Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Pendidikan

Kisah Rizal, Putra Sebatik yang Jadi ASN Kemenag Usai Raih Magister ITS

Rizal Hartanto
Last updated: February 27, 2026 1:09 am
Rizal Hartanto
Share
6 Min Read
SHARE

Lulus Magister dan Jadi ASN, Kisah Inspiratif Putra Perbatasan Sebatik

Dari wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, lahir sosok inspiratif bernama Muhammad Rizal. Pria yang akrab disapa Rizal ini merupakan anak kedua dari dua bersaudara yang kini berhasil meraih gelar Magister Statistika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, berkat beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kini Ia resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kanwil Kemenag Kalimantan Utara setelah lulus CPNS.

Contents
  • Lulus Magister dan Jadi ASN, Kisah Inspiratif Putra Perbatasan Sebatik
  • Anak TKI dari Perbatasan
  • Berburu Beasiswa Sejak Dini
  • Incar LPDP Sejak S1
  • Fasilitas Beasiswa dan Living Allowance
  • Aktif Organisasi dan Konferensi Internasional
  • Lulus CPNS, Kini ASN Kemenag
  • “Something to Sell”

Anak TKI dari Perbatasan

Rizal tumbuh dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hingga kini masih bekerja di Malaysia. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Rizal dan sang kakak dititipkan kepada pamannya di Sebatik demi mengenyam pendidikan yang layak. Setiap sebulan sekali orang tua datang menjenguk. Mungkin itu keputusan terberat bagi mereka, tapi semua demi pendidikan kami,” kenangnya.

Meski hidup sederhana, kedua orang tuanya memiliki satu prinsip kuat: pendidikan adalah prioritas. Mindset itulah yang terus dipegang Rizal hingga sekarang.

Berburu Beasiswa Sejak Dini

Semangat berburu beasiswa sudah tumbuh sejak Rizal duduk di bangku sekolah menengah atas. Ia mendapat informasi awal tentang Beasiswa Unggulan Kemendikbud dari seorang kakak tingkat, saat mengikuti kegiatan nasional. “Aku langsung kepoin dan tanya-tanya. Jangan malu bertanya, asal sudah baca panduannya dulu. Kita tidak cukup pintar untuk jalan sendirian,” ujarnya.

Tekadnya makin bulat saat hendak kuliah S1 di Yogyakarta. Ia sempat tak mendapat izin karena kondisi finansial keluarga yang juga harus membiayai sang kakak kuliah di tahun yang sama. Namun Rizal meyakinkan orang tuanya bahwa ia akan mengusahakan biaya kuliah sendiri. Hasilnya, Rizal dan kakaknya sama-sama meraih Beasiswa Unggulan Kemendikbud selama empat tahun hingga lulus sebagai sarjana.

Incar LPDP Sejak S1

Selepas S1, Rizal sudah menargetkan beasiswa LPDP yang dikelola pemerintah melalui Kementerian Keuangan. Ia mulai mempersiapkan diri jauh sebelum lulus. “Aku bikin folder khusus di laptop, checklist berkas, cari tahu syarat apa yang butuh waktu lama,” katanya. Salah satu syarat penting adalah kemampuan bahasa Inggris. Rizal bahkan berangkat ke Pare, Kediri, Jawa Timur untuk kursus selama sebulan demi memenuhi syarat TOEFL.

Ia mengingatkan bahwa tahap administrasi LPDP bersifat “hitam putih”. Artinya, semua dokumen harus sesuai ketentuan. “Kalau syarat IPK minimal 3.00, lalu IPK kita 2.90, ya pasti tidak lolos. Jadi benar-benar harus teliti dan disiplin,” tegasnya. Berkat persiapan matang, Rizal akhirnya lolos dan melanjutkan studi S2 Statistika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui beasiswa LPDP.

Fasilitas Beasiswa dan Living Allowance

Rizal menjelaskan, komponen beasiswa LPDP terdiri dari dua bagian, yakni dana pendidikan dan dana pendukung. Dana pendidikan mencakup biaya pendaftaran, UKT/SPP, hingga buku. Sementara dana pendukung meliputi transportasi, dana hidup bulanan, hingga visa bagi penerima yang studi ke luar negeri. Selama kuliah di Surabaya, Rizal menerima living allowance sekitar Rp5 juta per bulan. Meski tidak besar, menurutnya dana tersebut cukup untuk kebutuhan hidup dan bahkan bisa ditabung karena penerima LPDP tidak diperbolehkan bekerja formal selama studi.

Aktif Organisasi dan Konferensi Internasional

Selama menempuh S2, Rizal aktif di Kelurahan LPDP ITS, organisasi bagi awardee LPDP di kampusnya. Ia dipercaya menjadi Ketua Divisi Minat dan Bakat. Beragam kegiatan digelar, mulai dari olahraga, kunjungan museum, hingga gathering awardee baru. Secara akademik, Rizal juga aktif mengikuti konferensi internasional, termasuk mempresentasikan paper di Kuala Lumpur, Malaysia pada ajang 5th International Conference on Applied & Industrial Mathematics and Statistics 2025.

Lulus CPNS, Kini ASN Kemenag

Di tengah proses studinya, Rizal mendapat informasi pembukaan CPNS dari seorang teman. Ia pun mulai mengumpulkan informasi terkait formasi dan instansi. Rizal memilih instansi kementerian, tepatnya Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan alasan sederhana: formasinya cukup banyak. Ia mengikuti seluruh tahapan seleksi mulai dari administrasi, SKD, SKB hingga SKBT. Pada pengumuman akhir Januari 2025, namanya dinyatakan lulus di posisi ke-3 dari 18 formasi yang tersedia.

Awalnya ia ditempatkan di pusat, Jakarta. Namun beberapa bulan kemudian, Rizal mendapat surat tugas untuk bertugas di Kanwil Kemenag Kalimantan Utara. “Orang tua senang, meski sempat sedih karena awalnya harus di Jakarta. Tapi ini sudah jalan yang dipilih, jadi harus siap dengan segala konsekuensinya,” katanya.

“Something to Sell”

Putra Perbatasan

Rizal berpesan kepada generasi muda Sebatik bahwa tidak ada trik khusus untuk mendapatkan beasiswa. Namun, setiap orang harus punya “something to sell”. “Kita dari perbatasan. Itu nilai plus kalau bisa dielaborasi dalam esai dan rencana studi. Tapi harus realistis dan terukur,” jelasnya. Ia mencontohkan, jangan menulis target yang terlalu muluk tanpa dasar yang jelas. “Buat yang sederhana dan natural, tapi bisa dipertanggungjawabkan.”

Menutup kisahnya, Rizal mengajak anak muda Sebatik untuk berani mencoba dan konsisten berusaha. “Seperti bunga matahari yang tidak pernah ragu menghadap ke mana, tugas kita hanya konsisten dalam usaha. Jangan takut mencoba. Aku tunggu kalian jadi awardee LPDP selanjutnya,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRizal Hartanto
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Pendidikan

Siapakah Orang Pertama yang Masuk Islam? 50 Soal Essay Sejarah Islam Kelas 5 MI

January 22, 2026
Pendidikan

SMP PGRI Mekarmukti: Sekolah Swasta Berakreditasi B di Garut Selatan

December 16, 2025
Pendidikan

Contoh Tugas Mandiri PPP Akidah Akhlak, PPG Kemenag Batch 4 2025

December 22, 2025
Pendidikan

Rektor Baru USK Prof Mirza

February 9, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?