Berita Terkini: Konflik Satwa Liar, Operasi Cipta Kondisi, dan Pemulihan Akses Jalan di Sumatera Barat
Beberapa berita menarik muncul dalam 24 jam terakhir yang menggambarkan situasi terkini di wilayah Sumatera Barat. Berikut adalah beberapa poin utama yang perlu diketahui.
Konflik Satwa Liar di Labuah Barulak, Kabupaten Pasaman
Di Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman, terjadi konflik antara warga dengan satwa liar jenis beruang madu. Kejadian ini memicu kekhawatiran karena beruang tersebut menyerang tiga orang warga dan satu petugas BKSDA Sumbar.
Pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, beruang madu menyerang tiga warga yang sedang panen padi. Setelahnya, hewan tersebut melarikan diri ke arah bukit. Namun, pada Minggu siang, beruang kembali muncul dan menyerang petugas BKSDA yang sedang melakukan penelusuran.
Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, menjelaskan bahwa petugas yang diserang mengalami luka di bagian kaki kiri dan harus mendapatkan lima jahitan. Total korban akibat serangan beruang madu tersebut kini berjumlah empat orang, terdiri dari tiga warga dan satu petugas BKSDA.
Edi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pengejaran langsung terhadap satwa liar tersebut karena berisiko tinggi. Saat ini, petugas BKSDA bersama BKSDA Agam, Centre for Orangutan Protection (COP), wali nagari, dan masyarakat masih melakukan penelusuran untuk memastikan arah larinya beruang.
Operasi Cipta Kondisi di Dharmasraya Menjelang Ramadan
Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, petugas gabungan di Dharmasraya menggelar operasi cipta kondisi untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum. Operasi ini dilakukan pada Jumat (13/2/2026) malam dan melibatkan kolaborasi antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran, serta jajaran Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya.
Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan ruang publik bersih dari aktivitas yang bertentangan dengan norma religi. Dalam operasi ini, petugas menemukan adanya peredaran minuman beralkohol yang tidak sesuai dengan peraturan daerah setempat.
Dari hasil penggeledahan di lokasi tersebut, petugas menyita sedikitnya delapan botol bir hitam dan dua botol minuman anggur merah. Yunisman, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Dharmasraya, menjelaskan bahwa penyitaan ini merupakan bagian dari penegakan hukum yang terukur.
Ia menambahkan bahwa patroli serupa akan terus ditingkatkan frekuensinya hingga hari raya Idul Fitri mendatang untuk menjamin tidak adanya celah bagi gangguan keamanan yang dapat merusak kekhusyukan masyarakat dalam beribadah.
Update Jalur Lembah Anai: Arus Lalu Lintas Padat Merayap
Arus lalu lintas di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, sudah dapat dilewati kendaraan dari kedua arah setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan akibat bencana longsor. Longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (14/2/2026) malam.
Material tanah dari tebing di sekitar jalan runtuh dan menutupi sebagian badan jalan. Pihak kepolisian memberlakukan sistem buka tutup untuk mengantisipasi kemacetan total sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Pada Minggu (15/2/2026) pagi, arus lalu lintas di kawasan Lembah Anai telah dibuka dua arah. Meski demikian, kondisi lalu lintas masih padat merayap. Antrean kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi mencapai Malibo Anai, sementara dari arah Bukittinggi atau Padang Panjang, ekor antrean terpantau berada di Simpang Padang Baru.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menjelaskan bahwa lokasi bekas longsor sebelumnya sudah dipastikan aman untuk dilalui. Ia juga mengimbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Jalur Lembah Anai sendiri dikenal sebagai salah satu titik rawan longsor, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi. Pengendara diharapkan tetap memantau informasi terkini sebelum melakukan perjalanan melalui jalur tersebut.


