Nurul Akmal, Lifter Putri yang Berprestasi Tapi Merasa Tidak Diapresiasi
Nurul Akmal, lifter putri andalan Indonesia, resmi menyandang status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di bawah naungan Pemerintah Provinsi Aceh. Meski telah mengukir berbagai prestasi di tingkat internasional dan nasional, ia merasa bahwa apresiasi yang diterimanya tidak sebanding dengan pengorbanan yang telah ia berikan.
Prestasi yang Menggembirakan
Sejak awal kariernya, Nurul Akmal telah menorehkan berbagai pencapaian yang membanggakan. Beberapa dari prestasi tersebut antara lain:
- Kejuaraan Egat di Thailand tahun 2016 – Medali Perunggu
- Islamic Solidarity Game di Azerbaijan tahun 2017 – Medali Perak
- Universiade di Taipei tahun 2017 – peringkat kelima
- Asian Games Jakarta Palembang tahun 2018 – peringkat empat
- Kejuaraan Dunia IWF tahun 2019 Turkmenistan – peringkat 7
- Kejuaraan Asia tahun 2019 di Chiang Mai Thailand – Medali Perak
- Kejuaraan Granprix ke 1 di China tahun 2019 – peringkat kelima
- Kejuaraan Granprix ke 2 tahun 2019 di Qatar – Medali Perak
- Kejuaraan Dunia IMF di Thailand tahun 2019 (prakualifikasi olimpiade) – Peringkat 8
- Olimpiade Tokyo tahun 2020 – Peringkat 5
- Kejuaraan Asia tahun 2021 di Uzbekistan – Peringkat 6
- Sea Games Hanoi tahun 2022 – Medali Perak
- Islamic Solidarity Game tahun 2022 di Turki – Medali Perunggu
- Kejuaraan Asia di Bahrain tahun 2022 – Medali Perak
- Sea Games Kamboja tahun 2023 – Medali Perak
- Asian Games Hangzhou tahun 2023 – Peringkat keempat
- Kejuaraan Asia tahun 2025 di Tashkent – Medali Perunggu
- Olimpiade Paris tahun 2024 – Peringkat kedelapan
- Kejuaraan Asia di Bahrain tahun 2024 – Peringkat kelima
Di tingkat nasional, Nurul juga berhasil meraih medali emas dalam beberapa kejuaraan seperti Kejurnas 2015 di Bandung, PON Jawa Barat 2016, Kejurnas 2017 Pekanbaru, Kejurnas 2019 Bandung, PON Papua 2020, dan PON Aceh Sumut 2024.
Bakat Terpendam yang Terbuka
Bakat Nurul Akmal mulai tercium saat ia duduk di bangku kelas satu SMA pada 2010. Pelatih lifter Aceh, Efendi Eria, menemukan bakat terpendam Nurul ketika melihatnya sedang mengangkut padi di kampung halamannya, Desa Serbajaman Tunong. Ketekunannya berlatih membawanya menjadi lifter putri pertama Indonesia yang mampu lolos di kelas berat pada Olimpiade 2020 Tokyo. Catatan ini spesial karena Indonesia biasanya hanya meloloskan atlet di kelas ringan. Selain itu, Nurul menjadi atlet asal Aceh pertama yang tampil di Olimpiade setelah penantian selama 33 tahun.
Kekecewaan atas Status PPPK Paruh Waktu
Melalui unggahan Instagramnya @nurulamalia_12, Nurul meluapkan kekecewaannya terhadap pemerintah. Dalam unggahan yang dibagikannya itu, Nurul mengenakan seragam Korpri biru khas ASN. Ia mengungkapkan kegundahannya mengenai apresiasi yang dirasa belum sebanding dengan pengorbanan yang telah ia berikan. Nurul membandingkan rekam jejaknya yang telah menembus panggung dunia dengan status kepegawaian yang diterimanya saat ini.
“Kayak enggak adil saja sih, kek enggak bisa terima gitu. Cuma mau gimana lagi, takutnya nanti enggak dapat apa-apa kalau banyak kali protes dan menuntut.”
“Banyak yang enggak terima sama PPPK paruh waktu, apalagi diri saya sendiri. Entah lah, mau pasrah tapi saya juga mikir masa tua saya bagaimana nanti begitu,” tutur Akmal.
Meskipun tetap menyatakan rasa syukurnya, tak dipungkiri Nurul yang menandai akun Presiden RI menunjukkan adanya kekecewaaan dan harapan besar bagi para atlet agar mendapatkan jaminan hari tua yang lebih menjanjikan.
“Tetap bersyukur walaupun P3k PW (Paruh Waktu). Padahal 2x OLY, 2x Sea Games, 2x Asian Games, 3x emas PON Dan lain” nya lagi. Yang tau udah paham la. Tapi ini lah hasilnya. @prabowo @rosanroeslani @anindyabakrie,” tulis Nurul Akmal.
Dalam unggahan terbarunya, Amak pun memamerkan sejumlah prestasi yang diperolehnya untuk Indonesia. Ia secara terbuka mempertanyakan kelayakannya untuk mendapatkan status Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebuah penghargaan yang biasanya menjadi standar bagi atlet berprestasi dunia.
“Aku hanya bisa belajar menerima semuanya. Apakah aku tidak pantas untuk mendapatkannya (PNS)?” tulis Nurul dalam narasi unggahannya yang memicu simpati luas dari warganet.
Harapan Keluarga Nurul Akmal
Sementara ayah Nurul Akmal, Hasballah, berharap pemerintah bisa memberikan apresiasi yang lebih layak untuk putrinya. “Semoga Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini.”
“Ada anak bangsa yang dilupakan walau sudah memberikan seluruh jiwa raganya untuk negara ini,” kata Hasballah, ayah Nurul Akmal, Sabtu (30/1/2026).
Hasballah mengaku telah menempuh segala upaya agar putrinya bisa mendapatkan jaminan masa depan sebagai aparatur sipil negara. Harapan yang sempat ditaruh kepada Presiden Joko Widodo sejak Olimpiade 2021 sirna hingga masa jabatan beliau berakhir.
“Harapan terakhir saya ada di tangan Presiden Prabowo.”
“Semoga bisa diberi solusi terbaik untuk Nurul. Menjamin masa depan dan hari tuanya,” terang Hasballah.
Bagi keluarga, kekecewaan ini terasa kian kontras mengingat dedikasi Nurul yang tak henti menyumbang medali bagi Merah Putih.
