Pengakuan Denada tentang Anak Kandungnya yang Menggegerkan
Setelah bertahun-tahun menyembunyikan rahasia, penyanyi dangdut ternama Denada akhirnya mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya. Pengakuan ini memicu berbagai reaksi dari keluarga dan pihak terkait, termasuk luka dan trauma yang mendalam akibat sikap ayah biologis Ressa yang meninggalkan mereka.
Pengakuan Denada ini tidak hanya mengubah dinamika hubungan dalam keluarga, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa sebenarnya sosok ayah kandung Ressa. Dari pengakuan adik Denada, Enrico Tambunan, diketahui bahwa ayah biologis Ressa meninggalkan Denada tanpa memberikan tanggung jawab apa pun. Meski memiliki kecurigaan, Enrico mengaku tidak pernah mendapat kepastian langsung dari Denada mengenai identitas pria tersebut.
Adik Denada mengungkapkan bahwa membicarakan ayah kandung Ressa adalah hal yang sangat menyakitkan bagi sang kakak. Setiap kali topik itu muncul dalam pembicaraan keluarga, Denada merasa sangat sedih, bahkan sampai menunjukkan rasa marah dan luka hati yang mendalam. Hal ini membuatnya memilih untuk menutup diri selama puluhan tahun.
“Kalau saya bicara dengan kakak saya, saya jadi kasihan,” ujar Enrico. “Setiap saya mencoba omongan itu ke kakak saya, kakak saya langsung amat sangat sedih sekali.” Ia menegaskan bahwa reaksi Denada bukan sekadar sedih biasa, melainkan perpaduan antara kemarahan dan luka hati yang pedih.
Sebagai seorang adik, Enrico memilih untuk melindungi sang kakak dari tekanan dan konflik yang mungkin muncul. Ia juga merasa bingung terhadap pihak-pihak yang justru menyudutkan Denada, padahal menurutnya, tanggung jawab moral sepenuhnya ada pada laki-laki tersebut.
Teka-Teki yang Disembunyikan Pihak Keluarga
Misteri ini sempat tersentuh dalam percakapan di podcast Denny Sumargo bersama Ratih, tante Denada yang merawat Ressa sejak bayi. Dalam momen tersebut, Ratih tampak sangat berhati-hati. Meskipun mengetahui identitas ayah biologis Ressa, ia memilih untuk bungkam. Hal ini memicu spekulasi dan pertanyaan dari banyak pihak.
Pengakuan Denada di media sosial mengenai status Ressa ternyata belum cukup mendinginkan suasana. Denada sempat meminta maaf atas kebodohannya di masa lalu yang sempat tak mengakui Ressa karena kondisi psikis yang tidak stabil saat itu. Namun, permintaan maaf tersebut belum menyentuh hati Ressa.

Ressa mengaku bahwa permohonan maaf tersebut belum menyentuh hatinya. Baginya, kata-kata saja tidaklah cukup. Setelah 24 tahun hidup dengan pertemuan yang sangat minim, ia menuntut sebuah pertemuan personal yang jujur di mana ia dan ibunya bisa bicara dari hati ke hati.
Enrico Tambunan, adik Denada, juga buka suara soal dugaan ayah biologis Ressa. Menurut Enrico, ayah biologis Ressa meninggalkan Denada. Namun dirinya mengaku belum mendapat kepastian secara langsung dari Denada soal sosok laki-laki tersebut.
Melalui video yang ia unggah di Instagram, Enrico mengaku baru tahu Ressa adalah anak Denada pada Juni 2025. Saat itu dirinya diberi tahu langsung oleh Ratih, tante Denada yang selama ini merawat Ressa. Namun Enrico mengaku kalau saat ini dirinya sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan Ratih.
“Saya berusaha berbicara kepada tante Ratih, dan ini sebelum berita ini jadi besar. Tapi saya tidak dibaca Whatsapp-nya, tidak diangkat teleponnya, jadi saya tidak bisa berkomunikasi lagi,” katanya.
Enrico juga mengaku sedih mendengar pernyataan Ratih di podcast yang mengaku tahu siapa ayah kandung Ressa. “Saya sungguh sangat sedih karena waktu saya nonton podcast tante mengatakan tante tahu siapa bapaknya, tapi tante tidak mau omongin.”
Sebagai adik, Enrico memang baru tahu kalau Ressa adalah anak kakaknya. “Jadi saya tidak tahu bahwa Ressa adalah anak Mba Dena pada waktu itu, mungkin karena saya tidak tinggal di Indonesia, kalau pun saya ke Indo saya tinggal di rumah papah, keluarga papa tidak ada yang tahu juga.”
Enrico sudah mencoba mencari tahu siapa ayah biologisnya, namun menurut dia Ratih enggan memberi tahu. “Juni 2025 saya baru dijelaskan sama tante. Waktu itu dia tidak mau menjelaskan lagi.”
Bahkan saat Enrico mencoba bicara pada Denada, sang kakak juga tidak pernah mau membuka masa lalunya itu. “Kalau saya bicara dengan kakak saya, saya pun jadi kasihan, saya tidak tahu terjadi apa dulu itu.”
Meski begitu, Ressa masih ingat siapa pria yang jadi kekasih kakaknya saat itu. “Saya bisa mungkin meraba-raba kira-kira siapa orangnya, antara yang mana dengan yang mana. Tapi kan tentunya saya tidak tahu secara pasti, karena saya tidak di Indonesia.”
Menurut Enrico, Denada langsung sedih setiap kali ditanya soal ayah kandung Ressa. “Tapi setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih langsung. Seperti orang yang PTSD, langsung seperti orang yang mukanya sedih, campur marah, gak mau omongin.”
“Seperti ada rasa sakit hari yang luar biasa, setiap saya mencari tahu siapa ayahnya,” tambah dia.
Kini Enrico pun mengaku kecewa pada tantenya karena malah menyudutkan kakaknya, dan tidak menyerang ayah biologis Ressa. “Kekecewaan saya yang luar biasa, kalau di podcast itu tante bilang tahu siapa bapaknya, kenapa yang tante serang adalah malah keponakan sendiri, bukan orang lain, yang justru dialah bapaknya, dia lah harusnya yang memberikan nafkah utama, kalau menurut saya, yang bertanggung jawab.”
Menurut dia, Denada juga merupakan korban karena ditinggalkan oleh laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab itu. “Sekarang sudah kakak saya ditinggalin, kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa, dan sekarang dijatuhkan lagi, bukan malah dilindungi.”
Ia pun mendesak sang tante untuk mengejar ayah biologis Ressa. “Kalau tante tahu laki-lakinya siapa, harusnya yang diserang laki-laki itu, dan keponakan justru dilindungi.”
“Seharusnya kita mempertanyakan laki-laki ini di mana, kenapa dia tidak bertanggung jawab,” tandas Enrico.
Meski begitu, ia mengaku bisa menebak siapa pria yang dekat dengan kakaknya saat itu. “Saya hanya bisa menebak-nebak waktu itu kakak saya lagi dekat sama siapa. Dan karena saya tidak di Indonesia, jadi saya tidak tahu persis.”
“Jadi kalau memang tante tahu, tante serang orang itu, jangan serang keponakan sendiri,” tegas Enrico lagi.
