Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi di 137 Lokasi
Sebanyak 82.122 korban banjir di Aceh Utara masih mengungsi yang tersebar di 137 lokasi. Data Pusat Informasi Posko Bencana Banjir BPBD Aceh Utara mencatat, jumlah warga yang mengungsi berasal dari 9.242 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, terdapat 48.861 siswa yang terdampak langsung.
Banjir juga menyebabkan 5 orang masih dilaporkan hilang, sementara 2.127 orang mengalami luka-luka. Kelompok rentan ikut terdampak, di antaranya 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, dan 513 penyandang disabilitas. Tragedi ini juga merenggut tenaga pendidik dan peserta didik. BPBD mencatat satu kepala sekolah, satu guru, dua tenaga kependidikan, dan tiga siswa meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Hingga kini, para pengungsi tersebar di 137 titik lokasi pengungsian yang berada di berbagai kecamatan. Secara keseluruhan, banjir berdampak pada 124.549 KK atau 433.064 jiwa di Aceh Utara. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, relawan, dan organisasi kemanusanaan terus berupaya mempercepat distribusi bantuan, evakuasi, serta pemulihan bagi para korban.
Kerusakan Fisik yang Luas Akibat Banjir
Selain korban jiwa, kerusakan fisik juga sangat luas. Tercatat 9.707 rumah rusak berat, 26.398 rusak sedang, dan 62.890 rusak ringan. Infrastruktur umum pun ikut terdampak, di antaranya 432 ruas jalan, 21 jaringan irigasi, 78 titik tanggul sungai, serta 69 unit jembatan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Di sektor pendidikan, tercatat 670 PAUD, 274 SD, 271 SMP, 102 SMA, dan 23 sekolah kesetaraan terdampak. Selain itu, 1.081 set alat peraga pendidikan, 1.812 unit komputer, 27.602 buku, dan ratusan set peralatan laboratorium ikut rusak. Fasilitas kesehatan juga tidak luput dari dampak banjir. Sebanyak 5 puskesmas dan 61 pustu mengalami kerusakan, sementara 53 unit perkantoran turut terdampak.
Dampak Ekonomi dan Sektor Pertanian
Sektor ekonomi masyarakat mengalami tekanan berat. Data BPBD menyebutkan 2.565 nelayan terdampak, 435 unit armada tangkap rusak, 40 titik muara baru terbentuk, serta 266 hektare saluran tambak tersier rusak. Selain itu, 2.000 IKM, 14.648 UMKM, dan 224 kios Pasar Pemda ikut terdampak.
Di sektor pertanian dan perikanan, banjir menyebabkan 11.929 hektare sawah padi puso serta 10.660,78 hektare tambak terendam. Sementara itu, rumah ibadah dan lembaga keagamaan juga ikut rusak, meliputi 124 masjid, 16 meunasah, dan 6 dayah/pesantren.
Mahasiswa KKM Bersihkan Lumpur di Peusangan Siblah Krueng
Sebanyak 77 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) Bireuen melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Peusangan Siblah Krueng. Mereka membersihkan lingkungan, ruang serba guna, dan mushalla kantor Camat Peusangan Siblah Krueng, Jumat (23/1/2026).
Puluhan mahasiswa dengan memakai baju almamaternya bahu membahu membersihkan kantor camat dari endapan lumpur. Sebagian mahasiswa mengambil air dari sumur yang dibawa dengan ember. Kemudian, membersihkan lantai gedung serba guna, sementara sebagian lainnya menyapu lantai, dan membersihkan dinding. Selain itu, beberapa mahasiswa dengan sekop mengangkat tumpukan lumpur untuk membuang ke pinggir pagar kantor camat. Mereka bekerja serentak dan bersama-sama membersihkan fasilitas pelayanan public, serta dibantu pegawai kantor camat setempat.
M Reval Akbar, ketua kelompok KKM mengatakan, mereka sejak dua hari lalu melaksanakan KKM di Peusangan Siblah Krueng. Di mana kegiatan sejak hari pertama hingga kedua membersihkan kantor Camat Peusangan Siblah Krueng yang penuh lumpur. Selain itu, mereka akan turun ke Gampong Buket Panyang, Pante Baro Kumbang, Pante Baro, dan sejumlah gampong lain untuk melaksanakan pengabdian. Tujuannya membantu masyarakat. “Ada beberapa gampong akan kita lakukan pengabdian setelah di kantor camat,” ujarnya.
