Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Kapan 1 Ramadan 1447 H? Cek Jadwal Sidang Isbat Penetapan Awal Puasa 2026 dan Lokasinya

Lani Kaylila
Last updated: February 9, 2026 12:14 am
Lani Kaylila
Share
6 Min Read
SHARE

Rencana Penyelenggaraan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 Hijriah

Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengumumkan rencana penyelenggaraan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Langkah ini menjadi rujukan utama bagi umat Muslim di Indonesia yang sedang menantikan kepastian dimulainya ibadah puasa tahun ini.

Contents
  • Rencana Penyelenggaraan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 Hijriah
  • Jadwal Sidang Isbat Awal Ramadan 2026
  • Aturan Terbaru Sidang Isbat 2026
  • Poin-Poin Utama dalam Aturan Terbaru
  • Jadwal Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah

Dalam rapat persiapan yang digelar di Jakarta pada Kamis (29/1/2026), pemerintah menegaskan komitmennya untuk merangkul berbagai pendekatan melalui metode integrasi. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sinkronisasi antara data sains dan pengamatan lapangan merupakan kunci utama dalam proses penetapan awal bulan hijriah.

“Kementerian Agama menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyat. Ini penting untuk menjaga persatuan umat,” ujarnya secara resmi. Penerapan metode tersebut diharapkan mampu memberikan kejelasan bagi publik sekaligus menjadi sarana dalam mempererat persatuan masyarakat.

Dengan menggabungkan hasil perhitungan hisab dan pemantauan rukyatul hilal, Kemenag berupaya menghadirkan keputusan yang kredibel bagi seluruh elemen umat Islam di Indonesia dalam menyambut bulan suci.

Jadwal Sidang Isbat Awal Ramadan 2026

Berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Agama, sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H akan digelar pada:

  • Hari/Tanggal: Selasa, 17 Februari 2026 (bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H).
  • Waktu: Mulai pukul 16.00 WIB.
  • Lokasi: Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.

Berdasarkan data hisab awal untuk 17 Februari 2026, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia terpantau berada di antara -2° 24.71′ hingga 0° 58.08′. Secara teknis, angka ini mengindikasikan bahwa hilal belum memenuhi kriteria MABIMS. Kendati demikian, masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi yang akan diambil dalam sidang isbat setelah mempertimbangkan hasil verifikasi lapangan (rukyat).

Rangkaian sidang akan diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag, disusul dengan sidang tertutup, dan diakhiri dengan konferensi pers pengumuman hasil secara terbuka kepada publik.

Aturan Terbaru Sidang Isbat 2026

Penyelenggaraan sidang isbat tahun ini terasa istimewa dengan hadirnya payung hukum baru, yakni Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026. Regulasi ini diterbitkan untuk memperkuat tata kelola penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah agar lebih transparan, akuntabel, serta mampu memberikan kepastian hukum bagi seluruh umat Islam di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa PMA ini merupakan tonggak sejarah dalam standardisasi penetapan waktu ibadah nasional. “PMA ini menjadi panduan resmi agar penyelenggaraan sidang isbat berjalan tertib dan memberikan kepastian bagi umat dalam menjalankan ibadah,” jelasnya.

Salah satu poin utama dalam PMA Nomor 1 Tahun 2026 adalah penegasan penggunaan metode hisab dan rukyat secara terpadu. Dalam praktiknya, hisab berfungsi sebagai dasar perhitungan ilmiah posisi hilal, sementara rukyat menjadi verifikasi faktual di lapangan.

“Kementerian Agama tidak menggunakan satu metode saja. Kami mengintegrasikan hisab dan rukyat secara bersamaan agar keputusan yang diambil memiliki kekuatan ilmiah sekaligus kekuatan keagamaan,” tambahnya.

Selain teknis penghitungan, regulasi ini juga mengatur secara rinci tata cara penyelenggaraan, mulai dari waktu pelaksanaan, unsur peserta, hingga mekanisme pengambilan keputusan.

Poin-Poin Utama dalam Aturan Terbaru

Berikut adalah poin-poin utama dalam aturan terbaru tersebut:

  • Integrasi Hisab dan Rukyat: Regulasi ini menegaskan bahwa Kemenag tidak hanya menggunakan satu metode. Hisab berperan sebagai dasar perhitungan ilmiah posisi hilal, sementara rukyatulhilal berfungsi sebagai verifikasi faktual di lapangan.
  • Penguatan Kriteria MABIMS: Indonesia mempertegas rujukan visibilitas hilal berdasarkan kesepakatan negara-negara anggota MABIMS, yakni tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
  • Mekanisme Istikmal (Penyempurnaan): Jika hasil pantauan menunjukkan posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, maka bulan berjalan secara otomatis akan disempurnakan menjadi 30 hari. Hal ini krusial untuk menjaga ketenangan umat dalam merencanakan ibadah.
  • Kolaborasi Tim Ahli: Pelaksanaan teknis dilakukan oleh tim yang terdiri dari pakar kementerian, akademisi, hingga praktisi falak lintas sektor guna memastikan akurasi data astronomi nasional.
  • Keseimbangan Transparansi: Untuk menjaga objektivitas, sidang isbat dilaksanakan secara tertutup bagi internal otoritas keagamaan dan keilmuan, namun hasilnya wajib diumumkan secara terbuka kepada publik melalui konferensi pers.

Jadwal Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa lebih dahulu melalui metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H dipastikan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini merujuk pada perhitungan astronomis yang presisi, menggunakan pedoman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Metode ini mengandalkan perhitungan posisi geometris benda-benda langit, Matahari, Bumi, dan Bulan untuk memberikan kepastian tanggal ibadah lebih awal kepada umat Islam, sekaligus meminimalisir perbedaan yang sering terjadi akibat hambatan pengamatan visual di lapangan.

Sebagai langkah persiapan bagi warga persyarikatan dan umat Islam secara umum, Muhammadiyah juga telah merilis jadwal Imsakiyah Ramadan 2026. Berdasarkan jadwal tersebut, umat Islam yang mengikuti ketetapan Muhammadiyah diperkirakan akan menjalankan ibadah puasa selama 30 hari penuh.

Tidak hanya awal puasa, Muhammadiyah juga telah menentukan titik akhir bulan suci. Hasil ijtimak menjelang Syawal menunjukkan bahwa 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByLani Kaylila
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Bhima Yudhistira, Ekonom Muda yang Minta Anggaran MBG Dihalau untuk Subsidi BBM

April 1, 2026
Politik

Lula Lahfah, Pacar Reza Arap yang Meninggal di Apartemen, Minta Maaf atas Kesalahan Pemilu

January 29, 2026
Politik

Perhatian terhadap nasib Roy Suryo cs setelah Eggi Sudjana dan Damai dibebaskan: Mengapa enam orang ini belum?

January 22, 2026
Politik

Nasib Meisya Siregar Terkunci di Luar Negeri Akibat Konflik Iran-AS, Doakan Dia Pulang

March 10, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?