Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Budaya

Gen Z Mengguncang KUHAP: Sumpah, Bikin Overthinking! Komik Pertama, Idola Berikutnya?

Ratna Purnama
Last updated: December 22, 2025 12:56 pm
Ratna Purnama
Share
6 Min Read
SHARE

Contents
  • Kekhawatiran Gen Z Terhadap Penyitaan Komik
  • KUHAP Baru: Clear Rules or Just More Confusion?
  • No Clear Boundaries = Gen Z Jadi Anxious
  • If Comics Can Be Seized, What’s Next?
  • So… Gimana Biar Nggak Salah Sita?
  • FAQs (Quick Version)

Kekhawatiran Gen Z Terhadap Penyitaan Komik

Okay but…

are we really doing this

sekarang?

Beberapa minggu lalu, timeline ramai gara-gara komik Hai Miiko! dan Detective Conan tiba-tiba muncul di foto daftar barang bukti polisi.

Yes, komik. Yang biasanya dibaca sambil rebahan, bukan ancaman negara.

Reaksi publik?

Collective confusion. Kaget, bingung, dan lowkey concerned.

Syafiq (19), mahasiswa Universitas Sahid Surakarta, bahkan bilang rasa anehnya sudah muncul dari baca judul berita.

“Kaget, heran, nggak habis pikir,” katanya.

Menurut dia, penyitaan komik fiksi ini kayak ngasih pesan bahwa “barang remeh aja bisa ikut dicurigai.”

Which is… scary?

Adam (19), mahasiswa lainnya, juga nggak bisa relate sama logika penyitaan itu.

“Cause it’s just a shoujo manga… Ain’t no way they’re going to teach a kid about overthrowing the government?!”

ujarnya.

Buat Adam, ini kelihatan banget sebagai overreaction terhadap pop culture yang kemungkinan besar nggak mereka pahami.

Dua-duanya sepakat: kalau komik se-ringan Hai Miiko! dan Detective Conan aja bisa kena, barang-barang Gen Z lain? Gimana dengan idol Gen Z? Kena cekal?

KUHAP Baru: Clear Rules or Just More Confusion?

Masuk ke konteks hukum.

Di draf KUHAP terbaru, Pasal 45 dan 47 ngasih kewenangan ke penyidik buat menggeledah dan menyita buku, surat, daftar, sampai data tertulis.

Masalahnya satu: nggak dijelasin secara spesifik buku kayak gimana yang boleh disita.

So, interpretasinya bisa ke mana-mana.

Dr. Albert Aries, pengajar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, ngingetin bahwa penyitaan itu upaya paksa dan cuma boleh buat kepentingan pembuktian.

Barang yang boleh disita harus masuk salah satu dari tiga kategori: alat tindak pidana, barang yang berkaitan dengan tindak pidana, atau hasil tindak pidana.

“Pertanyaannya harus dikaitkan dulu tindak pidana apa yang disangkakan,” kata Albert. “Harus ada relevansi dan korelasinya.”

Kalau nggak ada relevansi? Warga bisa gugat lewat praperadilan.

Sementara itu, Agustinus Pohan dari Universitas Parahyangan drop a major red flag.

Walau idealnya harus pakai izin pengadilan, KUHAP tetap buka celah penyitaan tanpa izin kalau dianggap “keadaan mendesak”.

“Hal ini sangat subyektif dan sulit untuk diuji,” ujarnya.

Pertanyaannya sekarang: sekuat apa pengadilan buat nge-rem aparat?

No Clear Boundaries = Gen Z Jadi Anxious

Kasus komik ini jadi contoh betapa fleksibelnya tafsir penyitaan. Tanpa batasan jelas, barang personal apa pun bisa suddenly dianggap bukti, even when konteksnya nggak dipahami.

Syafiq sadar banget sama risiko ini.

Menurut dia, tanpa standar yang jelas, “semua barang bisa ditandai karena tidak ada kriteria yang jelas.”

Dia juga khawatir buku-buku tertentu bisa jadi nggak accessible cuma karena kelihatan “aneh” atau “mencurigakan” di mata aparat.

Adam melihat ini sebagai masalah beda generasi.

“Menurutku aparat kurang memahami pop culture,” ujarnya. “Mengingat kita beda generasi.”

Apa yang normal buat Gen Z, bisa kelihatan suspicious buat generasi lain.

If Comics Can Be Seized, What’s Next?

For Gen Z, pop culture is not just entertainment.

Komik, fantasy novels, idol photobooks, artbooks, sampai creative journals itu bagian dari self-expression.

Makanya kasus Miiko & Conan bikin banyak yang mikir: Kalau komik aja bisa disalahpahami, gimana nasib barang personal lain yang lebih niche?

Adam openly admits he’s worried.

“Aku sih khawatir orang jadi kurang bebas mengekspresikan ‘interest’ mereka,” katanya. Potensi penyalahgunaan kekuasaan juga makin besar.”

Alief punya take yang agak beda.

Menurut dia, banyak kasus salah paham muncul karena aparat nggak dikasih konteks yang cukup soal isi buku.

“Kalau mereka mau mengerti seharusnya bisa dijelaskan dengan baik-baik,” ujarnya.

Ia juga bilang, literasi bacaan itu penting—baik buat aparat maupun masyarakat—biar nggak gampang salah tafsir.

So… Gimana Biar Nggak Salah Sita?

Para ahli hukum basically agree: aturan penyitaan di KUHAP needs to be way more specific.

Dr. Albert Aries menekankan, tanpa relevansi dan korelasi yang jelas, penyitaan bisa dianggap cacat hukum dan berubah jadi illegal evidence.

Agustinus Pohan balik menyoroti pentingnya pengawasan pengadilan, especially kalau aparat pakai alasan “keadaan mendesak”.

Syafiq punya harapan yang cukup straightforward: literasi budaya.

“Memberikan dan menjelaskan informasi yang tepat kepada aparat tentang buku-buku tersebut,” ujarnya.

Buat dia, ini penting supaya buku nggak terus disalahartikan dan publik tetap punya akses ke ilmu.

FAQs (Quick Version)

Can comics be seized by police?

Yes, tapi harus relevan dengan tindak pidana. Kalau nggak, bisa dipraperadilankan.

Harus pakai izin pengadilan?

Yes—kecuali dianggap “mendesak”. This part is the most problematic.

Kalau disita tanpa alasan kuat?

Bisa diuji lewat praperadilan.

Why is Gen Z the most worried?

Karena pop culture mereka sering nggak dipahami dan rawan salah tafsir.

Biggest risk in KUHAP seizure rules?

Aturan terlalu fleksibel, kriteria minim, dan subjektivitas tinggi.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRatna Purnama
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kunjungi Desa Swadaya Bangun Jalan, Bupati Blora Dituduh Ngonten

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Budaya

Apakah Dilan Cerita Nyata? Siapa Istri Asli Dilan? Akhir Kisah Dilan

January 8, 2026
Budaya

5 fakta menarik penguin, dari cinta setia hingga kemampuan berenang

February 12, 2026
Budaya

Contoh ucapan maaf Lebaran 2026, kirim sekarang hingga malam takbir

March 19, 2026
Budaya

Topeng, Kenangan, dan Musim Semi

December 29, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?