Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Bisnis

Alasan Pengusaha Tempe Madiun Mengatasi Kenaikan Harga dan Ukuran

admin
Last updated: April 6, 2026 12:44 pm
admin
Share
4 Min Read
SHARE

Produsen Tempe di Madiun Kenaikan Harga Bahan Baku

Harga kedelai dan plastik yang mengalami kenaikan signifikan menjadi tantangan bagi produsen tempe di Kota Madiun. Salah satu produsen, Maria Goreti Gumini, mengungkapkan bahwa harga kedelai impor saat ini mencapai Rp1.090.000 per kuintal, naik dari sebelumnya yang hanya berkisar antara Rp900 hingga Rp950 ribu perkuintal.

Contents
  • Produsen Tempe di Madiun Kenaikan Harga Bahan Baku
  • Tantangan Produksi Tempe di Madiun

Kenaikan harga tersebut terjadi secara bertahap selama tiga bulan terakhir. Namun, kenaikan harga plastik untuk bungkus tempe terasa lebih tajam. Harga plastik naik hingga 75 persen sejak setelah Lebaran. Sebelumnya, harga plastik hanya Rp35 ribu perkilogram, namun kini telah meningkat menjadi Rp57 ribu perkilogram.

Gumini menjelaskan bahwa penggunaan plastik dalam produksi tempe sangat penting. Ia membutuhkan minimal 3-4 kilogram plastik per hari. Kenaikan harga ini berdampak langsung pada ongkos produksi. Meskipun tidak mengetahui penyebab pasti kenaikan harga, ia menduga bahwa kenaikan harga plastik terkait dengan gangguan pasokan minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Beruntungnya, stok kedelai dan plastik masih tersedia cukup. Hal ini membuat Gumini tidak khawatir terhadap kelangkaan bahan baku. Namun, alternatif bahan baku pembuatan tempe sangat terbatas. Ia tidak mungkin mengganti kedelai impor dengan kedelai lokal karena harganya lebih mahal dan rasa kedelai lokal cenderung pahit.

Sementara itu, untuk bungkus tempe, plastik tetap menjadi pilihan utama. Penggunaan daun sebagai bungkus justru lebih mahal dibandingkan plastik. Dengan demikian, Gumini tetap menggunakan plastik sebagai bahan baku utama.

Meski harga bahan baku naik, Gumini tidak berani menaikkan harga tempe. Ia lebih memilih untuk mengurangi ukuran tempenya agar daya beli pelanggan tetap terjaga. Contohnya, ukuran tempe yang biasanya 200 gram dengan harga Rp3 ribu kini berubah menjadi 190 gram. Sementara itu, ukuran 450 gram berubah menjadi 440 gram.

Cara ini dinilai sebagai solusi win-win, di mana produsen tidak rugi meskipun harga bahan baku tinggi, sementara masyarakat tetap bisa menikmati tempe. Strategi ini membantu menjaga kepuasan pelanggan tanpa harus menaikkan harga.

Gumini telah menjalankan usaha tempe sejak tahun 1998 dengan nama usaha “Murni”. Ia selalu menjaga kualitas barang dagangannya mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pembuatan. Ia memastikan kedelai impor yang digunakan dalam kondisi bersih dan kulit arinya benar-benar dibersihkan.

Tempe yang diproduksinya memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan tempe lainnya. Jika tempe biasanya hanya bertahan satu hari, tempe milik Gumini bisa bertahan hingga tiga hari. Hal ini memungkinkan tempe dibawa keluar kota tanpa khawatir rusak.

Tidak ada campuran bahan lain dalam proses pembuatan tempe. Prosesnya hanya melibatkan perebusan kedelai lalu ditaburi ragi. Kunci utama adalah menjaga kebersihan dan higienitas selama proses produksi.

Tantangan Produksi Tempe di Madiun

Produsen tempe di Kota Madiun menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga bahan baku. Harga kedelai dan plastik yang meningkat drastis memengaruhi ongkos produksi dan strategi bisnis para produsen. Beberapa produsen seperti Gumini memilih untuk mengurangi ukuran tempe sebagai upaya menjaga daya beli pelanggan.

Beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga antara lain fluktuasi pasar global dan gangguan pasokan bahan baku. Meskipun demikian, produsen tetap berusaha mempertahankan kualitas produk dan menjaga kepuasan pelanggan.

Dengan strategi yang tepat, produsen tempe di Madiun berharap dapat melewati masa sulit ini tanpa harus menaikkan harga tempe. Pemenuhan kebutuhan pasar tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan usaha.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Bisnis

5 Strategi Penjualan Berbasis Kebiasaan Pelanggan yang Cepat Menghasilkan

December 10, 2025
Bisnis

Target Industri Keramik 2026: 80% Utilisasi dan 537 Juta M² Produksi

January 19, 2026
Bisnis

Lifting Perdana 2026, 45 Barel Kondensat Blok A Dikirim dari Pangkalan Susu

April 15, 2026
Bisnis

Bulan K3: PLN IP Holtekamp Jaga Pasokan Listrik Papua dengan Standar Keselamatan Kerja Ketat

January 29, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?