Kehilangan yang Mendalam
Kehilangan Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Terutama bagi sang istri, Sheila Dara Aisha, yang selama ini dikenal setia mendampingi perjalanan hidup dan karier sang musisi. Setelah satu pekan kepergian Vidi, Sheila masih rutin mengunjungi makam suaminya yang berada di TPU Tanah Kusir.
Pada hari ketujuh sejak Vidi berpulang, Sheila kembali datang untuk berziarah dan memanjatkan doa di pusara sang suami. Berdasarkan pantauan di lokasi, Sheila tiba di area pemakaman sekitar pukul 06.39 WIB. Ia tidak datang sendiri, melainkan ditemani oleh sejumlah anggota keluarga. Terlihat pula ibunda serta adik dari Vidi Aldiano yang turut hadir mendampingi momen ziarah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Sheila mengenakan kemeja berwarna biru muda yang disebut sebagai warna favorit almarhum suaminya. Rambut hitamnya tampak tergerai, sementara wajahnya ditutupi masker hitam. Saat awak media mencoba mengambil gambar, tim yang mendampingi Sheila terlihat menutupi sang aktris dengan payung.
Setelah itu, Sheila tampak bersimpuh di depan makam Vidi, memanjatkan doa sejenak, lalu meninggalkan lokasi pemakaman dengan tenang. Sejumlah warga di sekitar lokasi juga mengungkapkan bahwa pemain film Sore tersebut hampir setiap pagi datang untuk berziarah ke makam suaminya. Hal itu menunjukkan betapa besar rasa kehilangan yang dirasakan Sheila atas kepergian sang penyanyi.
Kesetiaan Sheila Dara Dipuji Ibu Mertua
Kepergian pelantun lagu Nuansa Bening ini disebut terjadi di tengah masa-masa terbaik dalam hidupnya. Meski demikian, keluarga merasa bersyukur karena Vidi dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya hingga akhir hayat, termasuk sang istri yang terus setia mendampingi.
Ibunda Vidi Aldiano mengungkapkan rasa syukurnya memiliki menantu yang begitu baik dan setia merawat sang anak selama masa sakitnya. “Istrinya sangat setia, alhamdulillah saya punya menantu yang baik sekali. Adik-adik Vidi juga luar biasa selalu menjaganya,” ungkapnya.
Bagi keluarga, wafatnya Vidi di bulan suci Ramadan yang juga bertepatan dengan momen Nuzulul Qur’an dianggap sebagai bentuk kasih sayang Tuhan. Meski rasa kehilangan masih terasa, keluarga mengaku telah berusaha mengikhlaskan kepergian sosok yang dikenal romantis dan penuh kasih tersebut.
Ibunda Vidi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar dan masyarakat yang selama ini memberikan dukungan besar terhadap perjalanan karier putranya di dunia musik. “Saya sangat berterima kasih kepada kalian semua, karena tanpa dukungan kalian Vidi juga tidak akan berada di dunia musik seperti sekarang,” ujarnya.
Ia pun berharap doa dari banyak orang dapat mengiringi perjalanan Vidi di alam keabadian. “Doa-doa kalian yang kami harapkan supaya Vidi mendapatkan tempat yang lebih mulia di sisi Allah dan tidak merasakan sakit lagi,” tutupnya.
Perjalanan Kanker Vidi Aldiano
Vidi Aldiano pertama kali mengejutkan publik pada Desember 2019 saat ia mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker ginjal stadium 3. Kanker tersebut menyerang ginjal bagian kirinya. Tak lama setelah diagnosis, ia menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di sebuah rumah sakit di Singapura. Pasca-operasi, Vidi sempat dinyatakan pulih namun harus menjalani gaya hidup dengan satu ginjal.
Pada akhir tahun 2023, Vidi secara terbuka membagikan kabar bahwa sel kankernya telah menyebar (metastasis) ke beberapa titik di tubuhnya. Sejak saat itu, ia harus menjalani perawatan rutin secara intensif. Meski dalam kondisi sakit, Vidi dikenal sangat positif. Ia kerap menyebut sesi kemoterapinya dengan istilah “Spa Day” di media sosial sebagai bentuk semangat agar tetap optimis dalam menghadapi proses penyembuhan.
Vidi Aldiano tutup usia pada Sabtu (7/3/2026) setelah 7 tahun melawan penyakit kanker ginjal. Jenazah dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Minggu (9/3/2026) dihadiri rekan sesama artis.
