Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kesehatan

8 Hal yang Mulai Dilakukan Perempuan Saat Kepercayaan Hilang Menurut Psikologi

Bayu Purnomo
Last updated: February 23, 2026 11:54 pm
Bayu Purnomo
Share
5 Min Read
SHARE

Perubahan Psikologis Ketika Seorang Perempuan Kehilangan Harapan

Harapan adalah bahan bakar emosi yang memungkinkan seseorang untuk berani mengambil peluang, membuka diri, dan membangun hubungan. Namun, ketika harapan mulai pudar, terutama pada perempuan, perubahan psikologis bisa terjadi secara perlahan dan tidak terlihat jelas—namun sangat nyata.

Contents
  • Perubahan Psikologis Ketika Seorang Perempuan Kehilangan Harapan
  • Mengapa Ini Terjadi?
  • Harapan Bisa Dibangun Kembali

Dalam psikologi, fenomena ini sering dikaitkan dengan konsep seperti learned helplessness (ketidakberdayaan yang dipelajari), yang diperkenalkan oleh Martin Seligman dalam kerangka positive psychology. Ketika seseorang merasa bahwa upaya apa pun tidak mengubah hasil, ia bisa mulai menyerah—perlahan dan tanpa sadar.

Berikut delapan tanda yang sering muncul ketika seorang perempuan berhenti percaya bahwa hal-hal baik akan terjadi:

  • Berhenti Berharap Terlalu Tinggi

    Awalnya terlihat seperti “lebih realistis.” Namun secara psikologis, ini sering menjadi mekanisme perlindungan diri. Mereka menurunkan ekspektasi bukan karena tidak mampu bermimpi, tetapi karena takut kecewa. Dalam teori learned helplessness, individu yang berulang kali mengalami kegagalan akan berhenti mencoba karena merasa hasilnya sudah ditentukan. Harapan yang dulu tinggi kini diganti dengan kalimat seperti: “Sudahlah, yang penting cukup.” atau “Aku tidak berharap apa-apa lagi.” Padahal, di balik itu ada luka yang belum selesai.

  • Menarik Diri Secara Emosional

    Ketika kepercayaan pada masa depan melemah, keterbukaan emosional pun ikut menyusut. Mereka menjadi lebih tertutup, tidak mudah bercerita, dan menjaga jarak bahkan dari orang terdekat. Menurut teori attachment dari John Bowlby, pengalaman emosional negatif yang berulang dapat memengaruhi cara seseorang membangun kedekatan. Perempuan yang kehilangan harapan sering kali mengembangkan sikap defensif: “Lebih baik tidak terlalu dekat daripada terluka lagi.”

  • Terlalu Mandiri Sampai Menolak Bantuan

    Kemandirian adalah kekuatan. Namun ketika muncul dari keputusasaan, ia berubah menjadi benteng. Perempuan yang berhenti percaya pada hal baik sering berkata: “Aku bisa sendiri.” atau “Tidak perlu merepotkan orang lain.” Secara psikologis, ini adalah bentuk kontrol. Ketika hidup terasa tidak bisa dikendalikan, setidaknya mereka bisa mengontrol ketergantungan.

  • Mengabaikan Impian Lama

    Mimpi yang dulu diperjuangkan mulai terasa tidak relevan. Mereka berhenti mendaftar beasiswa, berhenti mencoba posisi baru, atau berhenti mengejar hubungan yang sehat. Konsep self-efficacy dari Albert Bandura menjelaskan bahwa ketika keyakinan terhadap kemampuan diri menurun, motivasi untuk bertindak pun ikut menurun. Bukan karena tidak mampu—tetapi karena tidak lagi percaya hasilnya akan baik.

  • Mengembangkan Pola Pikir Pesimis

    Kalimat dalam pikiran berubah menjadi: “Pasti gagal.” atau “Orang lain lebih beruntung.” Ini berkaitan dengan konsep explanatory style dalam Learned Optimism karya Martin Seligman. Individu yang pesimis cenderung melihat kegagalan sebagai sesuatu yang permanen, personal, dan menyeluruh. Pesimisme bukan bawaan lahir. Ia terbentuk dari pengalaman yang tidak terselesaikan.

  • Terjebak dalam Hubungan yang Tidak Sehat

    Ironisnya, ketika harapan hilang, standar pun ikut turun. Beberapa perempuan mulai menerima perlakuan yang sebenarnya tidak layak, karena merasa: “Mungkin segini saja yang bisa aku dapat.” atau “Tidak ada yang akan lebih baik.” Psikologi menyebut ini sebagai penurunan self-worth. Ketika harga diri menurun, seseorang lebih toleran terhadap perlakuan buruk.

  • Menghindari Risiko

    Mereka tidak lagi mencoba hal baru. Tidak melamar pekerjaan impian. Tidak membuka hati. Tidak berbicara tentang ide besar. Menurut teori growth mindset dari Carol Dweck, individu yang kehilangan keyakinan terhadap perkembangan diri cenderung memilih zona aman. Bukan karena tidak punya potensi, tetapi karena takut membuktikan bahwa mereka “tidak cukup baik.”

  • Menjadi Terlalu Kuat di Luar, Rapuh di Dalam

    Dari luar, mereka tampak tegar. Produktif. Tenang. Bahkan terlihat tidak peduli. Namun di dalam, ada kelelahan emosional. Harapan yang dulu hidup kini terasa seperti beban. Ini sering berkaitan dengan kondisi seperti emotional exhaustion atau bahkan gejala depresi ringan. Banyak perempuan yang tetap menjalani hidup dengan baik secara fungsi sosial, tetapi diam-diam merasa kosong.

Mengapa Ini Terjadi?

Ketika pengalaman negatif terjadi berulang tanpa resolusi—baik dalam karier, hubungan, maupun keluarga—otak belajar untuk “menghemat energi harapan.” Harapan dianggap berisiko karena membuka kemungkinan kecewa. Namun penting untuk dipahami: berhenti berharap bukanlah sifat bawaan. Ia adalah respons adaptif terhadap rasa sakit. Dan kabar baiknya—respons adaptif bisa dipelajari ulang.

Harapan Bisa Dibangun Kembali

Psikologi modern, khususnya dalam pendekatan positive psychology, menunjukkan bahwa harapan bukan sekadar perasaan, melainkan keterampilan mental yang bisa dilatih. Perempuan yang kehilangan kepercayaan bahwa hal baik akan terjadi bukanlah lemah. Mereka biasanya hanya terlalu sering kuat sendirian. Memahami tanda-tandanya adalah langkah pertama. Mengakui luka adalah langkah kedua. Dan membangun kembali harapan—adalah proses yang sangat mungkin terjadi. Karena sering kali, bukan dunia yang berhenti memberi hal baik. Melainkan hati yang lelah menunggu.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByBayu Purnomo
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kesehatan

Solusi Bantuan Air Bersih untuk Korban Banjir – ‘Alhamdulillah Dikasih Air Seperti Ini’

January 29, 2026
Kesehatan

Mengapa Demam Bikin Mimpi Aneh? Ini Penjelasannya

January 19, 2026
Kesehatan

Perhatikan 5 Hal Ini Saat Mengemudi dengan Ibu Hamil

December 29, 2025
Kesehatan

5 Fakta Menarik Small Heath, Terbang Dekat Permukaan Tanah

March 26, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?