Kondisi Kemiskinan di Kalimantan Timur Tahun 2025
Data terbaru mengungkapkan bahwa jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2025 mencapai 199,71 ribu jiwa. Angka ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat, meski masih ada ketimpangan yang signifikan antarwilayah. Perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti akses layanan dasar dan persebaran penduduk.
Indikator Kemiskinan yang Digunakan
BPS menggunakan konsep kemiskinan absolut sebagai indikator utama. Konsep ini merujuk pada kondisi di mana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum, baik dari sisi makanan maupun nonmakanan. Garis Kemiskinan terdiri dari dua komponen utama:
- Garis Kemiskinan Makanan: Menggambarkan kebutuhan energi minimum sebesar 2.100 kilokalori per kapita per hari.
- Garis Kemiskinan Nonmakanan: Meliputi pengeluaran untuk perumahan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Rumah tangga dikategorikan miskin jika total pengeluarannya berada di bawah garis kemiskinan tersebut.
Wilayah dengan Jumlah Penduduk Miskin Terendah
Wilayah dengan jumlah penduduk miskin paling rendah adalah Kabupaten Mahakam Ulu, dengan 2,73 ribu jiwa. Mahakam Ulu merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk paling sedikit di Kaltim, sehingga secara proporsional angka kemiskinannya relatif rendah. Namun, wilayah ini menghadapi tantangan aksesibilitas karena karakter geografisnya yang didominasi perbukitan dan sungai.
Di posisi kedua terendah adalah Kota Bontang, dengan 6,18 ribu jiwa penduduk miskin. Sebagai kota industri petrokimia, kondisi ekonomi Bontang cukup stabil. Meski demikian, tantangan diversifikasi ekonomi dinilai penting untuk menjaga stabilitas tersebut dalam jangka panjang.
Wilayah dengan Jumlah Penduduk Miskin Menengah
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat 9,34 ribu jiwa penduduk miskin. Wilayah ini kini menjadi sorotan seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Akses infrastruktur yang terus berkembang diharapkan mampu mempercepat mobilitas ekonomi dan menekan angka kemiskinan.
Kabupaten Berau memiliki 10,96 ribu jiwa penduduk miskin. Berau dikenal sebagai daerah wisata unggulan dengan potensi besar di sektor pariwisata dan perikanan. Namun, pemanfaatannya belum merata pada seluruh kecamatan, sehingga menyisakan kantong-kantong kemiskinan di wilayah pedalaman.
Kota Balikpapan mencatat 12,88 ribu jiwa penduduk miskin. Sebagai salah satu kota jasa terbesar di Pulau Kalimantan, Balikpapan menghadapi tantangan tingginya biaya hidup. Kondisi ini membuat sebagian kelompok rentan sulit keluar dari kemiskinan meskipun peluang kerja relatif besar.
Wilayah dengan Jumlah Penduduk Miskin Tinggi
Kabupaten Kutai Barat memiliki 13,24 ribu jiwa penduduk miskin. Wilayah ini memiliki karakter wilayah yang luas dan didominasi pedalaman. Akses yang tidak merata terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Paser mencatat 24,05 ribu jiwa penduduk miskin, menjadikannya salah satu wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Kaltim. Struktur ekonomi yang masih bertumpu pada sumber daya alam membuat daerah ini rentan terhadap fluktuasi ekonomi, terutama pada sektor pertambangan dan perkebunan.
Kota Samarinda memiliki 30,45 ribu jiwa penduduk miskin. Sebagai ibu kota provinsi, Samarinda memiliki jumlah penduduk yang besar dan tekanan urbanisasi yang tinggi. Sektor informal menyerap banyak tenaga kerja, namun tidak semuanya mampu menjamin pendapatan yang stabil.
Wilayah dengan Jumlah Penduduk Miskin Tertinggi
Kabupaten Kutai Timur mencatat 34,91 ribu jiwa, menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi. Luas wilayah yang besar membuat pelayanan publik tidak merata, terutama pada kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan.
Jumlah penduduk miskin terbesar berada di Kutai Kartanegara, yaitu 54,99 ribu jiwa. Sebagai kabupaten dengan penduduk terbanyak di Kaltim, Kutai Kartanegara menghadapi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan antarkecamatan, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman.
Data Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota 2025
Berikut adalah data penduduk miskin di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim:
- Mahakam Ulu — 2,73 ribu jiwa
- Bontang — 6,18 ribu jiwa
- Penajam Paser Utara — 9,34 ribu jiwa
- Berau — 10,96 ribu jiwa
- Balikpapan — 12,88 ribu jiwa
- Kutai Barat — 13,24 ribu jiwa
- Paser — 24,05 ribu jiwa
- Samarinda — 30,45 ribu jiwa
- Kutai Timur — 34,91 ribu jiwa
- Kutai Kartanegara — 54,99 ribu jiwa
- Kalimantan Timur — 199,71 ribu jiwa
