Sejarah VinFast: Dari Penjual Mie Hingga Pabrik di Seluruh Dunia
VinFast, merek mobil listrik asal Vietnam yang kini mulai menancapkan diri di pasar global, mungkin terdengar seperti perusahaan yang didukung penuh oleh pemerintah. Namun, fakta yang jarang diketahui adalah bahwa VinFast justru lahir dari bisnis swasta, bukan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
VinFast adalah anak perusahaan dari Vingroup, sebuah konglomerasi raksasa yang berada di puncak industri bisnis di Vietnam selama bertahun-tahun. Perusahaan ini dipimpin oleh seorang tokoh bisnis ternama, Pham Nhat Vuong, yang membangun Vingroup dari nol.
Awal Kehidupan Pham Nhat Vuong
Pham Nhat Vuong tidak memulai bisnisnya di Vietnam, melainkan di luar negeri. Pada tahun 1970-an, ia mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Rusia. Di sana, ia bersama teman-temannya dari Vietnam membuka restoran yang menyajikan mie Vietnam (Pho). Bisnis ini sukses besar dan menjadi dasar bagi pengembangan usaha selanjutnya.
Setelah sukses dengan bisnis makanan, Vuong kemudian mendirikan perusahaan mie instan bernama Mi Vina. Produk ini menjadi market leader di pasar Vietnam. Pada sekitar 32 tahun yang lalu, perusahaan ini dijual kepada Nestle, memberikan modal awal bagi Vuong untuk kembali ke Vietnam dan memulai bisnis baru.
Perluasan Bisnis Vingroup
Setelah kembali ke Vietnam, bisnis pertama Vuong adalah membeli sebuah pulau di Nha Trang yang kemudian dikembangkan menjadi resort bernama Vinpearl. Dari sana, Vingroup terus berkembang dan menciptakan ekosistem bisnis yang luas, mencakup berbagai bidang seperti real estate, infrastruktur, energi hijau, hingga pendidikan dan kesehatan.
Pada tahun 2017, merek VinFast diluncurkan, dan pada 2018, produk pertama mereka adalah scooter listrik. Tahun 2019 menjadi titik penting ketika pabrik di Hai Phong dibangun untuk memproduksi motor dan mobil konvensional. Pada 2022, VinFast beralih fokus ke kendaraan full battery vehicle (full BEV).
Ekspansi Global
VinFast berhasil menembus pasar Amerika Serikat pada 2023 dengan membangun pabrik di North Carolina yang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan. Pada 2025, VinFast semakin menguat dengan pembangunan pabrik baru di beberapa negara.
Di antaranya adalah pabrik di Ha Tinh (Juni 2025) dengan kapasitas produksi 200 ribu unit, pabrik di India (Agustus 2025) dengan kapasitas 50 ribu unit, serta pabrik baru di Subang, Indonesia yang akan diresmikan di akhir tahun ini dengan kapasitas produksi 50 ribu unit.
Produk yang Ditawarkan
Saat ini, VinFast memiliki berbagai line up produk, termasuk mobil listrik, e-scooter, dan e-bike. Beberapa model mobil listrik yang tersedia antara lain VF3, VF5, VF6, VFe34, VF7, VF8, dan VF9. Untuk e-scooter, ada Evo, Feliz S, Klara S, Vento S, Theon. Sedangkan untuk e-bike, ada DrgnFly.
Ekosistem Vingroup
Selain di bidang otomotif dan resort, Vingroup juga bergerak dalam berbagai pilar usaha raksasa. Hampir 90% pengeluaran masyarakat Vietnam diklaim terhubung dengan produk-produk Vingroup. Ini mencakup bidang seperti Industrial Technology (termasuk Green Mobility/VinFast), Real Estate, Infrastruktur (termasuk proyek kereta cepat Hanoi-Hochimin), Green Energy, hingga Social Enterprise.
Di Vietnam, Vingroup menguasai nyaris seluruh aspek kehidupan warga, mencakup full-cycle ecosystem. Mulai dari lahir di VinHospital, sekolah di VinSchool dan kuliah di VinUniversity, menggunakan transportasi VinBus dan mobil VinFast, belanja di VinMart Retail hingga liburan di resort VinPearl dan taman bermain VinWonders.
Visi VinFast
Dengan latar belakang sebagai konglomerasi swasta yang mapan dan memiliki ekosistem bisnis yang luas, VinFast yang fokus pada Green Mobility di bawah pilar Industrial Technology memiliki visi untuk memimpin Global Smart Electric Revolution melalui produk standar tinggi, harga kompetitif, dan layanan purna jual yang kuat.
VinFast, oleh karenanya, adalah representasi dari kekuatan bisnis swasta Vietnam, bukan kekuatan pemerintah.
