Perbandingan Infrastruktur Kalimantan Barat dengan Jawa Barat
Polemik terkait kualitas infrastruktur di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali memicu perdebatan setelah sebuah video yang viral di platform TikTok menyoroti kerusakan jalan di kawasan Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Video tersebut menimbulkan reaksi publik dan mengundang pernyataan dari Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan.
Awal Mula Polemik
Video tersebut menampilkan seorang warga yang sangat frustrasi karena kondisi jalan yang rusak parah. Dalam rekaman tersebut, warga bahkan “memanggil” sosok Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat, untuk turun tangan. Hal ini memicu respons langsung dari Krisantus Kurniawan, yang menyampaikan pembelaan yang cukup menohok.
Pernyataan Pedas Wakil Gubernur
Krisantus menegaskan bahwa membandingkan Kalbar dengan Jabar adalah sebuah kesalahan logika. Ia menjelaskan bahwa ada perbedaan signifikan dalam hal anggaran dan luas wilayah antara kedua provinsi tersebut. Menurutnya, Kalbar memiliki wilayah yang jauh lebih besar dibandingkan Jabar, namun dana yang tersedia jauh lebih sedikit.
“Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali menyebar. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Ia juga menantang kapabilitas Dedi Mulyadi jika dihadapkan pada keterbatasan fiskal yang dialami Kalbar. “Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” tambahnya.
Angka yang Tidak Seimbang
Krisantus memberikan data perbandingan yang menunjukkan realitas pahit yang dihadapi pemerintahannya:
- Jawa Barat: Luas wilayah hanya sekitar 43.000 km², namun ditopang APBD raksasa sebesar Rp31 triliun.
- Kalimantan Barat: Luas wilayah mencapai 171.000 km² (hampir empat kali lipat Jabar), namun hanya memiliki modal APBD sebesar Rp6 triliun.
Dengan rasio tersebut, ia menilai biaya pembangunan jalan di daerah luas dengan dana minim adalah sebuah misi yang sangat sulit. Namun, Krisantus menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak sedang berpangku tangan.
Respons Cepat di Lapangan
Meskipun menghadapi keterbatasan dana, pemerintah kabupaten telah mengerahkan alat Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) guna melakukan perbaikan darurat di ruas jalan Bedayan yang sempat viral tersebut. Krisantus memastikan komitmen pemerintah provinsi untuk tetap mendukung infrastruktur di Sintang.
“Infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sintang memang berat dengan kekuatan fiskal yang ada. Tapi, pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam,” pungkasnya.
Keluhan Warga yang Viral
Sebelumnya, keluhan warga di Bedayan sempat menjadi buah bibir setelah melontarkan sindiran keras kepada pemerintah daerah melalui sebuah video. Dalam rekaman tersebut, warga mengucapkan: “Tolong, lah Kang Dedi. Jalan kami babak belur. Gubernur kami pingsan kayaknya. Gak ada bangun jalan kami.” Ucapan ini kini memicu perdebatan lintas provinsi.
