Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Kantor Perdana Menteri (PM) Inggris di Downing Street, London, pada Selasa (20/1/2026) menarik perhatian banyak pihak. Hal ini terjadi karena Prabowo bertemu dengan Larry the Cat, kucing resmi yang tinggal di 10 Downing Street. Pertemuan tersebut berlangsung dalam prosesi penyambutan oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Larry the Cat adalah kucing yang tinggal di 10 Downing Street, tempat kediaman dan kantor PM Inggris. Ia telah tinggal di sana sejak 2011 dan menjadi penghuni dengan masa tinggal terlama sejak era William Pitt the Younger. Larry memiliki gelar Chief Mouser to the Cabinet Office, yang tugasnya menangkap tikus-tikus di area tersebut. Popularitasnya meningkat ketika ia akan masuk ke dalam serial dokumenter Channel 4 berjudul David Baddiel: Cat Man, yang menggambarkan kecintaan masyarakat Inggris terhadap kucing.
Pertemuan singkat antara Prabowo dan Larry menjadi bahan pembicaraan dalam forum pertemuan Presiden dengan pimpinan universitas Inggris. UK Government International Education Champion Sir Steve Smith menyampaikan bahwa para peserta mengira Presiden membawa kucingnya, Bobby. Namun, Prabowo menjawab bahwa ia baru saja bertemu dengan Larry. Menurut Prabowo, Larry tampak tidak begitu memperhatikannya saat ia tiba di kantor PM Inggris.
Awal mula Larry tinggal di 10 Downing Street
Sebelum tinggal di 10 Downing Street, Larry merupakan kucing liar di Wandsworth. Ia diadopsi oleh Battersea Dogs & Cats Home dan kemudian dibawa pulang oleh staf Downing Street untuk mengatasi masalah tikus. Pada masa pemerintahan David Cameron dan Nick Clegg, Larry mulai tinggal di sana. Cameron pernah menyampaikan bahwa ia sangat menyukai Larry, meskipun ada anggapan negatif tentang hubungannya dengan kucing.
Larry kini menjadi sosok yang lebih mapan dibanding dulu. Ia sering terlihat dalam siaran langsung, duduk di depan pintu utama. Meski begitu, ia kerap mengganggu tukang kebun karena sering buang hajat di petak bunga. Situs resmi pemerintah Inggris menggambarkan Larry sebagai kucing yang menghabiskan hari-harinya dengan menyambut tamu, memeriksa pertahanan keamanan, dan menguji furnitur antik untuk kualitas tidur siang.
Hubungan kucing dengan manusia
Philip Howell, profesor geografi dari University of Cambridge, menyatakan bahwa Larry adalah kucing pertama yang memiliki gelar khusus. Namun, kucing telah lama diterima di koridor kekuasaan Inggris selama setidaknya satu abad. Howell menilai Larry memberi publik kesinambungan yang nonpartisan.
Justin Ng, fotografer yang sering berada di luar No. 10, mengatakan bahwa Larry memiliki kepekaan yang tajam terhadap momen-momen diplomatik. Beberapa pemimpin dunia seperti Barack Obama dan Volodymyr Zelenskyy berhasil ia pesona. Namun, tidak semua pemimpin begitu terpikat. Contohnya, Theresa May yang disebut membenci Larry karena penyuka anjing.
Momen diplomasi Larry
Larry juga pernah mengalami persaingan dengan Palmerston, kucing di Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris. Seorang polisi di No. 10 mengatakan bahwa keduanya sering bertarung sengit. Namun, mereka tidak pernah ikut campur dalam perkelahian kucing.
Penggemar di seluruh dunia
Akun media sosial X Number10Cat memiliki lebih dari 868.000 pengikut. Larry juga menerima surat, mainan, dan camilan dari seluruh dunia. Ia bahkan tampil dalam buku Political Animals karya Peter Cardwell. Tempat favorit Larry adalah printer dan baki dokumen, serta ambang jendela di kedua sisi pintu depan.
Sempat menuai kritik
Meski populer, Larry juga pernah dikritik. Editor politik New Statesman, Andrew Marr, menyebut Larry terlalu gemuk dan malas. Namun, sumber terdekat Larry membantah hal tersebut. Mereka menyatakan bahwa Larry tidak dibiayai oleh dana publik, melainkan kontribusi sukarela staf Downing Street.
