Apa Itu Awakened Empath?
Awakened empath atau empati yang terbangun adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang telah menyadari kekuatan empati mereka. Sebelum menjadi awakened empath, orang-orang dengan empati tinggi biasanya mampu merasakan dan menyerap emosi serta energi orang lain tanpa memiliki kemampuan melindungi diri sendiri. Mereka seringkali menjadi korban bagi orang-orang narsistik karena memiliki rasa kepedulian tinggi dan keinginan untuk menyembuhkan.
Namun, setelah menyadari kekuatan empati mereka, mereka mampu mengendalikannya sehingga tidak mudah terkecoh atau dikendalikan oleh sosok narsistik. Justru, orang-orang narsistik merasa takut dengan awakened empath karena kesadaran tinggi yang dimiliki dan kemampuan empati yang terbangun untuk melihat ‘topeng’ para narsistik.
Jika kamu penasaran apakah kamu salah satu awakened empath, berikut 9 tanda yang bisa kamu cek:
1. Merasa Kewalahan dengan Keramaian
Sebagai seorang awakened empath, kamu kerap kali merasa kewalahan ketika berada di tempat ramai. Jika diibaratkan, kamu seperti sebuah spons yang mudah menyerap dan merasakan emosi, pikiran, ketegangan, hingga sakit fisik orang-orang di sekelilingmu. Rasa cemas dan murung pun sangat rentan kamu alami saat berada dalam lingkungan dengan energi intens.
2. Menangis Tanpa Sebab
Selain merasa kewalahan, kamu juga bisa tiba-tiba menangis tanpa sebab, ataupun merasakan gelombang kemarahan yang bukan milikmu. Untuk mengendalikan hal ini, cobalah untuk kembali terhubung dengan diri sendiri. Pertama dengan sadari terlebih dulu perasaanmu. Kemudian, mulailah bedakan mana yang merupakan emosi milikmu, dan mana emosi yang kamu serap dari orang lain.

3. Melepas Identitas Lamamu
Seorang awakened empath selalu melewati fase pelepasan identitas lama. Artinya, kamu mungkin mulai merasa kepribadian, hubungan, hingga pekerjaanmu terasa asing dan nggak relevan lagi. Dalam fase ini, kamu mungkin akan menolaknya di awal. Tapi lambat laun, kamu mulai menerima peralihan identitas ini.

4. Keinginan Kuat untuk Menyendiri
Merasa membutuhkan waktu untuk menyendiri adalah hal yang selalu dialami oleh seorang awakened empath. Hal ini terjadi sebab kamu merasa keramaian terasa begitu menyesakkan dada. Tapi di sisi lain, terkadang saat tengah menyendiri kamu tetap merasakan kerinduan mendalam akan suatu hal yang nggak bisa dijelaskan.
Pada fase ini, sebenarnya kamu tengah belajar untuk terhubung dengan dirimu sendiri secara lebih dalam, serta merangkul dirimu yang autentik.

5. Intuisi Lebih Kuat
Ketika seorang empath telah terbangun, intuisi menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Kamu mungkin sering mendapat bisikan, atau tanda-tanda yang sulit dijelaskan untuk membantumu menentukan sebuah pilihan, atau mengenali ketidakjujuran. Di awal, kamu mungkin meragukan hal-hal tersebut. Bahkan seringkali membutuhkan validasi eksternal agar bisa mempercayai intuisimu.

6. Sensitif Terhadap Lingkungan
Seorang awakened empath sangat sensitif terhadap cahaya yang terlalu terang, suara yang terlalu keras, hingga makanan yang terlalu berat. Situasi ini bahkan bisa memicu sensasi fisik, seperti pusing, mual, ataupun merasa lelah secara mental.

7. Mudah Terpicu Emosi
Sebagai empath yang sudah tersadarkan, kamu bisa merasa mudah terpancing emosi, kendati sudah pernah memproses banyak emosi terpendam. Yup, tapi kamu nggak perlu khawatir, karena ini tandanya kamu tengah membersihkan kembali berbagai lapisan emosi yang belum kamu sadari sebelumnya. Sehingga, ke depannya kamu akan merasa semakin ‘ringan’ dan bertumbuh, baik secara mental, maupun spiritual.

8. Merasa Terpanggil untuk Tujuan yang Lebih Dalam
Dalam proses perubahan dari empath menuju empath yang terbangun, kamu mungkin merasa terpanggil untuk tujuan hidup yang lebih dalam. Namun, biasanya kamu belum benar-benar mengetahui dan yakin apa sebenarnya tujuan tersebut.

9. Mempunyai Batasan yang Sehat
Saat kamu menjadi seorang awakened empath, kamu tentu telah melakukan penyembuhan emosional yang mendalam. Alhasil, kamu nggak hanya bisa menerima kepekaan sebagai sebuah kekuatan, melainkan juga semakin handal dalam menetapkan batasan yang sehat. Kamu pun jadi nggak mudah dimanipulasi, terlebih oleh sosok narsistik. Ketimbang terpancing dengan sikap yang mereka tunjukkan, kamu bisa melihat luka yang mendasari sikap mereka, tanpa merasa terpengaruh.

Jadi, itulah beberapa tanda seorang awakened empath. Ketika kamu dapat mengendalikan kemampuan untuk berempati, kamu nggak hanya bisa menjadi pribadi yang lebih berdaya, melainkan juga mampu keluar dari jebakan para narsistik. Semoga bermanfaat, Bela!
