Karir Politik Bupati Pekalongan Terancam Setelah Ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK
Karir politik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kini terancam setelah dirinya ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini menandai perubahan besar dalam kariernya yang sebelumnya cemerlang. Sebagai Bupati dua periode, Fadia Arafiq juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan selama satu periode dari tahun 2016 hingga 2021.
Respons Partai Golkar terhadap OTT KPK
Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan hukum bagi Fadia Arafiq jika diperlukan. Menurutnya, partai masih menunggu hasil komunikasi dengan Fadia yang telah dibawa ke Jakarta oleh penyidik KPK. Saleh mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu permintaan dari Fadia untuk pendampingan hukum.
Saleh mengetahui informasi tentang penangkapan Fadia Arafiq melalui media. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui detail kasus yang sedang dihadapi oleh kadernya tersebut. Meskipun demikian, pihaknya aktif melaporkan kondisi ini ke DPP Golkar dan terus memantau informasi terkini dari KPK.
Selain itu, pihak Partai Golkar menghargai kinerja KPK dalam proses penangkapan ini. Saleh menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan selama 24 jam dari KPK sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Pernyataan dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyampaikan bahwa penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh KPK harus menjadi pengingat bagi seluruh kader partai yang mendapat amanat di pemerintahan. Ia meminta kepada seluruh kader untuk menjalankan pemerintahan sesuai koridor tata pemerintahan yang baik.
Sarmuji menekankan bahwa Partai Golkar prihatin dan menyesal atas dugaan korupsi yang dilakukan oleh Fadia Arafiq hingga membuatnya tertangkap KPK. Meskipun tidak menjelaskan informasi internal partai mengenai kasus tersebut, ia menegaskan bahwa Golkar memiliki lembaga bantuan hukum yang siap membantu siapa pun yang merasa membutuhkan.
Penangkapan Bersama Sejumlah Pihak
KPK menangkap Fadia Arafiq dalam OTT di Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tim KPK mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, termasuk Bupati. Tim kemudian membawa Fadia dan sejumlah pihak ke Gedung Merah Putih, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Namun, KPK belum mengungkap perkara yang menjerat Bupati Pekalongan tersebut. Selain itu, KPK juga belum memerinci barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.
Setelah penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, KPK menyegel sejumlah ruangan di Pemkab Setempat pada Selasa (3/3/2026). Ruangan yang disegel antara lain:
* Ruangan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dingkop-UKM) Kabupaten Pekalongan
* Satpol PP
* Bagian Umum
* Bagian Perekonomian
* Prokompim
* Dinperkim LH serta DPU dan Taru
* Kantor Bupati Pekalongan
* Kantor Sekda
Segel yang terpasang memuat tulisan “Masih dalam pengawasan KPK”. Suasana di sekitar kantor yang berada di kompleks Pemkab Pekalongan terlihat sepi dan lengang. Aktivitas perkantoran berjalan seperti biasa, tetapi sejumlah pegawai tampak enggan memberikan keterangan.
Profil Singkat Fadia Arafiq
Fadia Arafiq, S.E., M.M. lahir dengan nama asli Laila Fathia di Jakarta, 23 Mei 1978. Fadia adalah anak pedangdut A Rafiq. Ia menikah dengan Ashraff Abu dan memiliki enam orang anak.
Pendidikan Fadia Arafiq mencakup:
* SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat
* SMP Negeri 8 Tanah Abang, Jakarta Pusat
* SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur
* S1 Manajemen Universitas AKI Semarang
* S2 Manajemen Universitas Stikubank Semarang
* S3 UNTAG Semarang
Karier Politik Fadia Arafiq
Sebelum terjun ke politik, Fadia pernah mengikuti jejak ayahnya, A. Rafiq, sebagai pedangdut. Nama Fadia Arafiq sempat meledak setelah sukses membawakan single berjudul Cik Cik Bum Bum (2000).
Ia lalu terjun ke politik dengan menjadi Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Kemudian maju sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2024 dan menang. Di periode kedua, Fadia kembali unggul dan memenangkan pilkada 2025.
Rekam jejak karier Fadia Arafiq:
* Wakil Bupati Pekalongan (2011–2016)
* Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016–2021)
* Ketua KNPI Jawa Tengah (2016–2021)
* Bupati Pekalongan (2021–2026)
* Bupati Pekalongan (2025–2030)
