Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Budaya

Dari Pembalak ke Penjaga Hutan: Kemenangan Masyarakat Hulu Aia dalam Perhutanan Sosial

Rafitman
Last updated: February 23, 2026 11:53 pm
Rafitman
Share
4 Min Read
SHARE

Transformasi Masyarakat Hulu Aia: Dari Pembalak Menjadi Penjaga Hutan

Di kawasan Hulu Aia, Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sebuah perubahan besar terjadi dalam pengelolaan hutan. Masyarakat yang sebelumnya menggantungkan hidup dari pembalakan dan pembukaan lahan perkebunan kini bertransformasi menjadi penjaga hutan melalui skema Perhutanan Sosial. Proses ini dijalankan dengan pendampingan intensif dari KKI Warsi, yang membantu masyarakat mengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) seluas 1.184 hektar secara berkelanjutan.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga pada perekonomian masyarakat setempat. Dengan memadukan kearifan lokal dan pendekatan adat, warga Hulu Aia mulai menanam berbagai tanaman seperti kopi, durian, alpukat, mahoni, dan kayu manis untuk memulihkan hutan sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru.

Peran Ninik Mamak dalam Pengelolaan Hutan

Pengelolaan HKm Hulu Aia dilakukan berbasis adat dan ulayat. Sebanyak 88 kepala keluarga, yang merupakan anak kemenakan dari enam suku besar (Pitopang Baruah, Pitopang Bukit, Pauh, Sambilan, Bodi, dan Melayu), terlibat dalam pengelolaan kawasan hutan yang telah di-SK-kan oleh Menteri Kehutanan melalui SK No 8495/MMENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2021.

Ninik mamak memainkan peran penting dalam menentukan wilayah yang boleh dimanfaatkan, dipulihkan, atau bahkan tidak boleh digarap sama sekali. Di Hulu Aia, ada wilayah adat yang tidak boleh dikelola, termasuk sumber air yang harus dijaga agar tidak rusak. Hal ini sangat penting karena Hulu Aia merupakan daerah hulu dua sungai besar, yaitu Batang Sinipan yang mengalir ke Limapuluh Kota dan Batang Kampar yang mengalir ke Provinsi Riau.

Perkembangan dan Tantangan

Sejak mendapatkan perizinan Perhutanan Sosial, masyarakat Hulu Aia melakukan berbagai langkah pemulihan kawasan hutan yang terdegradasi. Selain menanam berbagai jenis tanaman, mereka juga berupaya memperbaiki fungsi ekologis hutan serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Adrison Dt. Gadiang, tokoh masyarakat Hulu Aia, mengungkapkan bahwa awalnya masyarakat terpaksa menjadi pembalak karena tidak ada pilihan lain. Namun, seiring waktu, pembalakan tidak lagi menguntungkan. Biaya tinggi, jarak yang semakin jauh, serta dampak terhadap sumber air membuat masyarakat menyadari pentingnya menjaga hutan.

Pendampingan KKI Warsi memberikan arah dan solusi bagi masyarakat dalam memulihkan hutan yang telah rusak. Melalui program ini, masyarakat belajar mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan sambil tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Kolaborasi dan Program Nasional

Cerita-cerita lapangan seperti yang terjadi di Hulu Aia dipresentasikan dalam Workshop Nasional “Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera”. Workshop ini diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan bersama konsorsium WRI Indonesia, KKI Warsi, dan Kawal Borneo Community Foundation.

Program Enhancing Community Forest Tenure and Sustainable Livelihoods, yang didukung Norway’s International Climate and Forest Initiative (NICFI) dan disalurkan melalui Norad, telah berjalan sejak 2021. Program ini mendampingi masyarakat di lima provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Workshop ini menjadi ruang berbagi pembelajaran, ide, dan inovasi dari implementasi Perhutanan Sosial. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mendorong kolaborasi multipihak guna memperkuat dampak sosial, ekonomi, dan ekologis program.

Kesimpulan dan Apresiasi

Menurut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, keberhasilan penyelamatan hutan terletak pada kerja sama dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa hutan harus menjadi bagian dari kehidupan rakyat, bukan sekadar ruang yang terpisah.

Selama empat tahun lima bulan implementasi, program ini telah mendampingi lebih dari 57 ribu hektar kawasan Perhutanan Sosial yang telah memperoleh izin. Ribuan masyarakat juga telah diberdayakan melalui pelatihan pengelolaan usaha dan hutan berbasis komunitas.

Direktur KKI Warsi, Adi Junedi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, perubahan yang terjadi di Hulu Aia menunjukkan bahwa kearifan lokal dan pendampingan konsisten mampu menghadirkan pengelolaan hutan yang adil dan berkelanjutan.




Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRafitman
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kunjungi Desa Swadaya Bangun Jalan, Bupati Blora Dituduh Ngonten

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Budaya

Niat Puasa Ramadhan 2026: Cukup Sekali atau Tiap Malam? Ini Penjelasan Ulama

February 23, 2026
Budaya

3 Ceramah Isra Miraj untuk Lomba di Masjid/Sekolah, Singkat dan Menggugah Hati

January 22, 2026
Budaya

Kebaikan Ramadan Menyebar, Ribuan Relawan Berkontribusi

March 23, 2026
Budaya

Tanda-tanda Puasa Ramadan Diterima Allah, Simak!

February 27, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?