Menanam tanaman menggunakan metode hidroponik menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan untuk menambah variasi tanaman di rumah. Meskipun berbagai tanaman dapat tumbuh subur di lingkungan tanpa tanah, sebagian tanaman yang membutuhkan ruang luas dan akar dalam tidak cocok menggunakan metode ini seperti kentang dan wortel. Agar menanam hidroponik menjadi lebih maksimal, kamu perlu mengetahui tanaman apa saja yang bisa ditanam menggunakan metode hidroponik.
Tanaman yang Cocok Ditanam dengan Sistem Hidroponik
Berikut adalah rekomendasi tanaman hidroponik untuk ditanam di rumah:
-
Selada
Selada menjadi salah satu pilihan terbaik untuk ditanam menggunakan metode hidroponik. Penanaman dan perawatannya yang mudah membuat tanaman ini cocok di tanam di media air.
Selama proses penanaman, selada membutuhkan cahaya matahari penuh hingga sebagian. Untuk mencapai masa panen, selada membutuhkan waktu sekitar 25 hingga 60 hari dan dapat tumbuh hingga mencapai 15 hingga 30 cm. Hampir semua jenis selada cocok ditanam menggunakan cara hidroponik, seperti selada Bibb, selada boston, dan selada anakan. -
Bayam
Tanaman yang cocok untuk ditanam dengan metode hidroponik yakni bayam. Bayam membutuhkan matahari waktu sekitar 28 hingga 55 hari untuk siap dipanen. Sama seperti selada, bayam membutuhkan cahaya matahari penuh hingga sebagian agar dapat tumbuh subur. Bayam dapat tumbuh mencapai tinggi 30 cm. -
Kubis
Tanaman lain yang bisa kamu tanam dengan sistem hidroponik yaitu tanaman kubis. Meski tanaman kubis memiliki akar yang besar dan cukup sulit untuk ditanam secara hidroponik, dengan perawatan yang tepat kamu bisa menghasilkan kubis yang sehat. Kubis membutuhkan waktu 2 bulan, sekitar 50 hingga 55 hari untuk siap di panen dan dapat tumbuh hingga mencapai 60 cm. -
Kemangi
Kemangi bisa tumbuh subur dengan sistem hidroponik jika dirawat dengan tepat. Pastikan tanaman mendapat cahaya yang cukup, serta dukungan lampu tambahan agar pertumbuhannya optimal dan daunnya tetap segar serta aromatik. Tanaman ini dapat dipanen jika sudah mencapai usia sekitar 65 hingga 70 hari dan dapat tumbuh hingga mencapai 60 cm. -
Peterseli
Tanaman lain yang tumbuh subur dengan sistem hidroponik adalah peterseli. Meski tanaman ini lambat dalam berkecambang, bila sudah tumbuh, peterseli akan dapat tumbuh dengan cepat dan memberikan kamu persediaan daun segar dan harum untuk dimasak. Agar dapat tumbuh subur, peterseli membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari dan membutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan atau sekitar 75 hari untuk siap dipanen. Peterseli dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 30 cm. -
Ketumbar
Ketumbar menjadi salah satu alternatif tanaman yang bisa kamu tanam menggunakan sistem hidroponik. Tanaman ini dapat dipanen jika sudah berusia 2 hingga 3 bulan atau sekitar 75 hari. Sama seperti tanaman hidroponik lainnya, tanaman ini membutuhkan cahaya matahari yang penuh dan sebagian. Meski begitu, tanaman ketumbar akan mencapai masa hidupnya ketika sudah dipanen dua hingga tiga kali. Untuk itu, pastikan untuk menanam kembali ketumbar setiap tingga hingga empat kali panen. -
Mint
Tanaman yang termasuk jenis herba ini sangat cocok ditanam dengan sistem hidroponik. Mint mudah membentuk akar di media air, karena itu sebaiknya sebelum mulai ditanam diperbanyak menggunakan metode stek dalam wadah air. Setelah berakar, segera pindahkan mint ke dalam media hidroponik agar dapat tumbuh dengan cepat. Tanaman mint membutuhkan perawatan seperti paparan sinar matahari penuh sepanjang hari dan pemangkasan rutin agar daunnya makin rimbun. Tanaman mint dan tumbuh hingga mencapai ketinggian 45 cm dan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan atau 40 hari sebelum siap dipanen. -
Tomat
Tanaman lain yang cocok ditanam dengan sistem hidroponik jika dirawat dengan tepat. Tanaman ini membutuhkan sistem hidroponik sistem sumbu atau pasang surut. Agar dapat tumbuh subur, tanaman tomat perlu rutin dipangkas dan mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari. Meski dapat melakukan penyerbukan sendiri, untuk hasil panen yang maksimal, kamu dapat menggoyang-goyangkan cabang tanaman tomat yang berbuah dan siap dipanen saat berusia sekitar 75 hingga 90 hari. -
Cabai
Selanjutnya, tanaman yang cocok untuk ditanam dengan metode hidroponik yakni cabai. Tanaman ini cocok dengan sistem hidroponik sistem sumbu atau pasang surut. Tanaman ini mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari dan siap dipanen saat mencapai usia sekitar 3 bulan atau 75 hingga 85 hari. -
Stroberi
Tanaman yang manis dan lezat ini ternyata cocok juga cocok ditanam dengan sistem hidroponik. Meski begitu, menanam stroberi secara hidroponik memang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan tanaman lain. Prosesnya sebaiknya diawali dengan penggunaan bibit kecil yang sudah mulai berbunga, karena biji stroberi dikenal sulit untuk tumbuh. Selain itu, akar stroberi membutuhkan suplai oksigen yang baik, sehingga diperlukan sistem hidroponik khusus seperti Nutrient Film Technique (NFT). Ini merupakan pengembangan dari sistem ebb and flow yang memungkinkan aliran nutrisi berjalan tipis dan stabil. Untuk siap dipanen stroberi membutuhkan waktu sekitar 42 hari.
Jenis Sistem Hidroponik
Ada berbagai jenis sistem hidroponik, namun tiga sistem yang paling mudah diterapkan, terutama bagi pemula, adalah sistem sumbu, kultur air, dan pasang surut, yang dapat dibuat sendiri di rumah. Meski begitu, setiap sistem memiliki karakteristik berbeda dan tidak selalu cocok untuk semua jenis tanaman. Sistem hidroponik berbasis media tanam lebih ideal untuk tanaman berukuran besar, berakar dalam, atau tanaman yang memiliki bagian atas yang berat. Karena itu, penting menyesuaikan jenis tanaman dengan sistem hidroponik yang digunakan, atau memilih sistem sejak awal sesuai tanaman yang ingin dibudidayakan.
