Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Bisnis

Pengusaha Khawatir Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Ini Dampaknya pada Industri

Hartono Hamid
Last updated: January 24, 2026 4:44 am
Hartono Hamid
Share
5 Min Read
SHARE



JAKARTA – Nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa rupiah berada di atas Rp 16.900 dalam tiga perdagangan berturut-turut. Menutup perdagangan Rabu (21/1/2026), kurs rupiah berada di posisi Rp 16.963 per dolar AS.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sama-sama mengkritik pelemahan kurs rupiah pada awal tahun ini. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa menyoroti bahwa pelemahan kurs pada awal 2026 tidak lepas dari tekanan global, terutama pada mata uang emerging market.

Kadin mencermati penguatan dolar AS dan tekanan terhadap rupiah yang nyaris ke level Rp 17.000 sebagai faktor risiko yang perlu diantisipasi serius oleh dunia usaha. Erwin menjelaskan bahwa dampak dari situasi ini akan berbeda-beda di setiap sektor industri. Bagi eksportir berbasis konten lokal, pelemahan rupiah bisa memberi ruang peningkatan penerimaan. Namun bagi industri yang bergantung pada impor bahan baku, barang modal, dan energi, tekanan kurs bakal meningkatkan biaya produksi dan modal kerja.

Di sisi lain, tekanan kurs juga berdampak terhadap biaya pembiayaan, terutama bagi perusahaan dengan utang valas atau kebutuhan lindung nilai (hedging). Dalam kondisi seperti ini, dunia usaha cenderung lebih berhati-hati menambah utang dan menunda ekspansi, khususnya yang berbasis impor.

Menurut Erwin, pelaku usaha saat ini fokus pada langkah mitigasi jangka pendek, seperti penyesuaian struktur biaya, efisiensi operasional, hedging yang lebih disiplin, serta negosiasi ulang kontrak impor dan logistik. Erwin menegaskan bahwa dunia usaha butuh stabilitas dan volatilitas yang terjaga agar perencanaan bisnis tetap berjalan.

“Kadin berharap stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas. Bukan untuk mengunci level tertentu, tetapi menjaga volatilitas agar tidak terlalu tajam, sehingga dunia usaha bisa melakukan perencanaan dengan lebih baik,” kata Erwin.

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani turut menyampaikan kekhawatiran pelaku usaha terhadap pelemahan rupiah yang semakin dalam. Pelemahan yang terjadi sudah cukup berlarut-larut dan lebih dalam dari perkiraan sebelumnya, sehingga berpotensi membawa beban yang berlebih terhadap kinerja usaha.

Dalam skenario terburuk, apabila pelemahan kurs terus berlanjut dan tidak segera ditangani, Shinta khawatir kelancaran arus kas bisa terganggu, khususnya bagi pelaku usaha yang memiliki struktur impor besar. Risiko lainnya adalah kontraksi kinerja usaha serta cost-push inflation di pasar akan membebani pertumbuhan ekonomi jangka pendek hingga menengah.

Apindo berharap pemerintah lebih giat melakukan upaya stabilisasi dan penguatan nilai tukar, baik melalui intervensi moneter maupun intervensi non-moneter. Termasuk penguatan fundamental ekonomi nasional melalui deregulasi, debirokratisasi dan reformasi struktural terhadap iklim usaha dan investasi. Shinta menilai hal itu penting untuk menstimulasi penerimaan Foreign Direct Investment (FDI) dan pertumbuhan ekspor. Selain itu, perbaikan disiplin fiskal juga perlu dilakukan untuk memulihkan kepercayaan dan demand pasar terhadap bonds pemerintah Indonesia dalam mata uang asing.

“Kami berharap instrumen intervensi, khususnya yang bersifat penguatan terhadap fundamental ekonomi nasional dapat diprioritaskan dan memberikan efek konkret di lapangan,” kata Shinta.

Dihubungi terpisah, Direktur PT Intraco Penta Tbk (INTA) Willianto Febriansa menyampaikan bahwa fluktuasi kurs turut berdampak kepada industri alat berat. “Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS perlu diwaspadai dan dimonitor secara cermat karena akan menyebabkan tekanan terhadap harga jual alat berat dan komponen,” kata Willianto.

Dia menjelaskan, exposure INTA sebenarnya lebih banyak ke mata uang Yuan China (CNY). Hanya saja, pelemahan terhadap dolar AS biasanya juga diikuti pelemahan rupiah terhadap mata uang utama global, termasuk CNY. Sebagai bentuk respons dan mitigasi atas kondisi ini, INTA akan fokus mengoptimalkan manajemen stok dan operasional yang lebih efisien.

“Stok yang berlebih di tengah situasi kurs mata uang asing yang bergerak volatile bisa menyebabkan inefisiensi dan miss-kalkulasi harga,” tandas Willianto.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByHartono Hamid
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Bisnis

Tingkatkan Okupansi, Pengembang Pilih Renovasi dan Rebranding Daripada Bangun Baru

January 19, 2026
Bisnis

Mudik Lebaran Aman dengan AHASS Siaga dan AHASS Siaga+

March 23, 2026
Bisnis

Kekacauan IHSG Picu Mundur Massal

February 9, 2026
Bisnis

Kepala AWS: AI Berkembang Cepat di ASEAN, 21 Juta Bisnis Sudah Mengadopsi

December 7, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?