Belungguk Point: Ruang Publik yang Menjadi Favorit Warga Kota Bengkulu
Belungguk Point kini menjadi salah satu ruang publik yang sangat diminati oleh warga Kota Bengkulu. Tempat ini tidak hanya menawarkan suasana yang nyaman, tetapi juga memiliki tampilan yang estetik dan cocok untuk dijadikan lokasi berfoto sekaligus bersantai.
Kawasan ini menjadi favorit bagi masyarakat, terutama saat akhir pekan. Sejak sore hari, kawasan ini tampak ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, baik untuk duduk santai, berjalan-jalan, maupun sekadar nongkrong bersama teman atau keluarga. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pengunjung menikmati suasana dengan konsep ruang terbuka yang nyaman. Banyak anak muda yang mengabadikan momen dengan berfoto di berbagai sudut yang dinilai estetik. Sementara itu, pengunjung lainnya memilih menikmati suasana sambil mencicipi aneka kuliner yang dijajakan pedagang di sekitar area.
Salah satu pengunjung, Kania, mengaku baru pertama kali mengunjungi Belungguk Point. Ia menyebutkan bahwa tempat ini menarik karena memiliki tampilan yang estetik dan cocok untuk foto-foto. “Bagus, estetik untuk ambil foto. Ini baru pertama ke sini, mau kulineran sama foto-foto,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Nadia, mengatakan bahwa ia sudah dua kali datang ke Belungguk Point. Menurutnya, kawasan ini nyaman untuk dijadikan tempat menghabiskan waktu luang, terutama saat akhir pekan. Selain suasananya yang santai, keberadaan berbagai pilihan kuliner juga menjadi daya tarik tersendiri. “Ini kedua kalinya ke sini. Bagus untuk foto, estetik lokasinya. Sekalian juga mau coba jajanan viral, kan banyak kuliner yang dijual. Bakal balik lagi sih, untuk tempat weekend di sini oke,” paparnya.
Nadia menilai bahwa keberadaan Belungguk Point tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi lokal. “Konsepnya kan terbuka dan ramah pengunjung, jadi kawasan ini jadi tempat bersantai bagi warga menikmati waktu luang bersama keluarga,” ujarnya.
Grand Opening Oleh Wali Kota Dedy
Belungguk Point resmi diresmikan oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, sebagai ikon baru ruang publik dan pusat kreativitas anak muda di tengah Kota Bengkulu. Kawasan yang berlokasi di sepanjang Jalan S. Parman ini diharapkan menjadi tempat berkumpul yang sehat, aman, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
Wali Kota Bengkulu mengatakan bahwa pembangunan Belungguk Point terinspirasi dari kawasan ikonik di sejumlah kota besar di Indonesia. “Kita membangun Belungguk Point ini, pertama kita ingin ada tempat nongkrong yang sehat dan aman di tengah Kota Bengkulu. Kalau di Bandung ada Braga, di Jogja ada Malioboro, di Semarang ada Kota Tua, maka kita perlu membuat ikon tempat berkumpulnya anak muda di Bengkulu,” ujar Wali Kota.
Pemilihan kawasan Jalan S. Parman sebagai lokasi Belungguk Point dilakukan setelah melalui diskusi bersama berbagai pihak, mengingat kawasan tersebut selama ini memang menjadi titik berkumpul masyarakat. “Setelah diskusi kami bersama, maka dipilihlah kawasan sepanjang Jalan S. Parman ini sebagai tempat berkumpul,” kata Dedy.
Nama Belungguk Point sendiri diambil dari bahasa Bengkulu yang memiliki makna berkumpul. “Pemilihan nama Belungguk berasal dari bahasa Bengkulu yang artinya berkumpul. Jadi Belungguk Point itu adalah titik kumpul,” jelas Dedy.
Nilai Budaya dan Ekonomi Lokal
Tidak hanya menjadi ruang publik, Belungguk Point juga sarat dengan nilai budaya lokal. Ornamen kawasan dihiasi motif Batik Basurek serta elemen khas Doll, yang menjadi identitas budaya Bengkulu. Selain itu, Belungguk Point diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah dengan melibatkan ratusan pelaku UMKM.
“Kita ingin ekonomi bergerak. UMKM kita undang, ada sekitar 200 pelaku UMKM yang sudah ikut serta memeriahkan acara ini,” ungkap Dedy.
Ke depan, kawasan ini juga akan menjadi panggung ekspresi bagi anak muda Bengkulu melalui berbagai kegiatan rutin. “Setiap minggu akan ada event anak muda, penampilan band dan seniman,” tambahnya.

Pada acara launching, kemeriahan Belungguk Point ditandai dengan penabuhan 500 Dol oleh seniman dari 20 sanggar, sebagai simbol kekuatan seni dan budaya Bengkulu. Selain itu, Belungguk Point juga digagas sebagai kampung digital. “Belungguk Point ini juga kita namakan kampung digital, dengan pembelanjaan menggunakan QRIS dan rencana ke depan menggunakan parkir digital,” pungkas Dedy.
Dengan konsep budaya, ekonomi kreatif, dan digitalisasi, Belungguk Point diharapkan menjadi ruang publik kebanggaan baru masyarakat Bengkulu sekaligus destinasi favorit anak muda.
