Isu Legging dalam Perceraian Taqy Malik dan Salmafina Sunan
Salmafina Sunan, yang telah berpisah dari Taqy Malik selama sembilan tahun, akhirnya buka suara setelah isu perceraian mereka kembali mencuri perhatian publik. Ia menyatakan bahwa alasan perceraian antara dirinya dan Taqy Malik tidak sepenuhnya terkait dengan masalah legging, yang selama ini dianggap sebagai salah satu penyebab utamanya.
Istri Taqy Malik, Sherel Thalib, mengungkapkan bahwa informasi tentang perceraian Taqy karena legging adalah hoaks. Ia menegaskan bahwa cerita tersebut tidak benar dan hanya menjadi spekulasi belaka. Dalam unggahan di akun Threads-nya, Sherel menyampaikan rasa risihnya terhadap orang-orang yang terus mempercayai berita palsu tersebut.
Salmafina merasa kaget ketika nama dan masa lalunya kembali muncul dalam pembicaraan. Ia mengakui bahwa ia memilih untuk melihat sisi positif dari perubahan sikap Taqy saat ini. Menurutnya, perubahan drastis Taqy bisa jadi merupakan hasil pembelajaran dari kegagalan rumah tangganya yang pertama.
“Kalau mau diambil positifnya gini. Mungkin si laki-laki sudah berubah 180 derajat dan belajar dari kesalahan berumah tangga pertama dulu, sehingga sang istri tidak merasakan apa yang aku rasakan,” ujar Salmafina.
Meski mendukung jika Taqy benar-benar telah berubah menjadi sosok yang lebih baik bagi istri barunya, Salmafina memberikan peringatan tegas agar masa lalu tidak lagi diungkit. Ia menegaskan bahwa upaya mencari bukti lama hanya akan membuka luka lama.
“Tapi ya alangkah baiknya ya sudah aja gitu, tidak perlu meminta, mencari, mengungkit, mengulik luka lama ataupun bukti ini itu atas apa yang terjadi dulu,” katanya.
Pernikahan Salmafina dan Taqy Malik pada September 2017 memang hanya bertahan singkat dan resmi diputus cerai oleh Pengadilan Agama Jakarta Barat pada 21 Februari 2018. Setelah itu, Taqy melabuhkan hatinya kepada Sherel Thalib pada 18 Oktober 2021.
Di tengah ramainya komentar warganet yang mulai menyerang rumah tangga Taqy dan Sherel, Salmafina justru tampil membela. Ia melarang para pendukungnya untuk menghujat istri baru mantan suaminya tersebut, terutama terkait masalah keturunan.
“Huwww sesebel-sebelnya kalian, please jangan sampai nyerang masalah punya anak. Anak itu rezeki yang cuma Tuhan yang tahu kapan kita dititipin. Jangan dikaitkan dengan ini itu,” pintanya.
Menutup tanggapannya, Salmafina mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam bertutur kata. Ia menegaskan dirinya tidak pernah mendoakan hal buruk bagi siapapun yang pernah menyakitinya.
“Lilis (Salma) pribadi nggak pernah nyumpahin atau mendoakan hal buruk menimpa siapapun yang menyakiti Lilis. Jadi alangkah baiknya kalian juga demikian,” pungkasnya.
Akar dari kegaduhan ini bermula pada 2017 silam, tepatnya saat Salmafina masih menyandang status sebagai istri Taqy Malik. Kala itu, sebuah unggahan foto memperlihatkan Salmafina mengenakan legging saat berlibur di pegunungan salju Swiss. Unggahan tersebut rupanya berujung pada teguran keras dari sang suami. Dalam versi yang pernah disampaikan Salmafina, insiden teguran soal busana itulah yang menjadi salah satu pemicu utama keretakan rumah tangga mereka.
Di sisi lain, Taqy Malik jauh-jauh hari sudah membantah jika urusan legging menjadi satu-satunya alasan ia menyudahi pernikahannya. Taqy menegaskan ada persoalan prinsipil yang jauh lebih besar di balik keputusannya, meski ia memilih untuk tetap merahasiakan detail tersebut dari konsumsi publik. Perbedaan sudut pandang yang tak kunjung usai inilah yang kembali meledak setelah istri baru Taqy Malik membuka suara di media sosial.
Peran Media dalam Penyebaran Hoaks
Media sosial sering kali menjadi tempat penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya. Dalam kasus ini, isu tentang legging menjadi alasan perceraian Salmafina dan Taqy Malik seolah menjadi viral. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa informasi tersebut bisa saja tidak benar. Hal ini menunjukkan pentingnya kritis dalam menerima informasi dari media sosial.
- Dalam era digital, informasi bisa menyebar sangat cepat.
- Banyak pengguna media sosial cenderung menerima informasi tanpa memverifikasi kebenarannya.
- Tindakan seperti membagikan atau menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya bisa berdampak negatif.
Langkah yang Harus Dilakukan
Menghadapi situasi seperti ini, beberapa langkah dapat dilakukan:
- Menghindari menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
- Mencari sumber informasi yang terpercaya.
- Memahami bahwa setiap orang memiliki hak untuk menjaga privasi dan kehidupan pribadi.
Kesimpulan
Peristiwa ini menjadi pelajaran bahwa informasi yang disebarkan di media sosial tidak selalu benar. Dalam kasus perceraian Salmafina dan Taqy Malik, isu tentang legging menjadi salah satu contoh bagaimana informasi bisa disalahpahami atau bahkan disebarkan sebagai hoaks. Penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan kritis dalam menerima informasi, serta menghargai privasi dan kehidupan pribadi orang lain.
