidak ada yang mengganggu. Panitia yang pakai seragam Pokdarwis juga ramah dan sigap. Walaupun ramai, tetap nyaman,” ujarnya.

Yulita dan rombongannya sudah berada di Pantai Pukan sejak pukul 10.00 WIB. Mereka datang dengan persiapan matang, membawa berbagai bahan makanan untuk dimasak bersama.

“Kami bawa ikan, udang, sayur, sambal terasi. Nanti malam rencananya makan ayam dan sotong,” katanya.

Seluruh hidangan dimasak secara gotong royong. Menurut Yulita, fasilitas yang tersedia sangat membantu.

“Di sini ada kayu bakar, tempat bakar, sampai tempat sampah. Jadi sangat memudahkan,” tuturnya.

Meski puas dengan pengelolaan Pantai Pukan, Yulita berharap pemerintah daerah terus meningkatkan penataan kawasan wisata tersebut.

“Saung-saung ditata lebih rapi, kalau ada yang kurang bersih bisa dibenahi,” harapnya.

Ia juga menyoroti pengelolaan parkir agar lebih transparan dan bebas dari pungutan liar.

“Parkiran harus jelas dan disetor ke kas daerah. Jangan sampai ada pungli. Ini bisa menambah PAD,” tegasnya.

Menurut Yulita, hampir penuhnya ratusan saung mencerminkan hidupnya ekonomi wisata Pantai Pukan.

“Saungnya ratusan dan hampir penuh. Ini menandakan pantai kita hidup, ada perputaran ekonomi masyarakat,” katanya.

Harus Dipesan

Tingginya minat pengunjung membuat saung di Pantai Pukan harus dipesan jauh hari. Yulita mengaku telah melakukan pemesanan sekitar tiga minggu sebelum malam tahun baru.

“Kalau tidak cepat booking, pasti tidak kebagian,” ujarnya.

Ia menyebut tarif sewa saung pada hari biasa berkisar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per malam. Saat malam tahun baru, harga bisa naik hingga sekitar Rp500 ribu.

“Mudah-mudahan ke depan tidak terlalu mahal, supaya semua kalangan tetap bisa menikmati,” katanya.

Pantauan hingga malam hari, Pantai Pukan masih dipadati pengunjung. Lampu penerangan menyala di sepanjang pantai, sementara keluarga dan kelompok pengunjung bersiap menyambut pergantian tahun dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Sekelompok pengunjung tampak bernyanyi dan bersenda gurau di depan saung. Di tempat lain, ibu-ibu sibuk menyiapkan peralatan bakar, mencuci ikan, dan merapikan bekal untuk santap bersama.

Riwa (50), warga Toboali, Bangka Selatan, datang bersama sekitar 10 orang temannya. Ia mengaku tradisi menyambut tahun baru di pantai sudah lama mereka lakukan.

“Bagi kami orang Bangka, akhir tahun itu identik dengan pantai. Sudah seperti budaya,” katanya. Riwa menyebut Pantai Pukan menjadi favorit karena fasilitas yang semakin memadai dan suasana yang relatif aman.

“Dulu pakai tenda, ribet dan dingin. Sekarang saung sudah ada, hujan dan angin malam tidak terlalu terasa,” ujarnya.

Menurutnya, meski harga sewa naik saat malam tahun baru, kebersamaan dan kenyamanan yang didapat sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

“Yang penting bisa kumpul rame-rame, aman, nyaman, dan happy,” katanya.

Pantauan , hingga sore hari arus kendaraan roda dua dan roda empat terus memadati pintu masuk Pantai Pukan. Kepala Dusun Mudel sekaligus Ketua Pokdarwis Pantai Pukan, Mezi, memperkirakan jumlah pengunjung telah mencapai ribuan orang.

“Dari data kendaraan sudah sekitar 700 unit sampai pukul 17.00 WIB. Pengunjung masih terus bertambah,” ujarnya.

Pantai Pukan saat ini memiliki sekitar 190 unit saung, sebagian besar milik warga setempat. Pada malam tahun baru, hampir seluruh saung berukuran besar telah habis dibooking.

Libur Berlanjut

Keramaian libur Tahun Baru berlanjut di hari pertama 2026. Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, menjadi tujuan favorit warga menghabiskan waktu liburan.

Sejak siang hari, antrean kendaraan tampak mengular menuju kawasan pantai. Di bibir pantai, keluarga menggelar tikar, duduk santai menikmati angin laut. Ada pula yang memilih cara praktis dengan membuka bagasi mobil dan menjadikannya tempat duduk menghadap hamparan laut.

Deretan kursi plastik milik pelaku UMKM yang berjejer di sepanjang pantai juga tampak ramai dimanfaatkan pengunjung.

Sambil menikmati minuman dan jajanan, wisatawan larut dalam suasana libur yang sederhana namun hangat.

Keceriaan paling kentara terlihat dari anakanak yang berlarian bebas di area pantai. Sebagian bermain bola, sebagian lainnya asyik menerbangkan layang-layang yang menghiasi langit biru Pantai Pasir Padi. Suasana semakin istimewa karena kondisi air laut tengah surut cukup jauh, memberi ruang yang lebih luas bagi pengunjung untuk bermain dan berjalan di tepian pantai.

“Airnya lagi surut jauh, jadi anak-anak bebas main di pinggir pantai. Lumayan jarang dapat momen seperti ini,” ujar Lisa (42), warga Toboali, Bangka Selatan, yang datang bersama keluarganya.

Lisa mengaku sengaja mengajak keluarga berlibur ke Pantai Pasir Padi karena sudah berada di Pangkalpinang sejak beberapa hari sebelumnya untuk merayakan pergantian tahun.

“Kalau ke Pangkalpinang rasanya belum lengkap kalau belum ke Pasir Padi. Anak-anak senang, orang tua juga bisa santai,” katanya.

Cerita serupa disampaikan Lis (52), warga Pangkalpinang, yang memanfaatkan libur Tahun Baru untuk mengajak keluarganya dari Palembang berwisata ke pantai tersebut.

“Kebetulan keluarga dari Palembang lagi liburan ke Bangka, jadi saya ajak ke sini. Pantainya mudah dijangkau dan cocok untuk kumpul keluarga,” ujarnya.

Ramainya kunjungan wisatawan pada momen Tahun Baru ini menegaskan posisi Pantai Pasir Padi sebagai salah satu primadona wisata di Pangkalpinang. Selain menawarkan panorama laut yang terbuka, kawasan ini menjadi ruang rekreasi keluarga yang terjangkau, ramah anak, serta mampu menghadirkan suasana kebersamaan di tengah libur pergantian tahun.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByWahyudi
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Daerah

Sebelum Subang, Dua Gempa Guncang Bandung Jumat Malam

January 8, 2026
Daerah

Angin Puting Beliung Rusak Ratusan Bangunan di Cimahi, 5 Orang Terluka

March 14, 2026
Daerah

Piche Kota: Dari Kilau Ibu Kota ke Remang Atambua

February 12, 2026
Daerah

43 Tahun Bersepeda, Mbah Marji Tak Dapat Bantuan Listrik, Hanya Menyaksikan Teman Berkendara

December 31, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?