Konsep City Branding dan Beauty Branding untuk Menata Wajah Sukadana
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur akan mempercepat penerapan konsep City Branding dan Beauty Branding guna menata wajah Ibu Kota Lampung Timur di Sukadana pada tahun 2026. Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah, menjelaskan bahwa konsep ini tidak hanya terbatas pada pembenahan infrastruktur, tetapi juga mencakup pembuatan pusat keramaian baru di kawasan tersebut.
Beberapa lokasi wisata seperti DAM Way Kawat, taman ruang terbuka hijau, serta bangunan landmark yang merepresentasikan nilai kearifan lokal akan direnovasi dan dikembangkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya tarik wilayah sekaligus membangun identitas yang kuat bagi Sukadana.
“Kita genjot City Branding dan Beauty Branding, itu yang penting. Selain melanjutkan yang sudah kita lakukan di tahun 2025,” ujar Bupati Ela Siti Nuryamah dalam pernyataannya.
City Branding adalah strategi yang digunakan untuk membangun reputasi positif suatu wilayah, meningkatkan daya saing, menarik investasi, pariwisata, dan penduduk. Konsep ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengemas potensi kota—baik dari segi sejarah, budaya, ekonomi, maupun alam—menjadi identitas yang mudah dikenali.
Sementara itu, Beauty Branding berfokus pada membuat suatu daerah atau produk terlihat menarik, indah, dan disukai secara estetika, sehingga mampu membangun emosi positif terhadap wilayah tersebut.
Bupati Ela menyebutkan bahwa dengan penerapan kedua konsep ini, Pemkab Lampung Timur akan menciptakan spot-spot wisata yang lebih menarik di sekitar Sukadana. Di depan Pemda, akan dibangun taman terbuka hijau yang lebih terbuka dan ramah lingkungan. Selain itu, ikon-ikon kearifan lokal akan dipasang di beberapa titik strategis, termasuk di sekitar DAM Way Kawat.
Selain itu, ada rencana untuk melakukan pembebasan lahan guna dibuat ruang terbuka hijau. Tugu landmark di lampu merah Mataram Marga, yang telah dirancang sebelumnya, akan mengalami perubahan konsep agar lebih kaya akan filosofi kearifan lokal. Bupati Ela menegaskan bahwa semua rancangan harus sesuai dengan konsep filosofi Lampung Timur, seperti konservasi, alam, kebersamaan, tradisi, dan nilai-nilai kearifan lokal lainnya.
Konsep City Branding dan Beauty Branding akan diluncurkan di awal tahun 2026, sebagai bagian dari upaya Pemkab Lampung Timur dalam menata wajah kota secara keseluruhan.
Capaian Kinerja Tahun 2025
Pemkab Lampung Timur menutup tahun 2025 dengan berbagai capaian pembangunan yang signifikan. Berbagai program prioritas, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan hingga digitalisasi layanan publik, menunjukkan hasil nyata dan berkelanjutan.
Capaian tersebut diungkapkan oleh Bupati Ela Siti Nuryamah dalam Pemaparan Kinerja Pembangunan Daerah Tahun 2025 yang digelar di Aula Bappeda Sukadana, Rabu (31/12/2025). Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Azwar Hadi, Sekretaris Daerah Rustam Effendi, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan insan pers dan media di Kabupaten Lampung Timur.
Dalam pemaparannya, Bupati Ela menyampaikan bahwa indikator makro daerah menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Lampung Timur tahun 2025 mencapai 5,12 persen, disertai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 70,84. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 12,9 persen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa program pembangunan yang kita jalankan semakin tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Selama tahun 2025, Pemkab Lampung Timur telah membangun dan merehabilitasi 120,6 kilometer jalan kabupaten, sehingga tingkat kemantapan jalan meningkat menjadi 78,4 persen. Pembangunan dan rehabilitasi 18 unit jembatan turut memperlancar konektivitas antarwilayah, khususnya bagi masyarakat perdesaan.
Di sektor perumahan, sebanyak 1.250 unit rumah tidak layak huni telah ditingkatkan menjadi rumah layak huni. Program penyediaan air minum dan sanitasi juga menjangkau 4.500 kepala keluarga, meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan masyarakat.
Dalam bidang kesehatan, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional telah mencapai 96 persen dari total penduduk. Upaya percepatan penurunan stunting menunjukkan hasil signifikan, dengan angka stunting turun menjadi 18,2 persen.
Pada sektor pendidikan, Angka Partisipasi Sekolah jenjang SD dan SMP masing-masing mencapai 99,1 persen dan 95,4 persen. Pemerintah daerah juga merehabilitasi 86 ruang kelas serta meningkatkan kompetensi lebih dari 1.200 tenaga pendidik.
Untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, Pemkab Lampung Timur membina 3.450 pelaku UMKM dengan nilai fasilitasi permodalan dan pemasaran mencapai Rp27,8 miliar. Di sektor pertanian, produksi padi mencapai lebih dari 420 ribu ton gabah kering panen, menopang ketahanan pangan daerah.
Dalam peningkatan tata kelola pemerintahan, 85 persen layanan publik telah terintegrasi secara digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dengan Indeks SPBE Lampung Timur mencapai 3,42, memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintahan.
Bupati Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh OPD dengan dukungan masyarakat dan insan pers. “Kami menyadari pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi dengan masyarakat dan media menjadi kunci untuk menghadirkan pembangunan yang transparan, merata, dan berkelanjutan,” tegasnya.
