Mengenali Tanda-Tanda Commitment-Phobe dalam Hubungan
Menjalin hubungan cinta saat ini memang bukan hal mudah. Menemukan seseorang yang ingin kau ajak kencan kedua saja sudah cukup sulit, apalagi mencari seseorang yang bisa disebut sebagai “the one”. Tak heran jika Gen Z lebih memilih menjalani hidup sendiri daripada terjebak dalam hubungan yang tidak jelas. Namun, bagi mereka yang berhasil menemukan cinta, muncul pertanyaan baru: bagaimana jika orang yang kau anggap berpotensi menjadi “the one” justru tidak siap menjalani peran tersebut?
Ya, kita sedang membicarakan para commitment-phobe. Mereka adalah orang-orang yang secara aktif menghindari hubungan jangka panjang, tak peduli seberapa lama kalian bersama atau seberapa dalam perasaan yang terlibat. Tidak semua orang menyadari bahwa mereka sedang berkencan dengan seseorang yang takut berkomitmen. Dan ini bukan sekadar asumsi. Banyak pengalaman nyata dibagikan di media sosial. “Commitment-phobe akan membuang waktumu dan merusak hidupmu,” tulis seseorang di X. Yang lain mengatakan, “Commitment-phobe tidak akan berkomitmen dalam hubungan apa pun, sekeras apa pun kamu mencoba. Lebih baik pergi saja.”
Di TikTok, ratusan video dengan tagar commitment-phobe dipenuhi cerita tentang hubungan yang kandas, serta penyesalan karena baru menyadari tanda-tandanya setelah semuanya terlambat.
Lalu, apa sebenarnya tanda-tanda tersebut? Dan yang lebih penting, apa yang sebaiknya kamu lakukan jika sedang bersama seseorang yang takut berkomitmen?
Apa Itu Commitment-Phobe?

“Commitment-phobe adalah seseorang yang secara aktif menghindari hubungan jangka panjang, tak peduli sudah berapa lama kalian bersama atau sedalam apa perasaan yang terlibat,” jelas Claire Rénier, pakar hubungan dari aplikasi kencan happn. “Mereka bisa saja memberi harapan bahwa hubungan ini memiliki masa depan, tetapi pada kenyataannya mereka terus enggan melangkah ke tahap berikutnya—atau bahkan berkomitmen pada hubungan yang sedang dijalani saat ini.”
Rénier juga menambahkan bahwa sebenarnya ada tanda-tanda saat kamu sedang menjalin hubungan dengan seorang commitment-phobe, meski sering kali tanda-tanda tersebut “tidak mudah dikenali”. Akibatnya, banyak orang akhirnya mempertanyakan satu hal yang sama: ini aku yang bermasalah, atau memang dia?
7 Tanda Kamu Sedang Berkencan dengan Commitment-Phobe
-
“Pelan-pelan saja”… tanpa ujung
Bagi sebagian orang, ketakutan berkomitmen bisa muncul dalam bentuk alasan ingin menjalani hubungan secara ‘pelan-pelan’ dan selalu membutuhkan ruang pribadi. Ini bisa terjadi karena mereka cemas hubungan ini berkembang terlalu serius. -
Menghindari label hubungan
Kamu mungkin menyadari mereka menolak memberi label pada hubungan kalian. Ini memberi mereka jalan keluar yang mudah saat hubungan terasa terlalu intens, sekaligus menjaga pintu tetap terbuka jika suatu hari mereka berubah pikiran. -
Komunikasi tarik-ulur
Cara pasangan berkomunikasi bisa menjadi petunjuk besar tentang kesiapan mereka berkomitmen. Sebagian orang bersikap ‘panas-dingin’, menarik diri setiap kali hubungan mulai terasa lebih dekat. -
Prinsip “no strings attached”
Tanda lain kamu sedang berkencan dengan commitment-phobe adalah pola pikir no strings attached. Seseorang yang takut berkomitmen bisa saja memiliki banyak hubungan singkat dengan fokus tanpa keterikatan, bukan mencari hubungan yang stabil. -
Lingkaran sosial yang tertutup
Jika kamu belum pernah diperkenalkan kepada teman atau keluarga pasangan—dan mereka pun tidak menunjukkan ketertarikan untuk melakukannya—ini bisa menjadi tanda lain. Keengganan mengenalkan pasangan pada orang-orang terdekat menunjukkan keinginan untuk “menjaga hubungan tetap santai”. -
Masa depan? No thanks!
Soal masa depan, commitment-phobe cenderung menghindarinya. Kesulitan untuk terlibat dalam hubungan jangka panjang membuat mereka lebih memilih hidup di masa kini tanpa rencana ke depan. -
“Jalani saja dulu”
Jika pasangan enggan merencanakan apa pun—mulai dari liburan beberapa bulan ke depan hingga sekadar kencan minggu depan—ini bisa menjadi tanda lain. Mereka sering tidak bisa diandalkan dalam urusan rencana bersama.
Mengapa Seseorang Bisa Takut Berkomitmen?

“Rasa takut terhadap komitmen sering kali berakar dari berbagai faktor yang kompleks,” ujar Rénier. “Mulai dari pengalaman hubungan di masa lalu yang negatif—baik yang mereka alami sendiri maupun yang disaksikan dari orang-orang terdekat.” Dalam kondisi seperti ini, wajar jika seseorang memilih menghindari komitmen, karena tanpa komitmen mereka merasa punya jalan keluar kapan pun dibutuhkan, dan secara emosional terasa lebih aman dibandingkan menetap dalam sebuah hubungan.
Selain rasa takut, keinginan untuk mempertahankan kemandirian juga bisa menjadi faktor. Bisa jadi mereka sangat menghargai independensi, namun sampai pada titik yang menutup kemungkinan akan pengalaman bersama yang datang dalam sebuah hubungan.
Apakah Ada Masa Depan dengan Commitment-Phobe?

Dengan pemahaman ini, Rénier mengatakan bahwa kamu bisa memiliki masa depan dengan seorang commitment-phobe—selama kalian berdua berada di halaman yang sama soal seperti apa masa depan itu ingin dijalani.
Namun, jika satu pihak ingin menetap sementara pihak lain takut berkomitmen, perbedaan ekspektasi ini berisiko berujung pada patah hati. Hubungan pun terasa tidak stabil dan melelahkan, membuatmu terus mendambakan kedekatan yang lebih dalam—yang sayangnya mungkin tak pernah kamu dapatkan.
Jika kamu merasa sedang menjalin hubungan dengan seorang commitment-phobe dan ingin tahu sebenarnya posisi dirimu, Rénier menyarankan satu langkah utama: lakukan percakapan yang jujur dan terbuka. Dengan menyampaikan perasaanmu secara jelas, kalian berdua berkesempatan untuk tumbuh bersama dan menentukan ke mana arah hubungan ini ingin dibawa.
