Tim Aspidsus Kejati Babel Datangi Rumah Pengacara Andi Kusuma
Tim Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel) akhirnya mendatangi rumah pribadi pengacara Andi Kusuma di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Kedatangan tim ini dilakukan pada Senin (29/12/2025), setelah muncul berita-berita online mengenai adanya barang sitaan dari Kejaksaan Agung yang diperkirakan berada di lokasi tersebut.
Adi Purnama, salah satu anggota tim Aspidsus Kejati Babel, membenarkan kedatangan pihaknya ke rumah Andi Kusuma. Menurut Adi, tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media online. “Kami dari Tindak Pidana Khusus atas izin bapak Kajati, kami mengecek adanya berita-berita online mengenai sejumlah barang sitaan Kejaksaan Agung,” ujarnya.
Setelah melakukan pengecekan di PT Stanindo Inti Perkasa (SIP), yang berlokasi di kawasan Ketapang Kota Pangkalpinang, tim kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Kabupaten Bangka. Di sana, mereka mendatangi rumah pribadi Andi Kusuma untuk memastikan apa yang ada di dalam gundukan bertutup terpal di pekarangannya.
“Di salah satu PT Stanindo itu, kita mendapatkan informasi bahwa adanya pengeluaran antrasit ke sebuah tempat di arah Sungailiat. Itu bukan penggeledahan dan kita hanya datang mengecek saja,” jelas Adi.
Koordinasi dengan Andi Kusuma
Saat tim tiba di rumah Andi Kusuma, sang pengacara sedang tidak berada di lokasi. Oleh karena itu, Adi dan tim tetap berkoordinasi dengan Andi melalui telepon. “Berkoordinasi dengan baik dengan yang punya rumah, kita teleponan dan kita diizinkan untuk mengecek bahwa kita melihat ada gundukan itu. Ternyata, memang ada antrasit yang memang dipindahkan dari lokasi ke rumah yang kita tuju tersebut,” ungkapnya.
Andi Kusuma menjelaskan bahwa antrasit yang ada di pekarangan rumahnya bukanlah miliknya sendiri. Ia menyatakan bahwa barang tersebut merupakan milik orang lain yang dititipkan. “Karena mereka tidak ada tempat, jadi menitip antrasit ke tempat aku dan ditutup dengan terpal takut hujan. Kedua belah pihak sudah damai, itu bukan timah tapi antrasit,” terangnya.

Selain itu, Andi juga menjelaskan bahwa pihak Kejati Babel sempat menanyakan soal dugaan pencurian balok timah seberat 300 ton yang telah dilaporkan ke Polda Babel. “Aku sudah laporkan ke Polda, saya bilang ke Aspidsus soal adanya dugaan pencurian balok timah. Terus dia (Aspidsus) bilang kenapa tidak laporkan ke Kejaksaan saja, ya saya bilang lapor ke Kejaksaan harus lapor ke Polda dulu,” ucapnya.
Penjelasan Lebih Lanjut tentang Antrasit
Antrasit adalah jenis batubara berkualitas tertinggi, berwarna hitam mengkilap, sangat keras, dengan kandungan karbon tetap yang sangat tinggi (hingga 98 persen), dan sedikit zat yang mudah menguap (volatil). Hal ini membuat antrasit menjadi bahan bakar efisien untuk pemanas dan industri, serta digunakan sebagai media filter air.
Andi menegaskan bahwa kedatangan Kejati Babel tidak memakan waktu yang lama. Setelah datang dan mengecek-ngecek soal tumpukan antrasit, tim langsung meninggalkan rumah pribadinya. “Aspidsus Kejati Babel yang datang tadi, kurang lebih 5 menit dan itu betul-betul antrasit bukan timah,” katanya.

Respons dari Warga Sekitar
Sebelumnya, beberapa warga sekitar rumah Andi Kusuma mengaku melihat petugas Kejaksaan datang ke lokasi tersebut. Mereka menyebutkan bahwa ada sejumlah petugas berpakaian dinas yang sempat menanyakan keberadaan Andi Kusuma. “Ada tadi yang ke sini (petugas Kejaksaan) tanya, tapi saya bilang tidak tahu dan saya lihat dia (AK) di TikTok lagi di luar Bangka,” ujar salah satu warga.
Petugas Kejaksaan juga sempat menunggu di depan pintu gerbang rumah Andi Kusuma. “Sempat mereka nunggu di depan untuk dibuka pintu lama, tapi saya tidak tahu lagi mereka kemana dan masuk sebentar keluar beberapa mobil dari sana,” tambahnya.
Pintu gerbang rumah Andi Kusuma yang bewarna hitam dan bertuliskan AK 369 bewarna kuning emas tampak tertutup rapat. Di depannya, terdapat beberapa bangunan bewarna putih dan sejumlah awak media menunggu di pinggir jalan.
