Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kesehatan

7 Dampak Bulan Purnama pada Perilaku Hewan

Adriatno Majid
Last updated: March 4, 2026 9:23 pm
Adriatno Majid
Share
5 Min Read
SHARE

Mitos dan Fakta: Bagaimana Bulan Purnama Mempengaruhi Perilaku Hewan

Bulan purnama sering dianggap sebagai simbol mitos dan cerita rakyat. Dalam berbagai budaya, bulan purnama dikaitkan dengan fenomena aneh seperti serigala yang melolong atau manusia berubah menjadi siluman. Meskipun ini hanya mitos, bulan purnama memang memiliki dampak nyata terhadap perilaku hewan di alam liar. Dari cara mereka berburu hingga proses reproduksi, banyak spesies telah beradaptasi dengan perubahan cahaya malam hari.

1. Terumbu Karang Mengadakan Pesta Reproduksi Massal



Setiap Desember, di malam bulan purnama, terumbu karang di sepanjang pantai Australia melepaskan telur dan sperma dalam jumlah besar secara bersamaan. Faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, dan ketersediaan makanan turut memicu kejadian ini. Namun, peneliti juga menemukan bahwa tingkat cahaya bulan tampaknya menjadi faktor utama. Dengan menyinkronkan pelepasan telur dan sperma, terumbu karang meningkatkan peluang terjadinya pembuahan. Fenomena ini terlihat di berbagai tempat di dunia, tetapi pelepasan telur dan sperma di Australia adalah yang terbesar, terlihat dari pantai sebagai gumpalan merah muda yang bergelombang.

2. Lalat Capung di Afrika



Lalat capung di Danau Victoria, Afrika Timur, juga menyinkronkan perkawinannya dengan siklus bulan. Dua hari setelah bulan purnama, lalat ini keluar dari fase larva airnya untuk bereproduksi. Lalat capung dewasa hanya hidup selama satu hingga dua jam, jadi mereka harus segera kawin dan bertelur sebelum mati. Cahaya bulan membantu mereka menemukan pasangan dan menyelesaikan tugas ini dengan cepat.

3. Burung Nightjar Berburu Lebih Lama



Burung nightjar, yang berburu serangga di senja dan fajar, memperpanjang waktu berburu mereka saat bulan purnama karena ada lebih banyak cahaya untuk menangkap serangga. Setelah bulan purnama berlalu, burung ini memulai migrasi panjang mereka ke Afrika Selatan. Burung nightjar juga memastikan telurnya menetas saat bulan purnama untuk mendapatkan kondisi makan terbaik bagi anak-anaknya.

4. Doodlebug Menggali Lubang Lebih Besar

Doodlebug, serangga yang membuat perangkap dengan menggali lubang, diketahui menggali lubang yang lebih besar selama bulan purnama. Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh mangsanya yang menjadi lebih aktif di bawah cahaya bulan, sehingga usaha ekstra untuk menggali lubang lebih besar menjadi lebih menguntungkan. Namun, diperkirakan ada faktor lain dari siklus bulan yang berperan.

5. Kalajengking Bersinar Biru di Bawah Cahaya Bulan



Kalajengking mengeluarkan cahaya biru di bawah sinar ultraviolet dari cahaya bulan, yang terjadi karena reaksi antara sinar UV dengan protein di tubuh kalajengking. Menariknya, semakin terang cahayanya, semakin mereka berusaha bersembunyi. Kalajengking lebih aktif saat bulan baru, dan cenderung mencari tempat berlindung di fase bulan lainnya. Peneliti belum yakin alasan pasti di balik ini, tetapi ada hipotesis bahwa mangsa mereka lebih banyak tersedia di malam yang lebih gelap, sedangkan pada bulan purnama, kalajengking cenderung bersembunyi dari cahaya.

6. Satwa Liar dan Pasang Surut



Dampak paling nyata dari bulan purnama terhadap Bumi adalah perannya dalam terjadinya pasang surut. Hewan dan tumbuhan yang hidup di habitat pesisir, terutama di tempat-tempat dengan rentang pasang surut yang tinggi, telah beradaptasi untuk hidup di beberapa tempat yang paling bervariasi dan ekstrem di Bumi. Limpet telah beradaptasi untuk hidup di lingkungan intertidal yang ekstrem ini dengan menggunakan cangkangnya yang keras untuk melindungi diri dari gelombang dan kekeringan saat air surut. Mereka juga memanfaatkan siklus pasang surut untuk mencari makan, menggunakan lidah seperti radula yang kuat untuk mengikis makanan dari permukaan batu selama air naik.

7. Musang Jadi Jarang Buang Air Kecil



Musang Eropa cenderung lebih sering mengangkat kakinya saat buang air kecil selama bulan baru dibandingkan saat bulan purnama. Buang air dilakukan untuk menandai wilayah, terutama saat hendak kawin. Proses kawin musang bisa berlangsung hingga 90 menit, membuat mereka rentan diserang. Bulan baru memberikan perlindungan lebih dari predator, karena kegelapan yang meningkat. Sebaliknya, selama bulan purnama, mereka lebih berhati-hati karena malam yang lebih terang membuat mereka lebih terlihat oleh predator. Mereka cenderung mengurangi aktivitas mereka selama periode ini, menghindari paparan cahaya yang lebih terang yang dapat membuat mereka rentan terhadap ancaman.

Meskipun masih banyak yang belum dipahami tentang hubungan antara fase bulan dan perilaku hewan, bukti yang ada menunjukkan bahwa bulan purnama memang memiliki pengaruh yang signifikan pada berbagai spesies. Dari burung hingga serangga, hewan-hewan ini telah berevolusi untuk memanfaatkan atau menghindari cahaya bulan demi bertahan hidup.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByAdriatno Majid
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kesehatan

Jika Anda Terobsesi Mencari Gejala Penyakit di Google, Ini 10 Perilaku yang Menunjukkan Kecemasan Psikologis

January 19, 2026
Kesehatan

Tips Perawatan Bayi Lahir Prematur

February 23, 2026
Kesehatan

#DiaryLorongRS 1: Dianggap Diare Biasa, Ternyata Ini Penyakit…

January 29, 2026
Kesehatan

Darah seperti daging keluar dari Miss V pasca melahirkan, berbahaya?

April 14, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?