Warga Bali Barat Resah Akibat Sampah yang Terbuang di Wilayah Hutan Cekik
Warga wilayah Bali Barat, khususnya di sekitar Hutan Cekik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, semakin resah akibat maraknya sampah yang ditemukan di pinggir jalan. Banyak sampah yang dibungkus karung maupun plastik terlihat tersebar di sepanjang jalur tersebut. Masyarakat menduga bahwa oknum pembuang sampah ini sengaja membawa limbah ke wilayah hutan karena dampak penutupan TPA Suwung belakangan ini.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan aksi gotong royong bersih-bersih sampah di sepanjang Kelurahan Gilimanuk pada Jumat 17 April 2026 lalu. Namun, setelah kegiatan tersebut masih ditemukan karung berisi sampah yang diduga sengaja dibuang di pinggir jalan wilayah Bali Barat.
“Kemarin petugas di TNBB sempat menemukan karung berisi sampah yang diduga memang sengaja dibuang di pinggir jalan (wilayah Hutan Cekik),” jelas Tony Wirahadikusuma saat dikonfirmasi, Minggu 19 April 2026.
Menurutnya, sampah liar tersebut sudah meresahkan sejak beberapa waktu lalu, terutama setelah ditemukan karung berisi limbah B3 di wilayah Hutan Cekik, Desa Adat Sumbersari. Pembuangan sampah oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut dilakukan di sepanjang pinggir Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Hutan Cekik hingga SPBU Gilimanuk. Kawasan tersebut menjadi target karena cenderung sepi, terutama saat malam hingga dini hari.
“Sasaran mereka (oknum) mulai Hutan Cekik sampai sebelum SPBU Gilimanuk,” sebutnya.
Sampah yang ditemukan adalah campuran, mulai dari plastik, sampah dapur hingga pampers. Perilaku ini menunjukkan bahwa masyarakat masih belum sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Terakhir, ditemukan tiga plastik di pinggir jalan kawasan TNBB.
“Sebenarnya sudah dua minggu lalu mulai menjamur (sampah) atau setelah muncul limbah B3 di Sumbersari. Sehingga kemarin kita lakukan aksi bersih-bersih bersama Tim Gabungan,” jelasnya.
Dia berharap seluruh masyarakat semakin peduli dengan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, masyarakat bisa bersama-sama mengawasi wilayah, terutama Kelurahan Gilimanuk, agar bebas dari oknum pembuangan sampah liar tersebut.
“Semoga ke depannya tidak ada lagi oknum seperti itu, sehingga tak lagi ada sampah liar yang mengotori lingkungan apalagi di hutan,” tandasnya.
Aksi Sosial Bersih-Bersih Sampah Pasca Arus Mudik dan Balik Lebaran
Sebelumnya, satu per satu sampah yang ada di sepanjang jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, wilayah Kelurahan Gilimanuk, disapu bersih oleh Tim Gabungan pada Jumat 17 April 2026. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk upaya pembersihan sisa-sisa sampah pasca arus mudik dan balik Lebaran serta dampak penutupan TPA Suwung Bali.
Total ada sekitar 2,5 ton sampah dalam ratusan karung yang berhasil dikumpulkan dan didominasi sampah plastik. Tim Gabungan yang melibatkan Kelurahan Gilimanuk bersama instansi terkait seperti Taman Nasional Bali Barat (TNBB), prajurit Yonif 928/TP, siswa pelajar dan warga sekitar, melakukan aksi sosial tersebut.
Aksi ini dimulai dari kawasan hutan, tepatnya di sebelah timur kantor TNBB Gilimanuk, menuju ke arah barat sekitar 3 kilometer, berakhir di depan Pura Dalem Desa Adat Gilimanuk. Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan sampah yang tertinggal akibat arus mudik dan balik Lebaran serta adanya potensi oknum sopir angkutan barang membuang sampah sembarangan di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, khususnya di kawasan Hutan Cekik.
