JAKARTA,
Akselerasi pembangunan proyek Harbour Road II (HBR II) kini memasuki tahapan teknis yang sangat penting pada awal tahun 2026. Sebagai bagian dari komitmen menjaga keselamatan operasional dan masyarakat, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) melakukan intervensi lalu lintas secara sementara di Ruas Tol Ir. Wiyoto Wiyono, M.Sc.
Corporate Secretary CMNP, Indah Dahlia, mengonfirmasi bahwa penutupan fungsional ini disebabkan oleh pengerjaan Erection Steel Box Girder Proyek Jalan Tol Layang Harbour Road II (HBR II) di KM 16+400 hingga KM 16+600. “Gerbang tol ditutup saat window time mulai pukul 23.30 WIB,” ujarnya.
Meskipun pengerjaan dilakukan pada jendela waktu dini hari, pemahaman mengenai jalur alternatif menjadi sangat penting guna menghindari gangguan logistik dan mobilitas personal. Intervensi struktur ini direncanakan berlangsung secara parsial untuk meminimalisasi dampak sosial-ekonomi. Berikut adalah rincian waktu pengerjaan:
Jadwal Eksekusi
- 4, 11, 21, dan 25 Januari 2026
- Durasi Efektif: Pukul 23.30 hingga 01.30 WIB
- Fokus Area: KM 16+400 sampai KM 16+600
Gerbang Tol yang Ditutup
Beberapa pintu masuk utama menuju koridor utara Jakarta akan dinonaktifkan sementara selama proses pengangkatan balok baja berlangsung.
Arah Tanjung Priok mencakup Gerbang Tol Tanjung Priok 2, Gerbang Tol Papanggo, dan Gerbang Tol Ancol Timur.
Arah Ancol dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta meliputi Gerbang Tol Jembatan Tiga 2 dan Gerbang Tol Gedong Panjang 2.
Peta Jalur Alternatif
Untuk memastikan arus kendaraan tidak mengalami stagnasi, CMNP telah merancang skema pengalihan arus yang sistematis.
Koridor Cawang-Tanjung Priok-Pluit
Bagi pengguna jalan dari arah Timur (Cawang) yang bertujuan menuju Utara atau Barat, berikut adalah pilihan rute navigasi:
- Anda dengan tujuan Ancol, disarankan melalui Akses Exit Tol Papanggo, kemudian berlanjut ke Jl. Bisma Raya atau Jl. Danau Bisma untuk mencapai kawasan Ancol.
- Anda dengan tujuan Pluit dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sangat disarankan untuk sepenuhnya menggunakan rute Tol Dalam Kota sejak titik awal perjalanan guna menghindari blokade pengerjaan di koridor Ir. Wiyoto Wiyono.
Koridor Pluit-Tanjung Priok-Cawang
Bagi arus kendaraan dari arah Barat (Pluit/Bandara) menuju Timur, pengalihan dilakukan sebagai berikut:
- Anda dengan tujuan Tanjung Priok akan diarahkan keluar melalui Exit Tol Ancol Barat, kemudian melintasi Jl. RE Martadinata menuju Kemayoran atau kawasan pelabuhan Tanjung Priok.
- Anda dengan tujuan Cawang akan dialihkan sepenuhnya untuk mengakses rute Tol Dalam Kota sebagai jalur redundansi utama.
Signifikansi Proyek Harbour Road II
Pekerjaan Erection Steel Box Girder sendiri merupakan tahapan fundamental dalam konstruksi jalan tol layang bertingkat atau double-decker. Penggunaan struktur baja kotak (steel box girder) memungkinkan fleksibilitas desain di lahan yang sangat terbatas, serta memberikan daya dukung beban yang optimal untuk kendaraan berat yang mendominasi koridor Tanjung Priok.
HBR II diproyeksikan sebagai katalisator utama untuk mereduksi beban kepadatan di Tol Ir. Wiyoto Wiyono yang kian meningkat. Proyek ini dianggap sebagai solusi terintegrasi untuk mempercepat arus logistik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok, yang merupakan jantung ekonomi maritim Indonesia.
Pihak CMNP menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aspek keselamatan selama pengerjaan berlangsung. Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi batas kecepatan yang ditentukan saat melintasi jalur pengalihan, dan mengikuti rambu-rambu petunjuk arah dan peringatan yang telah terpasang secara ekstensif sebelum titik pengerjaan.
Selain itu, pengguna jalan juga diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan yang bersiaga selama durasi penutupan dua jam tersebut. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman rute alternatif, diharapkan disrupsi perjalanan dapat diminimalisasi, sementara pembangunan infrastruktur masa depan Jakarta dapat terus terakselerasi dengan aman.
