Gubernur DKI Jakarta Geram dengan Laporan Warga yang Diduga Dibuat dengan Bantuan AI
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menunjukkan sikap tegas setelah mengetahui adanya dugaan manipulasi laporan warga di aplikasi JAKI (Jakarta Kini). Kasus ini muncul setelah seorang warga mengunggah tangkapan layar laporan keluhan parkir liar di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Namun, foto bukti yang disertakan dalam laporan tersebut diduga telah melalui proses penyuntingan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), sehingga memicu kecurigaan publik.
Peristiwa Viral di Media Sosial
Kasus ini pertama kali mencuat setelah akun Threads @seinsh membagikan tangkapan layar laporan warga pada Minggu (5/4/2026). Dalam unggahan tersebut, terlihat aduan mengenai parkir liar di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diklaim sudah ditindaklanjuti oleh petugas. Namun, foto bukti yang dilampirkan justru menimbulkan kecurigaan karena diduga tidak merepresentasikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Banyak warganet menemukan kejanggalan pada foto yang disertakan, yang diduga bukan menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan, melainkan hasil rekayasa berbasis AI. Hal ini memicu sorotan publik dan memperkuat dugaan bahwa ada upaya untuk memanipulasi data.
Tindakan Gubernur DKI Jakarta
Menanggapi polemik tersebut, Pramono Anung langsung mengambil langkah cepat. Ia mengaku telah menginstruksikan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pihak-pihak yang terlibat. Pemeriksaan ini tidak hanya menyasar satu pihak, tetapi juga mencakup aparat wilayah seperti lurah di Kalisari hingga jajaran pejabat di tingkat dinas terkait.
“Siapapun yang terbukti bersalah harus diberikan hukuman. Ini tidak boleh terulang kembali,” tegas Pramono saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Pramono menilai, dugaan manipulasi laporan dengan memanfaatkan teknologi AI merupakan bentuk ketidakjujuran yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dalam pandangannya, transparansi harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelayanan publik di Jakarta.
Kejujuran Lebih Penting dari Status “Selesai”
Lebih jauh, Pramono menekankan bahwa kejujuran jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar status “selesai” dalam sebuah laporan. Ia mengingatkan agar setiap proses tetap berjalan sesuai fakta di lapangan.
“Lebih baik belum selesai ya belum selesai saja, daripada dilakukan dengan AI yang notabene itu membohongi,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, ia memastikan bahwa sanksi tegas akan diberikan kepada siapa pun yang terbukti melanggar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurutnya, tidak akan memberi ruang bagi praktik manipulasi data dalam bentuk apa pun, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.
Evaluasi Sistem Pelaporan Digital
Kasus ini pun menjadi pengingat penting bagi Pemprov DKI Jakarta untuk terus mengevaluasi sistem pelaporan digital yang ada. Di sisi lain, peristiwa ini juga menegaskan kembali bahwa integritas tetap menjadi kunci utama dalam setiap proses penanganan aduan warga.
Berawal dari Unggahan Warga di Media Sosial
Seorang warga melalui media sosial Threads menyampaikan keluhan terkait maraknya parkir liar di jalan lingkungan kelurahan. Dalam unggahannya di akun seinsh yang diunggah 23 jam lalu, ia menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan namun belum membuahkan hasil. Akun tersebut sempat menegur langsung pelaku hingga melaporkan ke pihak kelurahan.
Bahkan saat mencoba melaporkan melalui aplikasi JAKI, ia mengaku justru menerima bukti tindak lanjut yang diduga tidak valid atau hasil rekayasa AI. Dalam kasus ini, akun tersebut mengadukan keluhannya langsung kepada Yustinus Prastowo.
Diketahui, Yustinus Prastowo kini menjabat sebagai Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta. Sosoknya bertugas memberikan masukan strategis, analisis kebijakan, serta membantu komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Pak@prastowoyustinus izin bertanya, maaf kalau kurang tepat pertanyaannya. Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil, udah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai dan coba lapor lewat jaki malah dikasih bukti palsu hasil edit AI (terlampir). Ada prosedur lain ngga ya?,”
tulis unggahan akun Threads seinsh.
Unggahan tersebut juga disertai foto kondisi jalan pada malam hari saat hujan, yang menunjukkan kendaraan parkir di badan jalan sehingga mengganggu akses. Terlihat pula seorang petugas di lokasi, namun kondisi parkir liar masih terjadi.
Melalui unggahan ini, warga tersebut meminta arahan mengenai prosedur lain yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan masalah parkir liar di lingkungan mereka. Pada unggahan lainnya, akun itu menginformasikan lokasinya berada di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur.
“Lokasi di Pasar Rebo, Jakarta Timur ya guys.. kalau ada yang mau bantu lanjut ke pihak terkait DM aja nanti diinfo detailnya. Saya cuma meneruskan keluhan warga sekitaf aja, karena udah pada pasrah.”
